Memulai Bisnis Modal Minim

Resep Sukses Pertahankan Bisnis dari Martha Tilaar

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 23 Jan 2015 16:50 WIB
Foto: Julius/Wolipop
Jakarta -

Kiprah Martha Tilaar di dunia bisnis kecantikan sudah tak diragukan lagi. Sejumlah brand kosmetik seperti Sariayu, Biokos, dan PAC menjadi salah satu produk yang dihasilkan. Bahkan pemasarannya sudah sampai ke luar negeri, seperti Singapura, Hongkong, Brunei, hingga Amerika dan Australia.

Memulai usahanya sejak 1969 silam, wanita 78 tahun ini tentu saja pernah dihadapkan dengan sejumlah kendala dan tantangan. Namun berkat ketekunan dan sikap disiplinnya, bisnis yang awalnya dirintis berkat 'sumbangan' modal dari para keluarga dan hasil menjual peralatan rumah tangga ini tetap bisa berjalan hingga sekarang. Bagaimana caranya?

1. Mau Berusaha
Salah satu kunci mempertahankan bisnis menurut wanita kelahiran Gombong, Jawa Tengah ini adalah mempunyai semangat usaha yang tinggi. Ia teringkat ketika belajar di Amerika, dirinya sama sekali tidak mengetahui apapun tentang tata rias khas Indonesia. "Waktu itu saya ujian, disuruh menjelaskan tentang riasan Indonesia. Saya sama sekali nggak tahu apa-apa dan merasa kurang mengenal Indonesia," jelasnya saat berbincang dengan Wolipop di PT. Martina Berto, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (20/1/2015).

Sejak saat itulah, Martha mulai berusaha dan rajin mencari tahu tentang kebudayaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang kemudian menjadi inspirasi utamanya dalam merilis produk kecantikan. Misalnya saja tren warna kosmetik yang terinspirasi dari keindahan Raja Ampat di Papua, hingga pesona kecantikan laut Karimun Jawa.

2. Peduli
Istri dari Alex Tilaar ini termasuk orang yang sangat memperhatikan nasib kaum wanita lainnya yang tidak mempunyai keterampilan bekerja. Atas dasar inilah ia membentuk pusat pelatihan pendidikan bagi para calon TKW agar bisa menjadi terapis profesional. Dengan niat mulia, Martha bahkan tidak memungut bayaran sepeserpun dari para pesertanya.

"Daripada mereka menjadi TKW atau pekerja seks komersial (PSK) yang dikirim ke luar negeri, lebih baik kita beri pelatihan biar bisa kerja di Spa jadi tenaga ahli," katanya. Kini pusat pelatihan bernama Balisari ini telah menghasilkan lebih dari 4 ribu terapis yang sudah tersebar di seluruh Indonesia bahkan hingga ke luar negeri.

3. Mau Belajar
Wanita yang dulu pernah membuka salon di garasi rumahnya ini memang sudah tertarik pada bidang kecantikan sejak lama. Salah satu cita-citanya pada kala itu ingin membuat produk kecantikan dengan menggunakan bahan-bahan alami.

Belajar dari sang eyang, Martha mulai membuat ramuan-ramuan tradisional dengan bahan-bahan yang mudah didapat seperti jeruk nipis, madu, kunyit, beras, dan putih telur untuk mengatasi segala macam permasalahan kulit. Ramuan tersebut terus di teliti dan dimodifikasi agar mendapatkan hasil yang maksimal. Hingga kini, bahan-bahan alami tersebut menjadi salah satu kandungan utama pada setiap produk perawatan kulit yang diproduksinya.

4. Ikhlas
Demi mengenalkan produknya kepada masyarakat luas, ibu empat anak ini pernah menciptakan konsep kecantikan Rahasia Puteri Keraton yang bekerja sama dengan salah satu rekannya. Namun sayangnya kolaborasi ini hanya berlangsung sekitar satu tahun dan berakhir dengan kebangkrutan.

Martha pun mencoba untuk ikhlas dan berusaha bangkit kembali hingga berhasil melakukan kerja sama dengan PT. Kalbe Pharma yang mengembangkan produk Marta Tilaar Group hingga 22 tahun lamanya. Bahkan ia juga berhasil membeli perusahaan tersebut saat Tanah Air sedang dilanda krisis moneter di tahun 1999.

(int/eny)