Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

4 Nasihat dalam Pekerjaan yang Tidak Perlu Diikuti

wolipop
Jumat, 30 Mei 2014 16:44 WIB
...
Dok. Thinkstock
Jakarta - Entah dari orang tua, teman, atau kolega, pasti banyak nasihat soal pekerjaan yang telah Anda dengar. Namun apa semuanya harus diikuti? Tentu saja tidak. Demi mencapai kesuksesan karier, janganlah selalu 'tunduk' pada saran-saran yang sebenarnya kurang membangun dan mungkin sudah ketinggalan zaman. Banyak orang sukses di dunia yang tak memikirkan pendapat orang lain bahkan melakukan tindakan outside the box pada perjalanan karirnya. Inilah beberapa nasihat karier yang tidak perlu Anda ikuti, seperti dikutip dari BBC.

1. Pekerja yang Sering Pindah Kantor Dihindari Perusahaan
Takut dipandang buruk karena sering pindah pekerjaan? Jangan terlalu mendengarkan anggapan yang mengatakan bahwa pekerja yang sering berpindah dan hanya menetap sebentar di beberapa perusahaan akan sulit mendapat kerja yang bagus.

Pelamar dengan riwayat seperti ini memang kerap ditakutkan akan melakukan hal yang sama atau dianggap tidak punya rencana masa depan. Namun sebenarnya pindah kerja adalah sebuah hal yang wajar karena setiap orang pasti ingin selalu mendapatkan yang terbaik. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jangka waktu karier di perusahaan lama dengan di tempat yang baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Selalu Berkontribusi Saat Meeting
Meeting kantor menjadi salah satu kesempatan dimana seorang pegawai dapat menunjukkan kerja keras serta kontribusinya. Tak heran, bila banyak dari mereka yang berusaha keras untuk aktif memberikan pendapat.

Tapi hal ini tidak sepenuhnya benar. Jika Anda tidak memiliki ide yang kuat dan hanya sekadar memberi saran yang kurang bernilai, bisa-bisa atasan atau rekan-rekan menilai Anda sebagai orang yang hanya banyak bicara tapi sedikit bekerja.

3. Saat Kerja, yang Terpenting adalah Gajinya
Tidak bisa dipungkiri bahwa semua orang pasti membutuhkan uang. Namun sebaiknya Anda tidak berpatokan pada pendapatan ketika mencari sebuah pekerjaan. Menjalani karir yang bisa dinikmati bahkan terasa seperti hobi adalah sebuah kenikmatan hidup yang tak dapat dibeli dengan materi. Bekerjalah dengan hati, niscaya uang akan datang dengan sendirinya.

4. Datang Paling Pagi, Pulang Paling Malam
Agar terlihat sebagai pekerja yang rajin, tak sedikit pegawai yang menerapkan cara ini. Ada juga yang beranggapan bahwa datang paling awal, pulang paling akhir adalah cara tepat untuk menaiki tangga karir. Tentu saja hal ini tidak selalu benar. Pegawai seperti ini memang tergolong workaholic namun belum tentu seorang pekerja keras. Sebuah riset juga menunjukkan bahwa menjadi seorang workaholic bisa menyebabkan gangguan kesehatan, meningkatkan jumlah absen, bahkan penurunan performa kerja.

(ami/hst)
...
Hide Ads