Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Intimate Interview

Kasus Kekerasan Buat Imelda Fransisca Lebih Pilih Anak Ketimbang Karir

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 29 Apr 2013 16:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Chris Bunjamin
Jakarta - Imelda Fransisca pernah menjadi korban kekerasan saat usianya beranjak remaja. Miss Indonesia 2005 itu menjadikan kasus tersebut sebagai pengalaman berharga. Kasus kekerasan dialami Imelda saat dia bersekolah di Singapura. Wanita berambut panjang itu pernah dipukuli hingga tak diberi makanan oleh guru lesnya.

Kekerasan tersebut ia pendam dan hanya bisa meluapkan perasaan sakitnya ke makanan sehingga tubuhnya memiliki bobot berlebihan pada waktu itu. Wanita yang hobi olahraga ini mengaku sempat mempunyai berat badan sampai 80 kg. Karena tidak ingin menjadi bahan ledekan teman-teman, Imelda berusaha melakukan diet. Bahkan ia juga mengalami anoreksia yang merupakan salah satu bentuk kelainan makan (eating disorder) karena diet berlebihan.

Pengalamannya dulu tidak membuat Imelda trauma. Ia malah banyak belajar dari masa lalunya dan semakin siap menjadi orangtua. Setelah melahirkan anak kedua beberapa bulan lalu, ia kini memprioritaskan seluruh kegiatan mengurus kedua buah hatinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Trauma sih nggak tapi saya tahu bahwa tanggungjawab orangtua membesarkan dan mendidik anak sehingga sebisa mungkin saya menghandle anak sendiri. Saya pakai nanny tapi dengan satu kesadaran bahwa mendidik dan membentuk karakter anak tetap tugas orangtua," terang brand ambassador Brands Bird Nest itu saat berbincang dengan wolipop beberapa waktu lalu di apartemennya kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Demi kedua buah hatinya, Imelda juga menunda menjalankan keinginannya membangun sebuah sekolah untuk anak kurang mampu, menekuni bisnis, serta menulis buku. Wanita yang hobi olahraga ini memang selalu mementingkan keluarga daripada karier. Hal itu juga menjadi resolusi Imelda tahun ini.

"Untuk saat ini prioritas saya keluarga dan anak, karier my second opinion," tambahnya sambil tersenyum.

Agar semua kegiatan berjalan seimbang, Imelda menyiasatinya dengan memasang papan jadwal untuk mengkoordinasi semua aktivitas, mulai dari pekerjaan, mengurus sang buah hati, serta berbagi waktu dengan suami. Saat waktu luang, Imelda biasa menghabiskan waktu membaca buku bersama anak pertamanya yang sedang beranjak lima tahun.

"Baca buku bareng kalau mau tidur atau saya kasih tugas, sebisa mungkin kalau saya lagi kosong saya coba perhatiin dia" tutup wanita lulusan jurusan psikologi anak dari Ohio University, Amerika Serikat itu.

(ays/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads