<i>Intimate Interview</i>
Jadi Pengusaha yang Mandiri, Putri Tanjung Rela Dimaki Demi Dapat Sponsor
Alissa Safiera - wolipop
Rabu, 22 Apr 2015 15:07 WIB
Jakarta
-
"Waktu 15 tahun mulai bikin birthday party teman, awalnya dari situ. Dulu aku di sekolah itu di-bully terus, dan aku merasa dulu aku nggak pintar apa-apa. Terus pada suatu saat lagi ada event di sekolah dan aku in charge dari situ aku senang nyiapin semuanya," cerita Putri saat berbincang di acara Femaledev, di Gedung Caraka Loka, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2015).
Usaha yang ia dirikan di tahun 2013 dengan nama Creativepreneur Event Creator itu memang berbeda dari EO kebanyakan. Yakni, berfokus pada pengembangan sumber daya lokal, entah itu orang-orangnya ataupun brand.
Memulai usaha di usia muda tentu bukan hal mudah bagi Putri Tanjung. Namun ketika disinggung tentang pendanaan, Putri mengklaim bahwa EO yang dibangunnya tidak sama sekali didanai oleh pihak keluarga, khususnya sang ayah. Remaja 18 tahun itu bahkan mengaku mengalami sendiri susahnya mencari sponsor sebagai sumber pendanaan acara yang ia buat.
"Susahnya cari sponsorship sih karena tanggapan orang, karena waktu itu aku masih 17 tahun, perempuan pula. Jadi waktu itu sempat ditolak di 20 perusahaan besar, kita pernah dicaci maki, pernah disuruh keluar dari kantornya, tapi dari situ aku punya purpose yang lebih besar. Aku ingin buktiin bahwa 'lo salah nih karena underestimate,' Age is just a number," terang Putri saat diwawancarai Wolipop.
Segala kesulitan itu dinikmatinya sebagai proses pembelajaran. Putri pun memberi beberapa tips bagi para remaja yang ingin berkecimpung di dunia wirausaha. Percaya pada diri sendiri dan memiliki mimpi, menjadi kunci utamanya. Menurutnya, mimpi hanyalah sekadar mimpi jika tak pernah dijalani.
"Harus punya niat dan juga visi misi. Jangan takut mimpi dalam artian gimana mau maju kalau bermimpi saja kita takut. Terakhir, Jangan nggak mau susah. Nikmati prosesnya, naik turunnya, cintai saja. Dan lakukan apa yang kamu suka untuk permulaan," tambahnya lagi.
(asf/fer)
Tak banyak remaja yang mau mandiri secara finansial di usia mudanya. Namun bagi remaja 18 tahun ini, ia sama sekali tak mau memakai uang orangtuanya dan memilih untuk menjadi pengusaha muda di usia belia.
Sosok remaja itu adalah Putri Tanjung. Anak dari pengusaha berbasis media, Chairul Tanjung ini justru memilih untuk berwirausaha secara mandiri dan tak mau melibatkan uang orangtuanya sama sekali untuk membangun bisnis.
Sebuah bisnis Event Organizer (EO) pun dipilih Putri untuk bisnis perdananya. Langkah itu ia ambil setelah jatuh cinta dengan dunia EO saat usianya 15 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usaha yang ia dirikan di tahun 2013 dengan nama Creativepreneur Event Creator itu memang berbeda dari EO kebanyakan. Yakni, berfokus pada pengembangan sumber daya lokal, entah itu orang-orangnya ataupun brand.
Memulai usaha di usia muda tentu bukan hal mudah bagi Putri Tanjung. Namun ketika disinggung tentang pendanaan, Putri mengklaim bahwa EO yang dibangunnya tidak sama sekali didanai oleh pihak keluarga, khususnya sang ayah. Remaja 18 tahun itu bahkan mengaku mengalami sendiri susahnya mencari sponsor sebagai sumber pendanaan acara yang ia buat.
"Susahnya cari sponsorship sih karena tanggapan orang, karena waktu itu aku masih 17 tahun, perempuan pula. Jadi waktu itu sempat ditolak di 20 perusahaan besar, kita pernah dicaci maki, pernah disuruh keluar dari kantornya, tapi dari situ aku punya purpose yang lebih besar. Aku ingin buktiin bahwa 'lo salah nih karena underestimate,' Age is just a number," terang Putri saat diwawancarai Wolipop.
Segala kesulitan itu dinikmatinya sebagai proses pembelajaran. Putri pun memberi beberapa tips bagi para remaja yang ingin berkecimpung di dunia wirausaha. Percaya pada diri sendiri dan memiliki mimpi, menjadi kunci utamanya. Menurutnya, mimpi hanyalah sekadar mimpi jika tak pernah dijalani.
"Harus punya niat dan juga visi misi. Jangan takut mimpi dalam artian gimana mau maju kalau bermimpi saja kita takut. Terakhir, Jangan nggak mau susah. Nikmati prosesnya, naik turunnya, cintai saja. Dan lakukan apa yang kamu suka untuk permulaan," tambahnya lagi.
(asf/fer)











































