Liputan Khusus Grafologi

Mengenal Yosandy LS, Ahli Tulisan Tangan yang Bantu Bisnis Jadi Lebih Sukses

- wolipop Jumat, 23 Agu 2013 10:10 WIB
Foto: Arina/Wolipop Foto: Arina/Wolipop

Jakarta - Ilmu grafologi atau analisis tulisan tangan di Indonesia belum terlalu dikenal oleh banyak kalangan, padahal ilmu ini sendiri sudah ada sejak abad ke-19. Di Indonesia, grapho coach yang mampu membaca kepribadian hingga bisnis seseorang melalui tulisan tangan masih jarang dijumpai. Yosandy Lip San merupakan salah satu grafolog terpercaya yang dapat membantu seseorang mengubah tulisan tangan agar keuangannya makin meningkat.

Yosandy menjelaskan, grafologi atau analisis tulisan tangan biasa digunakan untuk membaca kepribadian seseorang. Maka dari itu, ilmu ini umumnya dipakai oleh bagian Human Resources Development (HRD) dalam suatu perusahaan. Kemudian ilmu tersebut berkembang, tidak hanya bisa mengetahui kepribadian seseorang tapi juga dapat memperbaiki masalah hidup.

"Saya ingin mengenalkan grafologi ini tidak hanya sebatas untuk keperluan HRD saja. Misalnya untuk kepentingan bisnis, marketing, sales, supaya penjualannya lebih bagus," tutur Yosandy kepada wolipop usai memberikan seminar Juli lalu di kantor Detikcom, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan.

Yosandy pun menuturkan, banyak pengusaha yang konsultasi dengannya untuk melakukan perubahan tulisan tangan setelah mengenal grafologi. Hal itu dilakukan agar bisnis mereka semakin maju dan berkembang. Para kliennya juga mengubah tanda tangannya dengan harapan keuangannya meningkat. Tidak cuma memiliki dampak positif untuk financial, tapi juga bisa mendeteksi penyakit serta mempengaruhi hubungan asmara.

Bagaimanakah cara kerjanya? Pria yang sudah belajar ilmu grafologi sejak 1996 itu mengatakan, perubahan tulisan tangan dilakukan selama satu bulan atau 30 hari. Dalam kurung waktu tersebut akan dipantau kestabilan perubahan tulisannya. Ia juga mengungkapkan bahwa hampir semua kliennya telah mendapatkan efek positif setelah mengubah tulisan dan tanda tangan selama satu bulan.

"Secara teori bisa sampai 90 hari bahkan lebih tapi sekian tahun saya menjadi grafolog hanya ketemu dua klien yang 60 hari baru terasa efeknya, selebihnya di bawah 30 hari," ungkap penulis buku 'You Are The Real Personal Success', 'Rahasia Kaya Raya', serta 'Sehat itu Kaya'.

Pria lulusan Psikologi dari sebuah universitas swasta di Jakarta itu menambahkan, tulisan tangan disebut juga tulisan otak (brain writing). Mengapa harus 30 hari? Karena menurut penelitian perubahan sel di otak membutuhkan waktu 21 hari. Maka dari itu, para grafolog membulatkan menjadi 30 hari. Hal itu akan mempengaruhi neuro-science atau susunan saraf di kanan dan kiri otak seseorang. Pembentukan ini membuat seseorang menjadi lebih produktif dan menciptakan inovasi baru dalam pekerjaannya.

Bagi Anda yang tertarik melakukan perubahan tulisan tangan atau grafoterapi, hanya satu kali datang sudah bisa mendapatkan efek dari grafoterapi, tapi harus dengan kemauan dan tekad kuat. Satu kali datang akan diterapi selama 30 hari. Setiap satu minggu sekali harus mengirimkan hasil perubahan tulisan tangannya.

Untuk biaya, menganalisis tulisan tangan dikenakan sebesar Rp 500 ribu. Biaya konsultasi selama 30 hari sekitar Rp 500 ribu. Berbeda dengan perubahan tanda tangan yang dikenakan biaya sekitar Rp 1,5 juta termasuk terapi selama sebulan itu. Jika Anda ingin bisa mempelajari ilmu grafologi agar bisa menerapkannya sendiri dibutuhkan biaya sekitar Rp 3,25 juta untuk mengikuti workshopnya.

"Kalau konsultasi hanya baca kalau workshop diajarin bisa baca tulisan dari A sampai Z. Klien pun bisa menjadi seorang grafolog. Belajarnya hanya dua hari. Ini kan skill yang terus berkembang kalau jam terbangnya semakin tinggi semakin bagus dia," tutup pria yang sudah memiliki ribuan klien dari seluruh Indonesia dan luar negeri itu.




(aln/fer)