Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ini 2 Aturan Bergaul Jika Ingin Jadi Orang Kaya

wolipop
Rabu, 24 Sep 2014 17:47 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Menjadi orang kaya bukan berarti Anda hidup dengan berlimpah kemewahan. Orang dengan mental kaya justru memiliki gaya hidup sederhana. Bagaimana bisa memiliki mental (orang) kaya ini? Berikut ini dua aturan dalam pergaulan ketika ingin berhenti menjadi orang dengan mental miskin seperti dijelaskan penulis buku Discovering Your Black Box: Menuju Kaya dengan Pendekatan Psikologi, Roslina Verauli, M.Psi.

Agar jalan pikiran Anda tidak lagi dihiasi mental (orang) miskin yang perlu dilakukan adalah dengan stop bergaul bersama mereka yang juga bermental miskin. Orang-orang ini justru akan menghambat Anda untuk memiliki mental kaya.

"Kalau dengan teman nggak perlu terpengaruh. Jadi sebaiknya pilih-pilih teman. Pilih teman yang nilai kehidupannya sama dengan Anda. Bertemanlah dengan sesama mental kaya," ujar psikolog yang akrab disapa Vera itu saat ditemui di sela-sela peluncuran bukunya di Pisa Cafe, Jl. Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika berteman dengan orang yang sudah memiliki mental kaya, Anda akan melihat bagaimana mereka menjalani hidup bukan dengan hedonisme dan matrealistis. Orang dengan mental kaya ini memahami perbedaan kebutuhan vs keiginan, bisa mengendalikan diri dalam membelanjakan uang, selalu mengedukasi dirinya tentang definisi utang, cash dan investasi serta terakhir mampu berwirausaha.

Sedangkan orang dengan mental miskin, cenderung menjalani hidupnya karena adanya kebutuhan untuk tampil atau gengsi. Mereka tidak bisa membedakan mana yang kebutuhan dan keinginan.

Seperti apa perbedaan soal kebutuhan dan keinginan ini antara si mental kaya dan miskin? Dalam bukunya Vera memaparkan mereka yang bermental kaya cenderung menganalisis mana yang sungguh-sungguh kebutuhan dan keinginan. Mereka cenderung penuh perhitungan. Sedangan si mental miskin selalu mendorong dirinya, dengan berbagai usaha, untuk melompat memenuhi kebutuhan di tahap yang lebih tinggi. Padahal kenyataannya mereka tidak berada di tahap pemenuhan kebutuhan tersebut.

Contoh nyatanya adalah ketika orang kini selalu kecanduan gadget terbaru. Ketika orang tersebut melakukan berbagai cara untuk membeli gadget tersebut, termasuk dengan utang kartu kredit, artinya dia masih bermental miskin. Sedangkan mereka yang bermental kaya, memilih sabar menunggu hingga nantinya bisa membeli gadget terbaru tanpa perlu melakukan usaha lebih dalam mendapatkan benda tersebut. Uang yang dipakai untuk membeli gadget ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan mereka.

Aturan kedua dalam pergaulan jika ingin menjadi orang kaya, menurut Vera, adalah pastikan Anda mampu menahan mental. Orang-orang dengan mental kaya cenderung disebut irit atau bahkan pelit. Kenyataannya, ditegaskan psikolog yang sudah menerbitkan tiga buku ini, si mental kaya memilih hidup sederhana.

"Kalau diomongin ya masa bodoh, cuek saja, tahan mental. Ngapain omongan orang dengan mental miskin diikuti," tukas Vera.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads