Liputan Khusus Kecanduan Kartu Kredit
Penyebab Utama Orang Jadi Ketergantungan Kartu Kredit
wolipop
Jumat, 15 Agu 2014 09:21 WIB
Jakarta
-
Di zaman modern seperti sekarang ini, memiliki kartu kredit sudah menjadi hal yang biasa. Banyak orang memiliki tidak hanya satu, tapi lebih dari dua kartu kredit.
Tuntutan sosial dan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang memicu orang untuk memiliki kartu kredit. Ditambah lagi banyaknya bank yang berlomba-lomba menawarkan produknya dengan berbagai keuntungan menarik, menjadikan kartu kredit semakin mudah untuk dimiliki.
Fungsi dari kartu kredit idealnya adalah sebagai alat bantu pembayaran atau pengganti uang tunai yang kemudian akan dibayarkan penuh pada setiap bulannya. Penggunaannya juga dibatasi sesuai plafon kredit yang diberikanb pihak bank penerbit kartu kredit. Seiring dengan berkembangnya dunia perbankan, berbagai jenis kartu kredit dikeluarkan, yang telah disesuaikan dengan keperluan masing-masih nasabah.
Jenis kartu kredit umumnya berupa jenis silver dengan pagu (plafon) kredit empat juta, kartu kredit jenis gold Rp 5 juta - Rp 20 juta dan kartu kredit jenis platinum lebih dari Rp 20 juta. Selain ketiga jenis kartu kredit tersebut, ada pula kartu kredit berjenis ultima yang mencapai Rp100 juta. Kartu kredit jenis ini biasanya diberikan kepada nasabah bank yang dianggap loyal.
Kebanyakan orang awam menganggap bahwa memiliki kartu kredit berarti mempunyai ekstra dana sejumlah pagu kredit yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Padahal, pemikiran seperti ini kurang tepat karena tagihan harus dibayarkan dengan bunga apabila tidak melakukan pembayaran penuh. Bunga dari tagihan kredit akan terus terakumulasi di bulan berikutnya apabila tidak segera melunasi tagihan pembayaran.
Menggunakan kartu kredit memang dirasa lebih praktis dan efisien, tetapi Anda harus berhati-hati dalam penggunaannya karena dapat menyebabkan ketergantungan pada kartu kredit apabila digunakan secara terus menerus. Sebanyak 80% dari faktor ketergantungan kartu kredit merupakan masalah habit atau kebiasaan. Desakan sosial dari lingkungan sekitar dan gaya hidup juga turut menjadi faktor pendukung dari ketergantungan kartu kredit.
Orang-orang terbiasa menggunakan kartu kredit untuk membeli barang mewah yang sebenarnya belum layak untuk dimiliki. Faktor lain yang menyebabkan ketergantungan kartu kredit adalah, ada sebagian orang yang memiliki gaji yang kecil tetapi mempunyai kebutuhan hidup yang tinggi sehingga menggunakan kartu kredit menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Menurut Dwita Ariani, seorang perencana keuangan, menggunakan kartu kredit untuk membiayai kebutuhan hidup menjadi salah satu tanda peringatan bahwa gaya hidup yang dilakukan sudah tidak benar.
"Saya selalu memfokuskan kepada klien saya bagaimana caranya supaya bisa hidup dengan standar yang sesuai dengan pilihannya. Kalau memang kebutuhannya sudah tidak bisa diminimalisir, berarti yang harus dilakukan adalah menambah pendapatan,” pungkasnya kepada Wolipop, saat berbincang di kantornya, Zelts Consulting, Jl. Timor No. 25, Menteng, Jakarta Pusat.
(hst/hst)
Tuntutan sosial dan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang memicu orang untuk memiliki kartu kredit. Ditambah lagi banyaknya bank yang berlomba-lomba menawarkan produknya dengan berbagai keuntungan menarik, menjadikan kartu kredit semakin mudah untuk dimiliki.
Fungsi dari kartu kredit idealnya adalah sebagai alat bantu pembayaran atau pengganti uang tunai yang kemudian akan dibayarkan penuh pada setiap bulannya. Penggunaannya juga dibatasi sesuai plafon kredit yang diberikanb pihak bank penerbit kartu kredit. Seiring dengan berkembangnya dunia perbankan, berbagai jenis kartu kredit dikeluarkan, yang telah disesuaikan dengan keperluan masing-masih nasabah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebanyakan orang awam menganggap bahwa memiliki kartu kredit berarti mempunyai ekstra dana sejumlah pagu kredit yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Padahal, pemikiran seperti ini kurang tepat karena tagihan harus dibayarkan dengan bunga apabila tidak melakukan pembayaran penuh. Bunga dari tagihan kredit akan terus terakumulasi di bulan berikutnya apabila tidak segera melunasi tagihan pembayaran.
Menggunakan kartu kredit memang dirasa lebih praktis dan efisien, tetapi Anda harus berhati-hati dalam penggunaannya karena dapat menyebabkan ketergantungan pada kartu kredit apabila digunakan secara terus menerus. Sebanyak 80% dari faktor ketergantungan kartu kredit merupakan masalah habit atau kebiasaan. Desakan sosial dari lingkungan sekitar dan gaya hidup juga turut menjadi faktor pendukung dari ketergantungan kartu kredit.
Orang-orang terbiasa menggunakan kartu kredit untuk membeli barang mewah yang sebenarnya belum layak untuk dimiliki. Faktor lain yang menyebabkan ketergantungan kartu kredit adalah, ada sebagian orang yang memiliki gaji yang kecil tetapi mempunyai kebutuhan hidup yang tinggi sehingga menggunakan kartu kredit menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Menurut Dwita Ariani, seorang perencana keuangan, menggunakan kartu kredit untuk membiayai kebutuhan hidup menjadi salah satu tanda peringatan bahwa gaya hidup yang dilakukan sudah tidak benar.
"Saya selalu memfokuskan kepada klien saya bagaimana caranya supaya bisa hidup dengan standar yang sesuai dengan pilihannya. Kalau memang kebutuhannya sudah tidak bisa diminimalisir, berarti yang harus dilakukan adalah menambah pendapatan,” pungkasnya kepada Wolipop, saat berbincang di kantornya, Zelts Consulting, Jl. Timor No. 25, Menteng, Jakarta Pusat.
(hst/hst)











































