Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sosok Kartini Modern

3 Kunci Agar Wanita Indonesia Bisa Menjadi Pemimpin di Era Modern

wolipop
Selasa, 21 Apr 2015 19:07 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Meski emansipasi sudah lama diperjuangkan sejak era Raden Ajeng Kartini, wanita masih menemukan sejumlah tantangan dalam menyetarakan diri. Mereka kerap dihadapkan dengan sejumlah hambatan dalam mencapai posisi tertinggi di tempat kerja. Alhasil presentase pemimpin wanita jauh tertinggal dibandingkan pria. Padahal mereka diyakini memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama bahkan mempunyai karakteristik spesial.

Salah satu wanita yang berhasil menjadi Kartini Modern dengan memimpin perusahan besar adalah Betti Alisjahbana. Wanita yang pernah menjabat sebagai komisioner Garuda Indonesia itu mengaku jika peran wanita dalam kepemimpinan memang masih kurang dan perlu dukungan.

Berdasarkan pengalamannya, wanita harus berjuang dua kali lebih keras dalam karier karena tetap harus mengurus keluarga. Ia pun membagi kunci menyeimbangkan kehidupan kerja dengan rumah tangga yakni dengan pengaturan waktu yang tepat. Betti menyarankan agar wanita punya tujuan yang jelas agar bisa menentukan prioritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sarankan buat to do list sesuai prioritas demi menghindari melakukan yang tidak penting. Jangan menunda sampai menjadi urgent dengan mencicil pekerjaan. Itu supaya tidak stres," ungkap Betti ketika menjadi pembicara Femaledev Summit di Gedung Cakaralaka, Kemenlu, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2015).

Baca Juga: 50 Momen Menghebokan dari Pekan Mode Dunia

Selain membagi saran mengenai pembagian waktu, Betti juga menyampaikan tiga cara yang menurutnya bisa membantu wanita untuk menjadi pemimpin. Yang pertama adalah dengan rutin menunjukkan diri. Menurutnya banyak wanita yang ragu-ragu untuk tampil. Padahal hal tersebut membuat mereka tak bisa memperlihatkan potensi dan apa yang sudah dikerjakan selama ini.

"Jangan ragu-ragu untuk tampil. Salah satu caranya adalah dengan banyak terlibat dalam kerja voluntir di luar pekerjaan kita," saran Betti yang juga pernah menjabat sebagai general manager IBM Indonesia.

Untuk memimpin bukan hanya kerja keras yang dibutuhkan namun juga kecerdasan. Untuk itu, pemimpin ‎juga perlu memperluas ilmu dan kemampuan. Betti pun menyarankan agar para wanita mau meluangkan waktu untuk mengembangkan diri meski memiliki segudang kesibukan. Wanita bisa meneruskan pendidikan atau mengambil pelatihan agar semakin ahli dalam bidangnya.

Sarannya yang terakhir adalah agar wanita memperluas jaringan. "Sukses tidak datang dengan sendirinya. Kita butuh jaringan. Cari tahu juga apakah (pikiran) kita encer di malam atau pagi hari. Supaya kerja efisien," ujarnya lagi.

(ami/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads