Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Mudik & Lebaran

Belanja Baju Lebaran Pakai Kartu Kredit Boleh, Asal...

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 02 Agu 2013 09:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Lebaran memakai busana yang bersih dan baru sudah menjadi tradisi setiap tahun. Untuk itu, Anda disarankan membuat anggaran Hari Raya agar pengeluaran tidak membengkak. Meskipun sudah ada anggaran tersebut, bolehkah tetap memakai kartu kredit saat belanja baju dan perlengkapan lainnya untuk Hari Raya?

Perencana Keuangan, Lisa Sumarto, menuturkan bahwa menggunakan kartu kredit ketika lebaran boleh saja namun hanya digunakan sebagai alat pembayaran. "Saat ada tagihan harus dibayar semua. Baju itu konsumtif kategorinya, segala hal yang konsumtif pasti nilainya turun, tidak bisa dijual lagi berarti bukan sebuah investasi," papar Lisa kepada wolipop beberapa waktu lalu di Steakology, Tebet Raya, Jakarta Selatan.

Trainer International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) itu menyarankan agar menggunakan kartu kredit secara cerdas dengan membayar lunas saat tagihan datang. Hindari melakukan pembayaran tagihan kartu dengan mengangsur karena bisa menambah beban hutang. Jika merasa tidak bisa membayar lunas lebih baik tidak memakai kartu hutang tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agar tidak terlibat hutang, sebaiknya buatlah budget khusus lebaran yang dimasukkan ke dalam anggaran tahunan. Anggaran lebaran dapat dipakai untuk keseluruhan pengeluaran saat bulan puasa hingga Hari Raya, baik mudik maupun tidak. Apa yang terjadi bila tidak membuat anggaran Idul Fitri?

Lisa menuturkan, jika seseorang tidak membuat budget untuk lebaran maka akan mengalami penumpukan hutang. Orang yang tidak mengatur keuangannya untuk biaya lebaran bisa menyebabkan pengeluaran membengkak. Mungkin saja setelah lebaran Anda masih sibuk melunasi hutang yang bertumpuk. Hal ini tentu mengacaukan pengaturan keuangan Anda.

Lisa menyarankan agar Anda disiplin dalam mengatur keuangan. Sisihkan sekitar 5% dari penghasilan untuk anggaran Hari Raya. Ingat, Tunjangan Hari Raya (THR) saja tidak cukup memenuhi kebutuhan selama bulan puasa hingga Idul Fitri.

"Jadi memang yang bijak itu dianggarkan sebagai anggaran rutin tahunan. Setiap bulan sisihkan itu buat biaya bulanan. Kalau ngutang itu karena nggak pakai anggaran dan berpikiran ah nantikan ada THR," ujarnya diakhir perbincangan.

(fer/rma)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads