Liputan Khusus
Asyiknya, Jadi Endorser Online Shop Dapat Gratisan Hingga 15 Barang per Hari
Perkembangan teknologi membuat para wanita semakin senang berselancar di dunia maya. Tidak hanya untuk meluapkan ekspresi mereka, tapi juga memanfaatkannya sebagai peluang bisnis atau mendapatkan keuntungan. Shella Alazatha merupakan salah satu wanita yang memiliki puluhan ribu follower dan telah jadi endorser ratusan online shop lewat akun Instagram.
Saat dihubungi Wolipop, Rabu (4/9/2013), Shella berbagi pengalamannya sebagai 'seleb Instagram'. Awalnya, ia hanya senang posting foto ke Instagram dengan gaya hijabnya ketika pergi. Wanita 21 tahun itu tidak lupa menambahkan hashtag (#) outfit of the day (ootd) ke dalam postingan fotonya.
Sejak saat itu, postingan wanita kelahiran 13 Agustus 1992 itu sering dilihat banyak orang hingga ada online shop yang menawarkan dirinya untuk membantu mempromosikan barang mereka. Pertama hanya scarf tapi kini sudah bermacam-macam, mulai dari busana, hijab, aksesori, mukena, hingga peralatan handphone. Shella mengaku dalam satu hari bisa datang 5 sampai 15 barang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shella tidak cuma aktif dalam media sosial, ia juga mengekspresikan dirinya melalui ajang seperti Hijab Hunt serta komunitas-komunitas hijab. Aktivitasnya ini membuat followernya kian bertambah. Ia mengaku baru mulai di-endorse sejak 2012 lalu dengan follower awal hanya lima ribu lalu kini mencapai angka lebih dari 34 ribu. Ini tentunya membuat banyak toko online yang meliriknya untuk kerjasama endorsement.
Wanita yang sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta Jakarta itu menuturkan, bekerja sama untuk endorsement dengan online shop sebenarnya memiliki keuntungan dan dukanya sendiri. Shella merasa beruntung mendapatkan kesempatan dipercaya mempromosikan produk yang dijual oleh para produsen serta mendapatkan barang tersebut secara cuma-cuma. Selain itu, followernya otomatis terus bertambah membuat namanya semakin dikenal.
Sayangnya, Shella kerapkali merasa terganggu ketika banyak omongan negatif karena aktivitasnya menjadi endorser di Instagram. "Fenomena endorser itu yang berjilbab atau nggak, menimbulkan omongan nggak enak, misalnya 'ih barang gratisan setiap hari', akhirnya pernah aku protect, tapi sekarang sudah dibuka lagi," aku pemenang Hijab Hunt 2012 ini.
Tidak cuma itu, terkadang ia juga kelelahan karena harus seharian mem-posting foto sebagai endorser. Bila ada barang yang terselip seringkali membuat pemilik toko 'menagih' dan akhirnya ia merasa bersalah. Di balik semua suka-duka yang dialami oleh Shella, ia mengaku senang menjalani semua aktivitas tersebut.
Saat ditanya bagaimana dengan ratusan barang yang sudah dikirimkan kepadanya, Shella mengaku hanya menggunakannya sendiri serta sebagian diberikan kepada orangtuanya. "Aku jadiin koleksi, kadang-kadang ada beberapa yang nggak bisa aku pakai lagi, aku kumpulin kasih ke mamaku, soalnya nggak etis banget sih kalau dijual lagi," katanya.
Kini Shella tidak hanya menjadi endorser dari berbagai barang online shop, ia juga bekerja sebagai fashion stylist di salah satu majalah hijab Indonesia.
(ays/eny)










































