Liputan Khusus Karyawan Baru
Perhatikan! Do's & Don'ts Menjadi Karyawan Baru (Bag. 1)
Sebagai seorang karyawan baru di perusahaan, adalah hal yang sangat wajar apabila kita masih belum mengetahui apa-apa tentang lingkungan perusahaan. Misalnya sifat dan karakter atasan atau rekan kerja, peraturan dalam bekerja, sistem kerja dan lain sebagainya. Untuk itu, tidak ada salahnya memperhatikan beberapa hal penting yang tidak tertulis di dalam peraturan perusahaan. Ini dia do's and don'ts ketika masih menjadi karyawan baru.
Do's:
1. Ramah
Sebagai karyawan baru, biasakanlah untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Usahakan untuk bersikap ramah kepada siapapun karena akan membangun persepsi yang baik di mata semua orang. Jangan memilih-milih untuk bersikap ramah karena ini berkenaan dengan pencitraan yang Anda bangun.
2. Proaktif
Usahakan untuk bersikap proaktif. Jangan pernah menunggu diberikan pekerjaan tetapi berusahalah untuk bersikap aktif. Menurut pembicara dan motivator kepemimpinan Ainy Fauziah, karyawan yang bersikap proaktif tidak akan pernah membiarkan dirinya diam dan menungu pekerjaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Senang Membantu
Membantu tanpa pamrih kepada siapapun adalah salah satu cara yang bisa dilakukan oleh karyawan baru. Bantulah siapa aja, termasuk office boy atau pesuruh kantor. Ketika ada rekan kantor yang merasa kesulitan, jangan sungkan untuk membantu sebisa Anda, ini akan menjadi nilai lebih di mata rekan-rekan dan atasan.
Tapi usahakan tetap tahu batasannya. Jangan sampai Anda mengerjakan yang terlalu melenceng jauh dari desk job sebenarnya.
4. Belajar Hal Baru
Jangan ragu untuk belajar sesuatu hal yang baru. Tidak takut untuk merasa gagal atas apa yang telah dilakukan dan berusaha untuk lebih baik lagi. Tidak ada salahnya untuk mempelajari hal baru karena dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
"Menurut saya, sebaiknya kita tidak boleh mengatakan 'kerjaan ini tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan saya!' karena kita tidak akan pernah menemukan ini di dalam dunia pekerjaan. Teori yang diajarkan di kampus tidak berlaku lagi di dunia kerja," jelas Ainy.
5. Berpikiran Terbuka
Sesuatu yang karyawan lakukan memang tidak selalu benar di mata atasan, namun Anda dapat menyiasatinya dengan mempunyai pikiran terbuka. Menerima masukan, saran atau kritik dari atasan atau rekan kerja dengan lapang dada adalah hal yang sebaiknya dilakukan. Serap kritikan yang membangun dan usahakan tidak tersinggung dengan kritikan yang menjatuhkan karena ini juga perlu untuk melatih mental. Dengan begitu Anda bisa lebih berkembang dan jadi karyawan yang tangguh.
6. Profesional
Mempunyai masalah pribadi memang kadang berdampak pada kinerja kerja di kantor. Sebaiknya, jangan gabungkan urusan pribadi dan pekerjaan karena ini akan membuat performa kerja menurun. Jangan pernah membawa urusan pekerjaan ke rumah dan begitu juga sebaliknya. Bersikaplah layaknya seorang profesional yang selalu siap dengan pekerjaan di manapun dan kapanpun.
Untuk don'ts bagi karyawan baru, tunggu di bagian kedua artikel ini.
(ami/hst)
Makanan & Minuman
Pecinta Pedas Wajib Coba! Camilan dari MAICIH Bisa Jadi Andalan Saat Santai dan Bikin Auto Nagih
Perawatan dan Kecantikan
Rambut Rontok Parah Bikin Minder? Saatnya Coba Suplemen Rambut Rontok yang Diformulasikan Khusus dari Dalam!
Olahraga
Kurangi Pegal dan Kram Saat Lari dengan Insole Empuk yang Lebih Supportive
Home & Living
Cara Ampuh Membersihkan Wajan Stainless Gosong ala Certified Cleaner Rany Soetanto
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Adu Gaya Kim Tae Ri Pakai Bra di Show Prada, Karina Tampil Bergaun Putih
Viral Wanita Cantik Curi Atensi Saat Nonton Liga Champions, Terungkap Sosoknya
Potret Wulan Guritno Jalani Oplas di Korea Agar Kulit Lebih Kencang
Pasangan Artis China Batal Nikah, Calon Istri Ogah Belajar Bahasa Inggris











































