Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bisakah Sistem Kerja dari Rumah Diterapkan di Indonesia?

wolipop
Jumat, 13 Mar 2015 18:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi/Wolipop
Jakarta -

Kecanggihan teknologi memang membuat segala hal menjadi lebih mudah, tak terkecuali urusan pekerjaan. Dengan gadget, karyawan bisa mengerjakan tugas dari mana saja, mulai dari rumah hingga kendaraan. Demi membuat waktu dan pengeluaran lebih efesien beberapa perusahaan bahkan memperbolehkan karyawan untuk satu hari tidak datang ke tempat kerja.

Menghasilkan uang tanpa keluar rumah sepertinya menjadi hal yang didambakan banyak karyawan. Karena meski 76% orang mengaku bekerja lebih baik ketika berada di meja kantor, 48% dari mereka juga sering mendapat gangguan. Keadaan ruangan yang kurang kondusif membuat para pekerja harus menggunakan earphone demi meningkatkan konsentrasi. Hal tersebut ternyata dilakukan satu dari lima profesional.

Data-data itu diperoleh dari riset yang dilakukan Dell dan Intel pada 4.764 karyawan dari 12 negara. Survei yang dimulai pada Juli hingga September 2014 tersebut juga mengungkapkan bahwa berada di kantor pun tidak membuat komunikasi antar karyawan menjadi lebih baik. Karena 51% dari mereka lebih sering menggunakan IM atau email untuk berbicara dari pada langsung bertatap muka. Lalu apakah ini saat yang tepat untuk mendukung ‎kerja dari rumah?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎"Para eksekutif sebenarnya sudah sadar karyawan bisa bekerja dari rumah. Kenapa mereka belum memperbolehkan? Karena mereka belum punya tool untuk memonitor produktivitas," ungkap Timotius Oyong selaku Pakar Sumber Daya Manusia dan Karier‎ saat penjabaran riset Dell Global Evolving Workforce di @America, Pacific Place, Jakarta, Jumat, (13/3/2014).

Menurut Oyong, kemacetan serta kondisi cuaca yang terjadi di Indonesia sudah mulai menyadarkan para eksekutif bahwa sebagian tugas bisa dikerjakan di rumah. Ia berpendapat jika cara ini sebenarnya bisa diterapkan oleh karyawan Indonesia karena mereka 'royal'. Orang Indonesia tidak segan-segan menghabiskan pengeluaran untuk urusan gadget dan internet. Menurutnya hal itu adalah keuntungan tersendiri bagi para bos.

‎Menurut hasil riset, karyawan yang pernah bekerja di rumah merasakan sejumlah efek positif. 30% dari mereka menyatakan bisa tidur lebih banyak, 40% mengungkapkan waktu di perjalanan menjadi lebih sedikit, sementara 46% merasa berkurangnya rasa stress. Meski begitu, bekerja di rumah juga ada sisi buruknya seperti kerap diganggu keluarga, menjadi kurang bergerak, serta menunda pekerjaan.

Selain memiliki sisi negatif tersendiri, bekerja di rumah juga tidak bisa diterapkan di segala bidang. Namun metode seperti itu tentu akan menguntungkan bagi beberapa profesi yang bersifat individual atau ibu rumah tangga yang mau bekerja. Sebagai seorang istri serta ibu yang tetap ingin berkarier, Nuniek Tirta Sari pun merasakan manfaat dari bekerja dari rumah. Nuniek yang merupakan inisiator #startuplokal itu cukup bisa menyeimbangkan peran-perannya setelah bekerja di rumah.

"Sekarang bekerja jadi lebih mudah karena ada gadget. ‎Menurut saya kita diberi banyak talent sama Tuhan pasti dengan tujuan. Kalau kita bekerja kita bisa lebih berguna tidak hanya untuk keluarga tapi juga orang lain," ungkap wanita yang pernah membangun hamilcantik. itu.
 
Yohan Wijaya selaku Head of MNC Sales, Intel Indonesia pun menambahkan jika metode tersebut bisa dilakukan dengan kebijakan yang mendukung dari perusahaan. Misalnya dengan menghapus aturan absen. Ia berpendapat bekerja di rumah dapat meningkatkan produktivitas karena menghemat waktu perjalanan. ‎

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads