Merayakan Hari Kartini dengan Menginspirasi Wanita untuk Jadi Pemimpin
Hari ini Selasa, (21/4/2015) bertepatan dengan Hari Kartini. Peringatan emansipasi wanita yang dipelopori oleh Raden Ajeng Kartini tersebut tentu tak hanya bisa diperingati dengan mengenakan busana daerah. Hari Kartini dapat dirayakan dengan berbagai cara, salah satunya mengadakan konferensi demi mendukung peran wanita dalam bidang kepemimpinan.
Adalah Femaledev Summit, sebuah konferensi yang digelar hari ini demi mendorong pemberdayaan wanita, terutama dalam bidang Information Technology (IT). Acara tersebut diselenggarakan oleh perusahaan Kibar di Gedung Carakaloka Kemenlu, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menghadirkan banyak pembicara wanita yang sukses di bidangnya, konferensi ini bermaksud menginspirasi para wanita agar tak takut menjadi seorang pemimpin.
Salah satu pembicara yang hadir memberikan pesan inspiratifnya adalah Betti Alisjahbana. Betti yang pernah menjabat sebagai mantan komisioner Garuda Indonesia tersebut membagi pemikiran dan pengalamannya menjadi seorang pemimpin di tengah dominasi para pria. Ia pun mendukung peran wanita untuk berkarier di bidang teknologi yang mungkin mengalami tantangan serupa dengannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perempuan sangat diuntungkan dengan teknologi. Apalagi perempuan memiliki sejumlah kelebihan. Misalnya pintar membaca tubuh, memiliki sensitifitas sosial yang tinggi, empati, multitasking, long term plannning, negosiasi, membangun network, dan lain-lain" ujar Betti saat memaparkan materinya.
Betti pun mengakui jika memang belum semua wanita berani maju sebagai pemimpin. Wanita masih dihadapkan dengan berbagai tantangan, terutama karena mereka dituntut tetap mengurus rumah tangga. Menurutnya kunci untuk menyeimbangkan kehidupan karier dan keluarga adalah dengan menyusun prioritas dan mendahulukan tugas paling penting dan mudah.
Selain mendapat tuntutan untuk tidak meninggalkan urusan rumah tangga, wanita juga takut dengan persepsi bahwa mereka bossy. Hal ini tentu pernah dialami oleh Betti. Ia pun memiliki cara tersendiri agar tidak dipandang seperti itu.
"Kalau pria bersikap agresif dipandang bagus, kalau wanita dianggap bossy. Caranya adalah dengan penampilan tetap feminin meskipun harus tetap follow up apa yang ingin dicapai. Jadi demanding dengan cara luwes." ungkapnya lagi.
Selain Betti, acara yang dihadiri oleh puluhan wanita dari berbagai bidang tersebut menghadirkan beberapa wanita berprestasi lain. Beberapa di antaranya seperti Putri Tanjung selaku penggagas CreativePreneur, Karina Akib yang merupakan Strategic Partner Manager Google, Monica Carolina sebagai founder Nixia Gamer, dan lain-lain.
(ami/kik)










































