Bentuk Emansipasi Wanita di Zaman Kartini Modern
Berbicara tentang emansipasi, sosok Radeng Ajeng Kartini tampak tidak lepas menjadi topik pembicaraan. Usahanya dalam memperjuangkan hak wanita untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dan diberikan kesempatan yang sama untuk menerapkan ilmu yang dimilikinya agar tidak direndahkan derajatnya membuat Kartini dikenal sebagai penggerak emansipasi wanita.
Seiring dengan perkembangan zaman, semakin banyak emansipasi wanita yang sudah mulai bisa dirasakan. Hanya saja kebanyakan wanita masih belum paham bagaimana cara menerapkannya dengan langkah nyata.
Menurut motivator pemuda Vivid Argarini, pengertian emansipasi wanita kita sudah mengalami pergeseran makna. Jika dulu Kartini berjuang agar wanita bisa mendapatkan haknya, kini emansipasi wanita bisa diwujudkan dengan langkah-langkah yang lebih mudah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di dalam lingkup dunia wanita, emansipasi bisa dilakukan dimulai dari hal-hal yang paling kecil. Wanita 43 tahun ini memberikan contoh sederhana, misalnya dengan menjadi agen perubahan dalam komunitas yang paling kecil, seperti di dalam kelompok pertemanan atau di dalam rumah.
Ibu tiga anak ini mengatakan, mempengaruhi orang untuk melakukan hal-hal yang baik itu jauh lebih sulit daripada melakukan kegiatan besar yang kurang banyak peminatnya. "Jadi menurut saya lakukan sesuatu yang tidak muluk-muluk. Dengan melakukan hal yang sangat simpel dan membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar, itu juga sudah bentuk emansipasi," tambah dosen manajemen di Kalbis Institute itu.
Wujud emansipasi lainnya juga bisa dilakukan dengan berbuat baik kepada orang lain dan menghargai apa yang dimiliki sebagai bentuk rasa syukur kepada anugerah yang diberikan Tuhan. Namun sebaiknya, berbuat baik jangan dilakukan dengan setengah hati, terlebih lagi jika tidak memiliki semangat daya juang tinggi.
"Sebenarnya ada lagi satu kecerdasan yang sangat penting selain emosional, spiritual, dan intelegensi, yaitu kecerdasan daya juang (adversity quotient). Kalau kita sudah bisa konsisten dalam menjalani suatu hal, tapi tidak ada daya juang dari dalam diri, itu akan susah. Karena motivasi itu sebetulnya ada di dalam diri sendiri," tutup wanita yang kini tengah menempuh studi doktoral di Universitas Negeri Jakarta.
(int/fer)
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Home & Living
Lovise Sofa Anna Tierslice, Sofa Estetik yang Bikin Ruangan Kamu Seperti di Internet!
Health & Beauty
Sering Pegal dan Cepat Capek? Review Swisse Ultiboost Calcium & Vitamin D untuk Kesehatan Tulang
Fashion
Bikin Kamu Tampil Keren dan Tetap Nyaman dengan Pilihan Sepatu Ini
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
6 Fakta Ibu Negara Venezuela Cilia Flores yang Ditangkap Presiden Trump
Ramalan Zodiak 4 Januari: Cancer Lebih Selektif, Leo Waspada Pihak Ketiga
5 Tren Sneakers yang In dan Out di 2026 untuk Referensi Belanja Sepatu Baru
Wanna One Siap Reuni, Kang Daniel Ungkap Tak Bisa Ikut Penuh Karena Ini











































