Liputan Khusus Profesi Make-up Artist
Tak Melulu Glamour, 4 Kendala Ini Kerap Ditemui Para Make-up Artist
Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 27 Sep 2013 17:10 WIB
Jakarta
-
Semua profesi tentu memiliki kesulitan masing-masing. Begitu pula dengan profesi sebagai penata rias profesional. Meskipun sudah terbiasa menangangi klien tetap saja ada beberapa hal yang bisa menghambat pekerjaannya. Ada tiga hal yang seringkali menghambat pekerjaan seorang makeup artis profesional. Apa itu? Berikut uraiannya.
1. Perubahan Mood
Perubahan mood merupakan hal sepele yang kerapkali membuat para make-up artist profesional sulit konsentrasi dalam bekerja. Salah satu yang mengakuinya adalah Ryan Ogilvy. Pria 29 tahun itu mengaku mood tentu akan mempengaruhi hasil pekerjaannya. Tidak hanya Ryan, make-up artist profesional lainnya yang juga dulu sempat dikenal sebagai hairstylist, Bubah Alfian, juga mengungkapkan hal yang sama.
"Ngaruh banget sama hasil makeup-nya, nggak maksimal saja hasilnya. Tapi lama-lama saya bisa mengatur emosi saya dan sekarang sudah bisa di-handle sendiri, tapi alhamdulillah nggak pernah ada yang komplain," tutur Bubah ketika berbincang dengan wolipop di Plaza Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2013).
Kedua penata rias ternama itu menyarankan, saat mood sedang buruk sebaiknya carilah kegiatan yang bisa menyenangkan diri sendiri sesaat sebelum bekerja, entah mendengarkan musik atau hal lain yang bisa membuat perasaan lebih baik. Ryan menuturkan, coba berusaha fokus dan mencintai apa yang sedang Anda lakukan.
2. Waktu
Sulitnya membagi waktu juga menjadi kendala tersendiri bagi setiap orang. Profesi sebagai penata rias profesional itu juga butuh kerja keras dan kemauan yang tinggi. "Kesulitannya adalah harus pintar membagi waktu. Misalnya kita dikunci (jadwal) tanggal segini, tapi pas kita sudah nggak ambil kerjaan di hari itu tiba-tiba dibatalin. Kebanyakan kalau pekerjaan kita nggak ada agreement yang tetap untuk kita minta cancel fee jadi kita harus terima risiko," ujar Ryan saat diwawancarai wolipop di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/9/2013).
Hampir sama dengan Ryan, Bubah juga mengatakan hal serupa. Saat banyak jadwal yang harus dikejar hari itu ia menyiasatinya dengan pergi naik motor dari satu tempat ke tempat lain. Mengingat kepadatan Jakarta yang akan sulit dilalui mobil jika harus berpindah-pindah ke banyak tempat. Tidak hanya kedua pria tersebut, penata rias lainnya, Marlene Hariman, juga mengatakan bahwa waktu memang perlu dipertimbangkan.
Berangkat subuh dan pulang tengah malam bukan menjadi kendala baru saat menekuni profesi ini. Untuk itu, Anda juga harus pintar mengatur waktu ketika ingin menjadi seorang profesional.
3. Mencari Inspirasi
Menurut Bubah, seorang penata rias juga perlu inspirasi agar semakin berkembang untuk memuaskan para kliennya. "Mencari inspirasi tren make-up terbaru tanpa harus menyontek orang lain," kata pria 27 tahun yang sudah pernah merias wajah model ternama dunia, Tyra Banks, itu. Dalam mencari inspirasi, Bubah menyarankan agar tidak pernah takut mencoba hal-hal baru dalam dunia make-up.
4. Mendalami Karakter Klien
Bubah yang lahir di Jember juga mengatakan bahwa salah satu kesulitan menjadi penata rias adalah mendalami karakter kliennya. Mendalami karakter penting karena akan mempengaruhi hasil riasan. Tak hanya dirinya, Marlene mengakui hal yang sama. Menghadapi bermacam-macam karakter klien bukan merupakan hal mudah saat baru terjun menjadi makeup artis.
(ays/fer)
1. Perubahan Mood
Perubahan mood merupakan hal sepele yang kerapkali membuat para make-up artist profesional sulit konsentrasi dalam bekerja. Salah satu yang mengakuinya adalah Ryan Ogilvy. Pria 29 tahun itu mengaku mood tentu akan mempengaruhi hasil pekerjaannya. Tidak hanya Ryan, make-up artist profesional lainnya yang juga dulu sempat dikenal sebagai hairstylist, Bubah Alfian, juga mengungkapkan hal yang sama.
"Ngaruh banget sama hasil makeup-nya, nggak maksimal saja hasilnya. Tapi lama-lama saya bisa mengatur emosi saya dan sekarang sudah bisa di-handle sendiri, tapi alhamdulillah nggak pernah ada yang komplain," tutur Bubah ketika berbincang dengan wolipop di Plaza Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Waktu
Sulitnya membagi waktu juga menjadi kendala tersendiri bagi setiap orang. Profesi sebagai penata rias profesional itu juga butuh kerja keras dan kemauan yang tinggi. "Kesulitannya adalah harus pintar membagi waktu. Misalnya kita dikunci (jadwal) tanggal segini, tapi pas kita sudah nggak ambil kerjaan di hari itu tiba-tiba dibatalin. Kebanyakan kalau pekerjaan kita nggak ada agreement yang tetap untuk kita minta cancel fee jadi kita harus terima risiko," ujar Ryan saat diwawancarai wolipop di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/9/2013).
Hampir sama dengan Ryan, Bubah juga mengatakan hal serupa. Saat banyak jadwal yang harus dikejar hari itu ia menyiasatinya dengan pergi naik motor dari satu tempat ke tempat lain. Mengingat kepadatan Jakarta yang akan sulit dilalui mobil jika harus berpindah-pindah ke banyak tempat. Tidak hanya kedua pria tersebut, penata rias lainnya, Marlene Hariman, juga mengatakan bahwa waktu memang perlu dipertimbangkan.
Berangkat subuh dan pulang tengah malam bukan menjadi kendala baru saat menekuni profesi ini. Untuk itu, Anda juga harus pintar mengatur waktu ketika ingin menjadi seorang profesional.
3. Mencari Inspirasi
Menurut Bubah, seorang penata rias juga perlu inspirasi agar semakin berkembang untuk memuaskan para kliennya. "Mencari inspirasi tren make-up terbaru tanpa harus menyontek orang lain," kata pria 27 tahun yang sudah pernah merias wajah model ternama dunia, Tyra Banks, itu. Dalam mencari inspirasi, Bubah menyarankan agar tidak pernah takut mencoba hal-hal baru dalam dunia make-up.
4. Mendalami Karakter Klien
Bubah yang lahir di Jember juga mengatakan bahwa salah satu kesulitan menjadi penata rias adalah mendalami karakter kliennya. Mendalami karakter penting karena akan mempengaruhi hasil riasan. Tak hanya dirinya, Marlene mengakui hal yang sama. Menghadapi bermacam-macam karakter klien bukan merupakan hal mudah saat baru terjun menjadi makeup artis.
(ays/fer)











































