Liputan Khusus
Over-Sensitif, Sikap yang Membahayakan Karir Pengacara Wanita
wolipop
Selasa, 07 Agu 2012 09:02 WIB
Jakarta
-
Nurmalita Malik dari Lubis Ganie Surowidjojo kerap menangani litigasi komersil kerap mondar-mandir ruang sidang untuk menangani kasus yang berkaitan persaingan usaha, kebankrutan, kewajiban pembayaran hutang, hingga hal-hal yang mengarah hukum perdata.
Saat baru lulus kuliah, ia menyibukkan diri dengan aktivitas magang dan menjadi para legal di firma-firma hukum, Ia mengingat betapa kerasnya perjuangan untuk bertahan di area ini, jika ia tidak memberikan performa yang baik, ia bisa dipecat kapanpun. Itulah sebanya jika seorang pengacara wanita tidak kuat mental, akan sulit bertahan.
"Dimarah-marahin, kerja di bawah tekanan, apalagi kita adalah perempuan yang over sensitif, terasa banget survivalnya. Harus punya ketahanan mental tinggi," ujarnya saat ditemui di Grand Indonesia, Kamis (2/8/2012). Ia juga menambahkan bahwa pengacara itu tidak boleh cuma sekedar pintar tentang hukum, tapi juga harus punya kemampuan meyakinkan orang sampai membina hubungan dengan klien.
"Lagi-lagi ini bidang jasa, kalau enggak bisa menawarkan rasa nyaman ke klien, itu jadi masalah," tegasnya. Membangun relasi juga sama pentingnya, dimana ia melihat pengacara harus bisa self-branding, mengingat kepercayaan klien terhadap dirinya jadi personal dan ia harus menjaga hubungan agar tetap bertahan dan mendapat klien lebih banyak lagi.
Dari lima tahun pengalamannya, ia tetap merasakan banyak hal yang seru namun tetap ada juga hal-hal yang terkesan mengganggu. Ia memberikan contoh bekerja di ruang sidang, dimana terjadi gangguan-gangguan yang sifatnya tidak profesional dari lawan jenis. Baginya, aneh rasanya jika sedang bekerja di area yang menuntut semua orang bekerja perfeksionis tiba-tiba ada perbuatan yang memancing respon yang kurang pantas.
Shinta dari Lubis, Santosa & Maramis juga mengakui bahwa klien datang ke pengacara dengan segudang masalah, itulah sebabnya harus pintar-pintar jaga emosi dan membaca karakternya. Adakalanya klien ingin malasalahnya cepat selesai dan ia tidak peduli akan keterbatasan si pengacara. "Jadinya kita kurang tidur untuk kejar kasus klien tersebut. Kadang klien tidak marah tapi tidak menghargai apa yang sudah kita kerjakan," ujarnya.
(fer/eya)
Saat baru lulus kuliah, ia menyibukkan diri dengan aktivitas magang dan menjadi para legal di firma-firma hukum, Ia mengingat betapa kerasnya perjuangan untuk bertahan di area ini, jika ia tidak memberikan performa yang baik, ia bisa dipecat kapanpun. Itulah sebanya jika seorang pengacara wanita tidak kuat mental, akan sulit bertahan.
"Dimarah-marahin, kerja di bawah tekanan, apalagi kita adalah perempuan yang over sensitif, terasa banget survivalnya. Harus punya ketahanan mental tinggi," ujarnya saat ditemui di Grand Indonesia, Kamis (2/8/2012). Ia juga menambahkan bahwa pengacara itu tidak boleh cuma sekedar pintar tentang hukum, tapi juga harus punya kemampuan meyakinkan orang sampai membina hubungan dengan klien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari lima tahun pengalamannya, ia tetap merasakan banyak hal yang seru namun tetap ada juga hal-hal yang terkesan mengganggu. Ia memberikan contoh bekerja di ruang sidang, dimana terjadi gangguan-gangguan yang sifatnya tidak profesional dari lawan jenis. Baginya, aneh rasanya jika sedang bekerja di area yang menuntut semua orang bekerja perfeksionis tiba-tiba ada perbuatan yang memancing respon yang kurang pantas.
Shinta dari Lubis, Santosa & Maramis juga mengakui bahwa klien datang ke pengacara dengan segudang masalah, itulah sebabnya harus pintar-pintar jaga emosi dan membaca karakternya. Adakalanya klien ingin malasalahnya cepat selesai dan ia tidak peduli akan keterbatasan si pengacara. "Jadinya kita kurang tidur untuk kejar kasus klien tersebut. Kadang klien tidak marah tapi tidak menghargai apa yang sudah kita kerjakan," ujarnya.
(fer/eya)
Home & Living
Sparkle MAXI Karbol Sereh, Solusi Lantai Bersih dan Wangi
Pakaian Pria
Cari Sepatu Basket Nyaman? Air Jordan Luka 4 PF Layak Dilirik
Home & Living
Libas Tuntas Noda Bandel & Bau Amis di Piring dengan Sabun Ini
Home & Living
Biar Nggak Biasa, Ini Kotak Tisu Estetik yang Bikin Meja Terlihat Lebih Premium!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Viral Verificator
Viral Perjuangan Wanita Mudik, Bawa Burung dalam Sangkar dan Dua Kucing
2
Ramalan Zodiak 21 Maret: Aquarius Masih Ada Beban, Pisces Tetap Sabar
3
Sophia Latjuba Ikut Tren Viral Unggah Foto Tahun 90an, Wajahnya Bikin Salfok
4
Lebaran Jadi Momen Maaf-Maafan, Ini Cara Minta Maaf Sesuai Zodiak (Part 1)
5
30 Ucapan Lebaran 2026 yang Santun dan Bikin Hati Hangat
MOST COMMENTED











































