Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Freelancer & Cara Mengatasinya (Bag. 2)

wolipop
Senin, 29 Jul 2013 08:54 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Alissa/ Wolipop
Jakarta - Profesi sebagai freelancPrer terlihat begitu mudah dilakukan. Anda bisa jadi bos bagi diri sendiri, memiliki kebebasan untuk bekerja dengan cara apapun dari berbagai tempat. Namun freelancing tetap saja bisnis yang tidak bisa dilakukan sembarangan dan seenaknya sendiri. Salah-salah, reputasi jadi buruk, dan tidak ada lagi klien yang memercayakan proyek pada Anda.

Daniel G Pratidya, ketua Indonesia Freelancer Association (IFA) akan memberi tips agar Anda sukses menjadi freelancer, dengan menghindari 10 kesalahan berikut, bagian pertamanya bisa Anda baca di sini.

6. Tidak Menaati Deadline
Seorang freelancer profesional perlu menaati deadline yang telah disepakati. Melenceng dari waktu yang ditentukan hanya akan membuat reputasi buruk dan klien tidak mau lagi mempekerjakan Anda di proyek selanjutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

7. Tidak Membuat Kontrak Kerja
Meski seorang freelancer hanya akan melakukan satu proyek yang dikehendaki employer, Anda tetap perlu mencantumkan perjanjian dalam kontrak kerja. Tulis pula harga yang telah disepakati untuk menyelesaikan satu proyek.

"Jangan yaudahlah percaya aja sama employer, atau bilang 'kalau bagus kamu boleh bayar saya, tapi kalau jelek tidak usah dibayar'," tutur Daniel. Menurutnya, hal itu hanya akan membuat Anda tampak tidak profesional di mata klien yang sudah memiliki reputasi tinggi.

8. Tidak Mengerti Sistem Kerja
Ketika melakukan bid dalam sebuah proyek, Anda harus tahu dulu sistem kerjanya. Meskipun sebagai freelance, namun ketika berhubungan dengan satu klien Anda tetap perlu mempelajari cara perusahaan itu bekerja. Hal ini perlu dilakukan untuk memghindari kesalahan fatal yang membuat Anda tidak akan dipakai lagi di proyek selanjutnya.

9. Uang di Atas Reputasi
Tujuan menjadi seorang freelancer memang untuk mencari uang lebih. Namun jangan sampai uang yang justru merusak reputasi Anda di hadapan klien. "Ketika misalnya gaji Anda belum rilis, jangan pernah menagih langsung ke klien untuk uang Anda. Lakukan cara profesional yang nisa mengangkat reputasi," tambah Daniel.

Sebagai contoh, ketua IFA yang juga freelancer sukses itu menyarankan, tanya kepada klien apakah sudah sempat memeriksa pekerjaan Anda. Jangan lupa meminta feedback untuk keperluan revisi, tanpa perlu membicarakan uang. Dengan begitu, klien justru melihat Anda sebagai pribadi profesional. Dan segera membayar gaji Anda ketika pekerjaan selesai.

10. Hanya Mengerjakan Apa yang Diminta
Tak ada yang salah dengan mengerjakan apa yang klien minta. Namun menurut Daniel, jika Anda hanya mengerjakan hal tersebut, Anda sama dengan freelancer lainnya diluar sana dan tidak ada nilai plus bagi Anda. 'Do More' adalah kunci sukses freelancer berikutnya. Melakukan usaha lebih demi klien, walaupun sedikit, akan membuat Anda dipekerjakan kembali.

"Saya membuat tampilan loading berupa persentase, jadi gak muter-muter saja. Dan employer senang sekali akan hal itu, padahal saya sangat mudah membuat template itu. Sampai sekarang klien itu tetap mempekerjakan saya. Bisa dibilang 70 persen penghasilan saya dari klien itu," ungkap Daniel mengakhiri presentasi.

(als/rma)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads