Intimate Interview
Rinda Salmun, Desainer Muda Indonesia yang Mengawali Kariernya di London
Di Indonesia, nama Rinda Salmun mungkin belum terlalu dikenal sebagai fashion designer. Namanya pertama kali muncul di kancah fashion dalam negeri lewat perhelatan Jakarta Fashion Week 2013 Oktober lalu.
Wajar memang, sebab desainer berusia 28 tahun ini mengawali karirnya tidak di Indonesia, melainkan di Inggris. Rinda merupakan desainer muda yang sukses menjejakkan karyanya di London sejak 2009, membawa label yang sama dengan namanya, Rinda Salmun. Beberapa rancangannya pernah dikenakan penyanyi Jamelia, kontestan The X Factor UK dan muncul dalam pemotretan fashion majalah lokal di sana. Pada 2010, koleksinya yang bertema Neurosis pun sukses ditampilkan di London Fashion Week.
Meneruskan sekolah di London rupanya menjadi keputusan tepat bagi lulusan S1 Institut Teknologi Bandung, jurusan seni lukis ini. Mengambil kuliah S2 fashion designer di Ravensbourne College of Design & Communication telah membuka peluangnya untuk menjadi perancang busana profesional di negeri orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama kuliah aku magang, banyak banget di berbagai tempat. Sempat magang di tempat desainer lokal London, Giles Deacon, kerja magang di Giorgio Armani PR cabang London dan sempat bantu Brooke Roberts (desainer London) jadi ilustrator untuk bahan-bahannya," ujar Rinda, saat berbincang dengan wolipop di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Lulus kuliah pada 2009, Rinda masih meneruskan magang di beberapa tempat dan di saat yang sama, ia juga rajin mempromosikan label busananya sendiri. Karya Rinda sendiri mulai dapat perhatian setelah presentasi busana untuk proyek kelulusannya yang bertema 'Neo Nirvana' yang terinspirasi dari Wayang.
"Lulus kuliah Alhamdulillah proyek kelulusan aku feedback-nya lumayan positif. Dari situ aku pikir kenapa nggak bikin brand sendiri juga. Jadi pas magang memang sudah serius bikin label," terang ibu satu anak ini.
Rinda mengaku tidak menemui banyak kesulitan saat memperkenalkan brand fashion-nya di Inggris. Sebab, menurutnya orang Inggris terutama London cukup menyambut baik kemunculan desainer baru. Negeri Pangeran Charles itu memang dikenal memiliki banyak sekolah fashion dan tiap tahunnya melahirkan banyak pula desainer-desainer berbakat yang menambah dinamika fashion di sana.
"Jadi mereka selalu welcome dan excited. Bahkan ada graduate fashion week yang khusus mempromosikan lulusan baru untuk sekolah-sekolah fashion di seluruh Inggris. Antusiasmenya cukup besar," tutur Rinda.
Selain itu di Inggris juga juga terdapat website yang dibuat khusus untuk menampilkan karya-karya desainer baru, siswa sekolah fashion atau desainer yang baru lulus, bernama Not Just A Label. Tidak hanya 'pamer' koleksi, mereka juga bisa menjual hasil karya. Rinda merupakan salah satu desainer muda yang tergabung dalam website ini. Koleksi busana 'Neo Nirvana' miliknya rupanya cukup diminati dan lumayan banyak permintaan.
Tiga tahun berkarier di London, Rinda kini ingin berekspansi di Indonesia. Ia pun berencana memfokuskan bisnisnya di dalam negeri karena bagaimanapun juga, Indonesia adalah tanah airnya dan ia ingin ikut meramaikan dunia fashion dalam negeri.
"Semoga feedback-nya positif, diterima masyarakat. Nggak muluk sih harapan aku, yang penting orang mau pakai baju aku," ucap wanita yang hobi masak ini.
(hst/hst)










































