Bukan Hanya untuk Pejabat, Ini Pentingnya Pencitraan dalam Karier Anda
wolipop
Rabu, 28 Jan 2015 19:10 WIB
Jakarta
-
Bagaimana Anda menggambarkan personal branding Anda? Mungkin itu adalah salah satu pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab. Hal tersebut pun cukup wajar mengingat tak semua orang mengetahui dan mengerti dengan baik personal banding atau pencitraan seperti apa yang ingin ditonjolkan.
Sebagian dari Anda mungkin bahkan tak pernah terpikir untuk membentuk imej atau merasa pencitraan hanya dilakukan tokoh publik yang sering terekspos media. Namun pikiran tersebut tentu saja kurang tepat. Pencitraan jelas bisa dilakukan semua orang terutama mereka yang ingin mengembangkan karier atau mempertahankannya.
"Pencitraan adalah hal yang baik sebenarnya, karena pasti orang nggak mau dibilang jelek. Ketika seseorang ingin membuat citra tertentu boleh-boleh saja asal expertise dan value-nya dia sesuai dengan apa yang dia citrakan," ujar presenter ternama Erwin Parengkuan saat peluncuran buku Personal Brand-Inc di Kinokuya, Plaza Senayan, Rabu (28/1/2015).
Entah mengapa istilah 'pencitraan' memiliki konotasi negatif di kalangan masyarakat Indonesia, mungkin karena para politisi yang paling sering melakukannya dan menerapkan strategi secara kurang tepat. Bahkan tak sedikit dari mereka yang ternyata hanya 'berlindung' pada imej yang terkesan baik demi kepentingan diri sendiri yang mungkin jauh dari kata baik.
Baca juga: 6 Langkah Negosiasi Kenaikan Gaji Atau Pangkat dengan Atasan
Tentu saja bukan personal branding seperti itu yang harus Anda lakukan. Namun lebih kepada mengenal diri sendiri. Menurut Becky Tumewu selaku pengajar dan komisaris sekolah komunikasi TALK-inc, pembentukan imej menjadi sebuah strategi penting karena dapat membuat Anda lebih dikenal. Ketika Anda sudah dikenali banyak orang, potensi untuk penawaran kerja yang lebih besar menjadi lebih terbuka. Contohnya jika Anda membangun imej diri untuk terkesan tegas dan disiplin, ada kemungkinan atasan akan menunjuk Anda untuk memimpin sebuah proyek tertentu.
Branding ini juga bisa menjauhkan Anda dari kebiasaan yang kurang berguna atau akan menjauhkan Anda dari pencapaian kesuksesan. Misalnya saja Anda ingin dikenal sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya. Pasti Anda tidak akan melakukan tindak kecurangan dalam bekerja.
Sayangnya tak semua orang mengerti cara membentuk imej diri. Bagi orang yang memiliki banyak uang, seperti CEO, politisi, atau artis mungkin bisa menyewa jasa pelatih komunikasi seperti Erwin Parengkuan dan Becky Tumewu. Namun jika tidak, tak perlu khawatir. Dua presenter tersebut telah menuangkan segala strategi pencintraan diri dalam sebuah buku terbaru berjudul Personal Brand-Inc. Buku ke dua mereka ini dikerjakan selama dua tahun dengan konsep serupa selfhelp sehingga lebih personal.
Baca juga: Ini Kelebihan Orang yang Punya Kamar Berantakan
"Buku ini untuk semua orang yang ingin mengenal dan mempresentasikan dirinya secara lebih baik. Dengan melakukan personal branding, karier bisa lebih singkat mencapai titik-titik tertentu," ujar Becky.
Dalam buku dipaparkan cara mengetahui pencitraan yang sesuai dengan kepribadian. Dipaparkan pula komponen-komponen utama yang mendorong kesuksesan branding, yaitu nilai, kemampuan, keterampilan, perilaku, penampilan, keunikan, prestastasi, dan sebagainy. Komponen itu pun disertai contoh yang akan memudahkan pembaca lebih mengerti materi. Ada pula wawancara eksklusif dengan empat tokoh ternama mengenai personal branding mereka, antara lain Jusuf Kalla, Merry Riana, Titi DJ dan Kevin Aprilio.
Buku 170 halaman itu juga dilengkapi dengan DVD wawancara keempat tokoh di atas. Buku ini dijual seharga Rp 150 ribu.
(ami/hst)
Sebagian dari Anda mungkin bahkan tak pernah terpikir untuk membentuk imej atau merasa pencitraan hanya dilakukan tokoh publik yang sering terekspos media. Namun pikiran tersebut tentu saja kurang tepat. Pencitraan jelas bisa dilakukan semua orang terutama mereka yang ingin mengembangkan karier atau mempertahankannya.
"Pencitraan adalah hal yang baik sebenarnya, karena pasti orang nggak mau dibilang jelek. Ketika seseorang ingin membuat citra tertentu boleh-boleh saja asal expertise dan value-nya dia sesuai dengan apa yang dia citrakan," ujar presenter ternama Erwin Parengkuan saat peluncuran buku Personal Brand-Inc di Kinokuya, Plaza Senayan, Rabu (28/1/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 6 Langkah Negosiasi Kenaikan Gaji Atau Pangkat dengan Atasan
Tentu saja bukan personal branding seperti itu yang harus Anda lakukan. Namun lebih kepada mengenal diri sendiri. Menurut Becky Tumewu selaku pengajar dan komisaris sekolah komunikasi TALK-inc, pembentukan imej menjadi sebuah strategi penting karena dapat membuat Anda lebih dikenal. Ketika Anda sudah dikenali banyak orang, potensi untuk penawaran kerja yang lebih besar menjadi lebih terbuka. Contohnya jika Anda membangun imej diri untuk terkesan tegas dan disiplin, ada kemungkinan atasan akan menunjuk Anda untuk memimpin sebuah proyek tertentu.
Branding ini juga bisa menjauhkan Anda dari kebiasaan yang kurang berguna atau akan menjauhkan Anda dari pencapaian kesuksesan. Misalnya saja Anda ingin dikenal sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya. Pasti Anda tidak akan melakukan tindak kecurangan dalam bekerja.
Sayangnya tak semua orang mengerti cara membentuk imej diri. Bagi orang yang memiliki banyak uang, seperti CEO, politisi, atau artis mungkin bisa menyewa jasa pelatih komunikasi seperti Erwin Parengkuan dan Becky Tumewu. Namun jika tidak, tak perlu khawatir. Dua presenter tersebut telah menuangkan segala strategi pencintraan diri dalam sebuah buku terbaru berjudul Personal Brand-Inc. Buku ke dua mereka ini dikerjakan selama dua tahun dengan konsep serupa selfhelp sehingga lebih personal.
Baca juga: Ini Kelebihan Orang yang Punya Kamar Berantakan
"Buku ini untuk semua orang yang ingin mengenal dan mempresentasikan dirinya secara lebih baik. Dengan melakukan personal branding, karier bisa lebih singkat mencapai titik-titik tertentu," ujar Becky.
Dalam buku dipaparkan cara mengetahui pencitraan yang sesuai dengan kepribadian. Dipaparkan pula komponen-komponen utama yang mendorong kesuksesan branding, yaitu nilai, kemampuan, keterampilan, perilaku, penampilan, keunikan, prestastasi, dan sebagainy. Komponen itu pun disertai contoh yang akan memudahkan pembaca lebih mengerti materi. Ada pula wawancara eksklusif dengan empat tokoh ternama mengenai personal branding mereka, antara lain Jusuf Kalla, Merry Riana, Titi DJ dan Kevin Aprilio.
Buku 170 halaman itu juga dilengkapi dengan DVD wawancara keempat tokoh di atas. Buku ini dijual seharga Rp 150 ribu.
(ami/hst)











































