Liputan Khusus Resolusi 2014

Investasi di 2014 Tak Disarankan Tapi Boleh Dilakukan, Asal...

- wolipop Jumat, 10 Jan 2014 15:27 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Hampir semua orang yang sudah bekerja menyiapkan sebagian penghasilannya untuk investasi, baik dalam bentuk logam mulia, properti, atau saham. Bentuk investasi disesuaikan dengan jangka waktu dana digunakan. Bagi Anda yang baru mulai investasi di 2014 dan akan menggunakan dana tersebut dalam jangka waktu dekat sebaiknya mempertimbangkannya kembali.

Menurut perencana keuangan, Lisa Soemarto, 2014 bukanlah tahun yang bagus untuk investasi bila dana akan digunakan untuk waktu setahun ini. Misalnya saja, Anda mau menikah akhir tahun ini atau awal 2015. Kemudian memilih investasi uang dalam bentuk logam mulia atau tanah agar bisa dijual tahun depan dengan harga yang lebih mahal. Ini tidak disarankan oleh Lisa.

"Dollar meningkat, suku bunga naik, inflasi masih tinggi, saham lagi anjlok, indeks lebih rendah dari penutupan indeks tahun lalu. Jadi kalau kita berinvestasi selama satu tahun ini pasti minus. Jadi jangan beli logam mulia, reksa dana, apalagi beli saham sama obligasi itu risikonya lebih tinggi," jelas Lisa saat diwawancarai Wolipop di kafe Pand'Or, Jalan Wijaya 1, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2014).

Senior Partner dan Advisor di Akbar's Financial Check-up itu menyarankan agar mengalokasikan uang dalam bentuk tabungan atau deposito saja. Tabungan lebih mudah diambil dari investasi dan tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi. Tidak lupa juga menyiapkan uang cash untuk dana darurat yang bisa dipakai kapan saja.

Investasi tahun ini untuk jangka waktu yang pendek bisa membuat Anda rugi. Belum adanya pemilu yang akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Namun akan berbeda jika dana digunakan dua sampai lima tahun lagi. Anda tetap bisa berinvestasi secara rutin seperti ikut reksa dana, emas, atau properti.

"Jadi kalau misalnya mau dipakai 2016, dua tahun lagi, itu boleh masuk ke pasar uang atau logam mulia karena sekarang justru lagi murahkan, jadi masuk saja. Apakah dollar masih akan turun lagi? Ada kemungkinan akan turun. Oleh karena itu kita pakai dollar cost averaging (DCA) saja, jadi rutin setiap bulan berinvestasi dari dana-dana yang memang dicadangkan untuk investasi," saran Lisa.

Trainer International Association of Registered Financial Consultans (IARFC) itu pun menuturkan, kalau dana yang disiapkan untuk lima tahun atau lebih sebaiknya pilih bentuk investasi reksa dana atau properti.

Investasi bersifat fluktuatif maka bagus ikut reksa dana bila dana akan dipakai lima tahun mendatang karena semakin panjang waktunya risikonya semakin rendah. Begitu pula dengan tanah yang mengalami peningkatan setiap tahun.

(aln/fer)