Liputan Khusus Profesi Make-up Artist
Demi Profesionalisme, Ryan Ogilvy Tetap Merias Walaupun Tangan Diinfus
Ryan Ogilvy menjadi salah satu make-up artist ternama langganan selebriti Indonesia. Pria 29 tahun itu memulai kariernya sejak 2005 lalu dan kini telah sukses menjadi make-up artist profesional. Ryan mengaku tawaran pekerjaan mengalir hampir setiap hari, bahkan dalam satu bulan ia hanya punya dua hari libur dan tidak pernah merasa santai di akhir pekan.
Waktu kerja profesi penata rias terpercaya memang super sibuk dan melelahkan. Saat kondisi tubuh sakit, pria asal Pontianak ini juga harus bekerja demi dedikasinya terhadap pekerjaan. Ia tidak ingin mengecewakan para kliennya. Ryan pun berbagi cerita dengan Wolipop mengenai duka sekaligus totalitasnya dalam bekerja.
Pria yang ketika ditemui mengenakan celana selutut dengan kaos hitam itu mengaku pernah bekerja walaupun kondisi tubuh sedang lemah karena sakit. Tidak sakit biasa, tangan Ryan sampai diinfus karena kekurangan cairan. Pada 2009 silam, Ryan baru saja pulang dari Vietnam. Setelah sampai di Indonesia ia jatuh sakit karena kelelahan dan harus dirawat. Namun Ryan tidak mau bila harus membatalkan kontrak keesokan harinya. Ia pun harus menandatangani surat penolakan rawat inap di rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesampainya di lokasi, seleb yang hadir dan beberapa kru menjadi khawatir dengan kondisi Ryan. Ia pun mencoba tenang dan berusaha ceria sehingga membuat orang-orang di sekitarnya kembali semangat. Ryan menuturkan, saat bekerja harus selalu tetap menjadi seseorang 'positif' walaupun dalam keadaan 'negatif' agar suasana kerja semakin menyenangkan.
Pria yang hobi mendengarkan musik klasik ini memang sedang menikmati pekerjaannya sebagai penata rias. Meskipun begitu, Ryan juga memiliki target lain dalam hidupnya. Ia sedang menulis buku mengenai make-up yang diperkirakan akan launching awal tahun depan. Proses pemotretan serta penulisannya sudah hampir 70 persen yang dikerjakan sejak dua bulan lalu.
Tidak hanya itu, pria yang tiga tahun bekerja sebagai jurnalis di salah satu tabloid Indonesia ini juga ingin membuat majalah lifestyle dengan bekal yang ia punya. Kedepannya Ryan juga berencana membuka kelas make-up dan merilis produk kecantikan dengan label namanya sendiri.
"Aku ingin punya line make-up, aku nggak kepikiran pengen punya salon. Misalnya bisa kerjasama dulu dengan produk, tapi belumlah, masih nanti itu, aku masih ngerasa 'anak baru'," tutup pria lulusan Universitas Interstudy itu.
(ays/ays)










































