Sisa Hidup Dihabiskan Jadi Petugas Kebersihan, Pria Ini Ternyata Miliuner
wolipop
Jumat, 06 Feb 2015 14:39 WIB
Jakarta
-
Pria bernama Ronald Read ini menghabiskan hari tuanya dengan bekerja sebagai petugas kebersihan dan pom bensin. Tak ada yang menyangka sosok di balik pria yang sehari-harinya tampak seperti orang biasa itu ternyata memiliki kekayaan hingga miliaran rupiah.
Ronald baru diketahui sebagai seorang miliuner setelah dia meninggal. Selama hidupnya dia sama sekali tidak terlihat seperti pria yang memiliki harta berlimpah. Sehari-harinya saat bekerja sebagai petugas kebersihan dan pom bensin dia menjalani hidup yang sederhana.
Barulah pasca pria 92 tahun itu wafat, orang-orang yang tinggal di kawasan Brattleboro, Vermont, Amerika Serikat itu mengetahui sosoknya yang sebenarnya. Setelah tiada, melalui pengacaranya, Ronald mewariskan hartanya ke sejumlah tempat.
Pertama dia memberikan sumbangan US$ 1,2 juta atau sekitar Rp 15 miliar kepada perpustakaan setempat, Brooks Memorial Library. Kedua, dia menyumbangkan US$ 4,8 juta atau sekitar Rp 61 miliar kepada rumah sakit setempat, Brattleboro Memorial Hospital.
"Sumbangan ini bagaikan petir dari langit," kata Direktur Eksekutif Brooks Memorial Library Jerry Carbone seperti dikutip Mirror.
Pengacara Ronald, Laurie Rowell, mengatakan kliennya sangat suka membaca Wall Street Journal. Menurutnya dari sanalah pria baik hati itu memperoleh kekayaan. "Dia sangat pintar dalam berinvestasi," kata Laurie.
Ronald diketahui lulus dari Sekolah Menengah Brattleboro pada 1940. Dia menjalani tugas militer ke Afrika Utara dan Italia pada Perang Dunia II. Dia menikah dengan wanita yang sudah memiliki dua anak. Salah satu anak tirinya belum bisa dimintai komentarnya terkait meninggalnya Ronald ini.
(eny/eny)
Ronald baru diketahui sebagai seorang miliuner setelah dia meninggal. Selama hidupnya dia sama sekali tidak terlihat seperti pria yang memiliki harta berlimpah. Sehari-harinya saat bekerja sebagai petugas kebersihan dan pom bensin dia menjalani hidup yang sederhana.
Barulah pasca pria 92 tahun itu wafat, orang-orang yang tinggal di kawasan Brattleboro, Vermont, Amerika Serikat itu mengetahui sosoknya yang sebenarnya. Setelah tiada, melalui pengacaranya, Ronald mewariskan hartanya ke sejumlah tempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sumbangan ini bagaikan petir dari langit," kata Direktur Eksekutif Brooks Memorial Library Jerry Carbone seperti dikutip Mirror.
Pengacara Ronald, Laurie Rowell, mengatakan kliennya sangat suka membaca Wall Street Journal. Menurutnya dari sanalah pria baik hati itu memperoleh kekayaan. "Dia sangat pintar dalam berinvestasi," kata Laurie.
Ronald diketahui lulus dari Sekolah Menengah Brattleboro pada 1940. Dia menjalani tugas militer ke Afrika Utara dan Italia pada Perang Dunia II. Dia menikah dengan wanita yang sudah memiliki dua anak. Salah satu anak tirinya belum bisa dimintai komentarnya terkait meninggalnya Ronald ini.
(eny/eny)











































