Intimate Interview
Cherry Z. Riadi Lukman, Jadi Konsultan untuk Bantu Orang Agar Berkembang
Chief consultant assessment (CCA), merupakan profesi yang terbilang masih jarang di Indonesia. Profesi ini umumnya bertugas dalam membantu menangani berbagai macam kebutuhan suatu perusahaan, mulai dari perekrutan karyawan hingga berbagai masalah menyangkut tenaga kerja. Profesi yang cukup unik dan menantang ini, telah dijalani Cherry Zulviyanti Riadi Lukman kurang lebih selama tujuh tahun.
Ibu tiga anak yang memiliki hobi bernyanyi, menulis dan bermain piano ini sangat mencintai profesi yang ia jalankan. Menurutnya profesi menjadi seorang konsultan adalah hal yang menyenangkan dan juga dapat menambah wawasan, terutama dalam dunia konsultan sendiri. Apa sebenarnya profesi CCA itu, dan bagaimana Cherry menjalani kesehariannya? Berikut petikan wawancara Wolipop bersama Cherry di kantornya, Experd Consultant di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Bagaimana kesibukannya saat ini menjadi Chief consultant assessment?
Cukup padat, ada beberapa proyek perusahaan besar yang sedang saya kerjakan untuk saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chief consultant adalah perjalanan karir saya berikutnya. Setelah lulus kuliah dan masih fresh graduate awal bekerja dulu itu di BUMN - Jasa Marga dengan posisi sebagai divisi SDM, dimana pekerjaan ini masih terkait dengan psikologi industri dan organisasi. Lalu saya menemukan jodoh di BUMN, dan hal ini membuat saya harus mengundurkan diri karena peraturan yang melarang suami istri di dalam satu kantor. Setelah itu saya hamil dan memiliki anak, sehingga saya lebih memilih melanjutkan karir dengan bergabung menjadi assosicate freelance. Pekerjaan saat itu hanya berdasarkan proyek-proyek dari perusahaan. Di sela-sela sebagai assosicate freelance, saya juga membantu membuat artikel untuk majalah parenting. Jadi kebetulan saya sendiri juga suka dengan psikologi perkembangan, setelah kelahiran anak ke tiga barulah saya bergabung full time dengan Experd sekitar tahun 2007.
Apa alasan Anda memilih profesi ini, dibanding dengan profesi lainnya?
Alasan yang mendasari saya memilih profesi ini salah satunya karena latar belakang saya sebagai lulusan Fsayaltas Psikologi, Universitas Padjajaran dengan penjurusan Psikologi Industri dan Organisasi. Jurusan tersebut membahas mengenai psikologi yang terkait dengan perusahaan. Sebenarnya dulu saya ingin kuliah penjurusan Planologi, tapi Allah berkehendak lain untuk menakdirkan saya masuk di jurusan psikologi.
Sudah berapa lama Anda bergabung dengan Experd Consultant? Apakah setelah bergabung Anda langsung diposisikan menjadi chief consultant assessment?
Saya bergabung di Experd Consultant sudah hampir tujuh tahun. Jabatan saya saat ini tentunya melalui proses terlebih dahulu. Awal bergabung dengan Experd saya bekerja sebagai konsultan, seiring berjalannya waktu akhirnya saya diangkat menjadi chief consultant assessment.
Bisa diceritakan bagaimana awal mula Anda bisa bergabung di Experd Consultant?
Karena pengalaman saya sebelumnya yang sering terlibat sebagai associate (rekan-red), membuat saya banyak memiliki teman sesama psikologi yang juga menjadi associate. Dari situ saya diajak untuk bergabung dengan Experd, karena kebetulan sedang ada proyek jadi saya coba ikut bergabung. Setelah bergabung pun saya harus mengikuti prosedur dengan memasukkan lamaran dan mengikuti tes agar bisa bekerja full time, jadi melewati masa evaluasi dan probation tetap saya rasakan.
Seperti yang kita tahu tidak banyak orang mengetahui profesi ini, bisa Anda jelaskan tugas dari seorang chief consultant?
Untuk tugas konsultan sendiri itu lebih banyak membantu perusahaan-perusahaan dalam menangangi karyawan mereka, seperti merekrut karyawan agar mengetahui perkembangan karir dari karyawan baru dan melsayakan promosi pada karyawan-karyawan di dalam perusahaan. Sedangkan untuk chief consultant sendiri lebih membantu bawahan saat mengalami kesulitan dalam menghadapi klien atau pada saat mendapatkan proyek besar. Di Experd sendiri sistem kerjanya itu lebih pada kerjasama tim dibandingkan kerja secara individual.
Suka dan duka yang Anda rasakan selama menjadi chief consultant?
Sukanya pada saat saya dan tim dapat menyelesaikan proyek dengan hasil yang memuaskan, sehingga mendapatkan pujian atas kinerja yang sudah dijalankan. Sedangkan untuk dukanya, di saat saya merasa gagal menjalankan proyek karena mengalami kesalahanpahaman yang berujung pada rasa tidak puas dari klien untuk saya dan tim.
Apa yang Anda lakukan pada saat mengalami kegagalan dalam menjalankan proyek?
Biasanya saya langsung berdiskusi bersama tim dan bekerja secara ekstra untuk memperbaiki kegagalan dalam menjalankan proyek.
Apakah menjadi chief consultant sering membuat waktu kebersamaan bersama keluarga terganggu?
Tidak sering, saat saya kebanjiran proyek yang membuat waktu bekerja jadi bertambah hingga larut malam saja biasanya. Tapi sebelumnya saya sudah mempersiapkan semuanya terlebih dahulu, salah satunya dengan memberikan pesan pada pembantu di rumah kalau saya harus pulang terlambat dan meminta mereka untuk menjaga anak-anak lebih ekstra. Untuk suami karena LDR jadi biasanya saya hanya mengabarinya melalui BBM, SMS dan telepon.
Menurut Anda sendiri, apa hal menyenangkan menjadi chief consultant assessment?
Hal yang menyenangkan adalah di saat saya bisa bertemu dengan banyak orang seperti para ahli praktisi SDM dan pemilik sebuah perusahaan yang membuat ilmu bertambah dengan berbagi pengalaman satu sama lain. Selain itu, di Experd sendiri biasanya ada tradisi jalan-jalan keluar negeri untuk para karyawan yang sudah bekerja selama satu tahun atau lebih jadi selain untuk liburan, perusahaan ingin agar saya dan tim lebih dapat memahami topik pembicaraan ketika klien menyinggung tentang suatu negara dalam ceritanya.
Tadi Anda menyebutkan pernah membuat artikel di majalah parenting, artikel apa saja yang pernah dibuat?
Macam-macam pokoknya tentang tumbuh kembang pada anak-anak, jadi saya membuat artikel hanya pada saat diminta untuk membuat saja. Kira-kira 20 sampai 30 artikel yang sudah saya kerjakan.
Anda kan punya hobi menulis, untuk ke depannya apakah ada keinginan membuat buku tentang konsultan untuk tetap menyalurkan hobi menulis?
Karena kesibukan saya di kantor dengan proyek-proyek besar, membuat waktu untuk menulis sudah tidak ada lagi jadi sepertinya tidak memungkinkan untuk membuat buku, hehe... Ditambah lagi usia anak-anak yang sudah semakin besar, mereka membutuhkan perhatian ekstra. saya juga dituntut suami untuk aktif di dharmawanita dan saya sebagai ketua dari organisasi tersebut jadi benar-benar tidak ada waktu tersisa untuk menulis.
Tips dari Anda sendiri untuk sukses menjadi seorang chief consultant assessment?
Yang paling utama adalah memiliki latar belakang psikologi, memiliki minat dalam membantu orang lain terutama klien. Karena diperlukan kesediaan untuk mencari tahu dan menggali kebutuhan klien. Selain itu harus tahu bagaimana menghadapi klien dengan karakter manusia yang berbeda-beda. Mampu memberikan solusi dan siap saat klien memiliki banyak permintaan. Dan yang terpenting adalah fokus untuk meningkatkan wawasan serta pengetahuan diri supaya menunjang pekerjaan kita agar berjalan mulus. (hst/hst)











































