Liputan Khusus
Resign atau Bertahan, Dilema Jatuh Cinta pada Bos yang Sudah Menikah
wolipop
Selasa, 11 Des 2012 10:12 WIB
Jakarta
-
Memiliki perasaan spesial terhadap atasan di kantor, penuh dengan risiko dan pergolakan batin. Di satu sisi tak ingin merusak rumah tangga orang, di sisi lain juga tak bisa menahan rasa cinta yang semakin hari semakin tumbuh karena seringnya frekuensi pertemuan.
Mengungkapkan perasaan sebenarnya kepada sang atasan? "Kalau diungkapkan itu malah jadi cari gara-gara menurut aku," jawab Psikolog Seksual Zoya Amirin saat berbincang dengan wolipop, beberapa waktu lalu.
Saat rasa cinta itu sudah tak tertahankan dan berpotensi memicu keretakan rumah tangga orang lain, perlukah seseorang resign dari kantornya? Atau sebaliknya, tetap bertahan meskipun hati terasa sakit?
"Coba dipertimbangkan karena cari kerjaan sekarang juga nggak gampang. Kalau dia bisa resign dan menemukaan pekerjaan baru, resign saja. Tapi kalau misalnya agak susah cari pekerjaan baru, yang paling ideal adalah coba dirasionalisasi saja perasaannya," ujar wanita berusia 37 tahun ini.
Merasionalisasikan perasaan berarti, meyakinkan diri sendiri, apakah sosok yang Anda sukai itu sebaik yang Anda kira? Menurut Zoya, terkadang saat seseorang terlalu cinta, dirinya cenderung menolak bersikap realistis dan tidak mau melihat keadaan yang sebenarnya. Bayangkan ketika Anda akhirnya memutuskan mengungkapkan perasaan dan ternyata sang atasan juga punya perasaan yang sama, hubungan yang terjalin tentunya akan sangat berliku dan banyak risiko yang harus dihadapi.
Sebelum mengambil keputusan yang gegabah, tanyakan kepada diri sendiri hal-hal berikut; apakah saya siap jadi yang kedua? Bahkan mau dinikahkan secara siri sekalipun? Yakin tidak akan rugi? Apa benar tidak ada pria lain yang benar-benar hanya dia dan saya saja; tanpa orang lain?
"Hampir 90 persen penelitian yang membuktikan bahwa laki-laki yang berselingkuh itu tidak pernah mau meninggalkan istrinya meskipun dia sudah janji-janji. Hanya 0,1 sekian persen yang berhasil menjalani keihidupan menikah dengan selingkuhannya. Karena hampir nggak ada pria yang benar-benar mau meninggalkan istrinya. Itu siap nggak?" tegas wanita yang kerap tampil dengan rambut panjang terurai ini.
(/)
Mengungkapkan perasaan sebenarnya kepada sang atasan? "Kalau diungkapkan itu malah jadi cari gara-gara menurut aku," jawab Psikolog Seksual Zoya Amirin saat berbincang dengan wolipop, beberapa waktu lalu.
Saat rasa cinta itu sudah tak tertahankan dan berpotensi memicu keretakan rumah tangga orang lain, perlukah seseorang resign dari kantornya? Atau sebaliknya, tetap bertahan meskipun hati terasa sakit?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merasionalisasikan perasaan berarti, meyakinkan diri sendiri, apakah sosok yang Anda sukai itu sebaik yang Anda kira? Menurut Zoya, terkadang saat seseorang terlalu cinta, dirinya cenderung menolak bersikap realistis dan tidak mau melihat keadaan yang sebenarnya. Bayangkan ketika Anda akhirnya memutuskan mengungkapkan perasaan dan ternyata sang atasan juga punya perasaan yang sama, hubungan yang terjalin tentunya akan sangat berliku dan banyak risiko yang harus dihadapi.
Sebelum mengambil keputusan yang gegabah, tanyakan kepada diri sendiri hal-hal berikut; apakah saya siap jadi yang kedua? Bahkan mau dinikahkan secara siri sekalipun? Yakin tidak akan rugi? Apa benar tidak ada pria lain yang benar-benar hanya dia dan saya saja; tanpa orang lain?
"Hampir 90 persen penelitian yang membuktikan bahwa laki-laki yang berselingkuh itu tidak pernah mau meninggalkan istrinya meskipun dia sudah janji-janji. Hanya 0,1 sekian persen yang berhasil menjalani keihidupan menikah dengan selingkuhannya. Karena hampir nggak ada pria yang benar-benar mau meninggalkan istrinya. Itu siap nggak?" tegas wanita yang kerap tampil dengan rambut panjang terurai ini.
(/)











































