1 Juta Karyawan Membuang Waktu Cutinya untuk Bekerja
Dwiyasista W. Sekartaji - wolipop
Kamis, 29 Nov 2012 18:07 WIB
Jakarta
-
Dalam setiap perusahaan, masing-masing karyawan diberikan hak untuk mengambil masa cutinya sebanyak 12 kali dalam satu tahun. Hal tersebut dilakukan agar para karyawan dapat berlibur dan melepaskan ketegangan selama bekerja.
Namun berdasarkan penelitian seperti dikutip dari Times of India, ternyata lebih dari satu juta karyawan memutuskan untuk tidak menggunakan masa cuti mereka.
Dengan total satu juta karyawan, terdapat 6,2 juta hari cuti yang tidak digunakan setiap tahunnya. Kebanyakan dari mereka hanya akan menggunakan lima hari cuti untuk liburan.
Penelitian yang dilakukan oleh TravelSupermarket tersebut juga menemukan fakta bahwa satu dari empat karyawan atau sekitar 28 persen, memutuskan untuk tidak mengambil jatah cuti karena tekanan pekerjaan.
Sekitar sembilan persen dari 2.020 orang yang diteliti juga mengatakan, mereka akan merasa bersalah mengambil cuti karena pekerjaan mereka akan diselesaikan oleh rekan kerjanya. Sedangkan tiga persennya lagi mengungkapkan bahwa mereka khawatir dengan citra diri mereka di depan atasan dan koleganya di kantor saat mengambil cuti dalam waktu yang panjang.
Tidak hanya itu, tiga persen sisanya beralasan bahwa mengambil jatah cuti dapat membuat mereka kehilangan sesuatu yang menarik dan menyenangkan yang dapat menguntungkan mereka di tempat kerja.
(fer/fer)
Namun berdasarkan penelitian seperti dikutip dari Times of India, ternyata lebih dari satu juta karyawan memutuskan untuk tidak menggunakan masa cuti mereka.
Dengan total satu juta karyawan, terdapat 6,2 juta hari cuti yang tidak digunakan setiap tahunnya. Kebanyakan dari mereka hanya akan menggunakan lima hari cuti untuk liburan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar sembilan persen dari 2.020 orang yang diteliti juga mengatakan, mereka akan merasa bersalah mengambil cuti karena pekerjaan mereka akan diselesaikan oleh rekan kerjanya. Sedangkan tiga persennya lagi mengungkapkan bahwa mereka khawatir dengan citra diri mereka di depan atasan dan koleganya di kantor saat mengambil cuti dalam waktu yang panjang.
Tidak hanya itu, tiga persen sisanya beralasan bahwa mengambil jatah cuti dapat membuat mereka kehilangan sesuatu yang menarik dan menyenangkan yang dapat menguntungkan mereka di tempat kerja.
(fer/fer)











































