Memulai Bisnis Modal Minim

Pinjam Uang ke Bank untuk Modal Usaha, Bolehkah?

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 23 Jan 2015 15:44 WIB
Dok. Thinkstock Dok. Thinkstock

Jakarta -

Membuka usaha kecil menengah (UKM) bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk para wanita. Ada banyak contoh bisnis yang bisa dilakukan oleh mereka, mulai dari bidang kuliner, fashion hingga jasa.

Faktor yang paling penting untuk membuka suatu usaha adalah ketersediaan modal yang memadai dan biasanya didapat melalui dana pribadi. Namun bagaimana jika dana tersebut belum cukup? Bolehkah kita meminjamnya ke bank?

Widya Kusuma yang merupakan wakil presiden direktur di salah satu perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia mengatakan, sah-sah saja jika ingin berutang modal ke bank. "Pemikiran zaman dulu kan kalau kita ngutang ke bank takutnya bahaya, terlilit utang. Tapi pola pemikiran yang baru adalah, Anda diharuskan untuk berutang, asalkan utangnya produktif," paparnya saat berbincang dengan Wolipop di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Utang produktif yang dimaksud adalah uang yang didapatkan dari hasil pinjaman bank akan berguna dan bisa menghasilkan sesuatu yang menguntungkan. Lebih lanjut wanita yang biasa disapa Widya ini memberi contoh, jika ingin membeli mobil untuk membuka suatu usaha, pastikanlah Anda memiliki tujuan yang jelas.

"Misalnya Anda mau beli mobil untuk antar jemput anak sekolah, eh ternyata bisa juga antar jemput anak-anak lain yang rumahnya berdekatan. Kan bisa sekalian dapat penghasilan. Nah kalau seperti ini boleh berutang ke bank," jelasnya lagi.

Namun jangan lupa untuk menghitung semua biaya secara rinci, mulai dari biaya cicilan mobil per bulan, penghasilan antar jemput, pengeluaran bensin termasuk gaji supir. Jika hitungan ini dirasa sesuai, Widya menilai mengajukan utang ke bank bisa saja dilakukan.

Lebih lanjut ia mengatakan tidak semua usaha bisa mendapatkan untung di tahun pertama. Maka dari itu Anda disarankan untuk tetap sabar dan konsisten dalam menjalani usaha. Di tahun pertama bisa saja untung yang didapat tidak sebanding atau bahkan minus, jadi terus saja jalani dengan tekun hingga tahun kedua sampai akhirnya bisa balik modal dan membayarkan utang ke bank.

"Jadi kalau ada yang nanya ngutang ke bank boleh gak? Boleh banget asal produktif. Tapi ada juga orang yang ngutang ke bank untuk beli motor atau mobil buat gaya-gayaan saja. Nah itu yang namanya utang konsumtif dan sangat tidak disarankan," katanya.

Jika Anda ingin meminjam modal usaha pada bank, sebaiknya ketahui pula risikonya. Seperti yang dituturkan oleh Farah Dini Novita, perencana keuangan dari Zeus Consulting, biasanya bank akan mengabulkan permohonan pinjaman apabila bisnis yang dijalankan sudah mulai mendapatkan untung.

"Kalau mau pinjam modal ke bank memang harusnya bisnis sudah settle ya, soalnya mereka nggak sembarangan kasih pinjam. Harus dihitung juga berapa bunga bank nya, apakah keuntungan yang didapat bisa menutupi cicilan pinjaman di bank? Pikirkan dulu baik-baik," ujarnya saat dihubungi Wolipop melalui telepon, Kamis (22/1/2015).

Dini juga menyarankan jika bisnis yang dilakukan terhitung masih baru dan belum terlihat keuntungannya, melakukan pinjaman ke bank sebaiknya menjadi pilihan terakhir.

(int/hst)