Intimate Interview
Ekspansi Bisnis Martha Tilaar Hingga ke Afrika
wolipop
Selasa, 31 Jul 2012 12:45 WIB
Jakarta
-
Wulan Tilaar gigih dalam mengembangkan seluruh produk Martha Tilaar Group, mulai dari kosmetik, spa hingga sekolah sampai ke mancanegara. Di usianya yang masih terbilang muda, putri ketiga dari Martha Tilaar itu telah meraih kesuksesan dalam karirnya. Meski fokus dalam pekerjaan, namun ibu dari dua anak itu tidak menomo rduakan keluarga. Berikut petikan wawancara Wolipop bersama Wulan Tilaar di Martha Tilaar Spa, Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Wolipop (W): Setiap terobosan yang dilakukan oleh Martha Tilaar Group terinspirasi dari mana?
Wulan Tilaar (WT): Dari kekayaan alam Indonesia dan tradisi Indonesia. Cuma dua itu aja, benang merah yang harus terus ditarik dari generasi pertama, kedua dan selanjutnya. Kampung Jamu aja baru berhasil mengoleksi tanaman untuk obat, kosmetik, aromatik indonesia baru 700 spesies. Padahal ada 3000 spesies tanaman Indonesia. 700 aja kita udah bingung mau diapain lagi. Bisa dibilang kita perusahaan yang unik, salah satu perusahaan kosmetik Indonesia yang mengambil inspirasi alam dan kebudayaan Indonesia.
W: Martha Tilaar Group dalam 10 tahun kedepan akan seperti apa?
WT: Lima tahun kedepan kita fokus bringing local product go global ke Asean, Asia Pacific dengan membuka Martha Tilaar Shop. Mungkin kedepannya kita mau buka ke Malaysia. Jangka panjangnya go global ke Amerika dan Afrika, karena warna kulitnya mirip dengan orang Papua, sehingga kita yakin bisa bersaing di sana dengan harga yang juga bisa bersaing.
W: Setelah merilis perawatan unik seperti spa manggis, batimung dan lainnya, Martha Tilaar Spa akan meluncurkan apa lagi?
WT: Cita-cita Martha Tilaar adalah ingin menciptakan Indonesian spa experience. Kita baru punya treatment kebanyakan dari Jawa dan Bali. Jawa aja dari zaman ibu saya dulu belum habis-habis digarap. Saya baru nambahin dari Jawa Barat yaitu spa manggis. Trus Borneo ada spa batimung. Masih banyak yang belum dipakai, seperti Sulawesi dan Papua belum. November ada produk baru lagi. Biasanya dua kali luncurin dalam setahun. Tapi yang Indonesia banget, yang signiture biasanya rilis sekali di akhir tahun.
W: Selain sibuk bekerja, apa aktivitas lain yang saat ini sedang digeluti?
WT: Selain bekerja, saya ikut beberapa organisasi. Sebetulnya, berorganisasi bukan my favorite part, kadang terlalu banyak birokrasi yang bikin pusing, tapi sekarang part of my job. Aku ikut Kadin, IWAPI, PERKOSMI. Tapi yang udah terjun cukup lama itu di Tiara Kusuma. Tiara Kusuma merupakan kumpulan orang yang berprofesi dalam kecantikan, mulai dari hairdresser dan lain-lain. Yang baru banget itu Kadin, PERKOSMI. Aku juga involve ke sekolah anakku, ngurusin dia sekolah. Saya juga ikut kelompok wayang orang, Mitra Barata. Di sana kita mentas wayang orang dengan wayang orang barata. Aku ikut itu karena saya ingin menjiwai. Di situ kita bisa mengalami dan menghargai orang-orang di situ yang turun temurun melestarikan budaya. Ada yang bapaknya penabuh gendang, ibunya sinden dan penari, anaknya penari juga dengan bayaran yang sangat minim. Buat saya mereka luar biasa banget. Di pementasan itu, saya menari nanti dapat uang. uangnya itu untuk Mitra Barata.
W: Tips Sukses yang Bisa di bagi ke Pembaca Wolipop?
WT: Saya banyak belajar dari ibu saya, paling mudah diaplikasikan adalah DJITU itu, disiplin, jujur, iman, tekun dan ulet. Kesuksesan nggak ada yang instan. Jika kita menjalani DJITU itu dengan bener, pasti kita bisa jadi wanita karir. Terus set your priority untuk suami dan anak.
W: Apakah memiliki rencana untuk membangun perusahaan sendiri?
WT: Aku masih banyak belajar di sini. aku pengennya punya toko yang semuanya personalise things. Toko kayak 'TULISAN', dia desain sendiri. Aku pengen punya toko yang semuanya personalise tapi yang Indonesia banget. Misalnya enam bulan kedepannya pengen bikin dengan tema Borneo, lebih ke art dan craft, kaya taplak atau sarung bantal.
W: Tips Cantik ala Wulan Tilaar?
WT: Kecantikan rupa sampat wahyu biantara, kecantikan luar dan dalam. Kecantikan luar gampanglah, bisa dengan operasi atau make-up. Tapi dari dalam itu susah. Kita punya sosok idola yakni Dewi Saraswati, dewi ilmu pengetahuan yang punya empat tangan. Tangan pertama dia memegang bunga yang melambangkan wanita harus wangi, dandan dan cantik. Tangan kedua dia megang tasbih, itu artinya iman. Dia juga memegang sitar yang melambangkan berkomunikasi yang baik, bertutur kata yang baik. yang terakhir daun lontar, di mana perempuan harus punya skill dan pengetahuan, supaya mereka bisa mandiri. Itulah yang bisa mengasah inner beauty kamu. Aku juga masih minum jamu. Untuk kolestrol, aku minum jamu dari daun salam, laos, lengkuas setiap malam.
W: Dalam berbusana, style Wulan seperti apa?
WT: Aku orangnya gak mau ribet, nggak harus latest fashion, yang penting nyaman. Style ku klasik tapi nggak out of date. Im not fashionista. Fashion is all about comfort dan percaya diri.
W: Siapa desainer favorit Wulan?
WT: Kalau dalam negri yang etnik, saya suka Ghea Panggabean. Rancangan Ghea, Indonesianya keluar, simple dan long lasting. Aku juga suka Deden Siswanto. Yang aku suka tapi susah aku pakai adalah Biyan karena aku jarang bisa pakai karena warnanya yang terlalu muda, soalnya aku suka warna hitam. Priyo juga aku suka, cuttingnya bagus yang mengkombinasikan dengan kain indonesia. Untuk luar, saya suka valentino, Elie Saab karena desiannya simple. trus Alaxander mcqueen, dengan sisi darkness tapi tetap feminin.
(kik/kik)
Wolipop (W): Setiap terobosan yang dilakukan oleh Martha Tilaar Group terinspirasi dari mana?
Wulan Tilaar (WT): Dari kekayaan alam Indonesia dan tradisi Indonesia. Cuma dua itu aja, benang merah yang harus terus ditarik dari generasi pertama, kedua dan selanjutnya. Kampung Jamu aja baru berhasil mengoleksi tanaman untuk obat, kosmetik, aromatik indonesia baru 700 spesies. Padahal ada 3000 spesies tanaman Indonesia. 700 aja kita udah bingung mau diapain lagi. Bisa dibilang kita perusahaan yang unik, salah satu perusahaan kosmetik Indonesia yang mengambil inspirasi alam dan kebudayaan Indonesia.
W: Martha Tilaar Group dalam 10 tahun kedepan akan seperti apa?
WT: Lima tahun kedepan kita fokus bringing local product go global ke Asean, Asia Pacific dengan membuka Martha Tilaar Shop. Mungkin kedepannya kita mau buka ke Malaysia. Jangka panjangnya go global ke Amerika dan Afrika, karena warna kulitnya mirip dengan orang Papua, sehingga kita yakin bisa bersaing di sana dengan harga yang juga bisa bersaing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WT: Cita-cita Martha Tilaar adalah ingin menciptakan Indonesian spa experience. Kita baru punya treatment kebanyakan dari Jawa dan Bali. Jawa aja dari zaman ibu saya dulu belum habis-habis digarap. Saya baru nambahin dari Jawa Barat yaitu spa manggis. Trus Borneo ada spa batimung. Masih banyak yang belum dipakai, seperti Sulawesi dan Papua belum. November ada produk baru lagi. Biasanya dua kali luncurin dalam setahun. Tapi yang Indonesia banget, yang signiture biasanya rilis sekali di akhir tahun.
W: Selain sibuk bekerja, apa aktivitas lain yang saat ini sedang digeluti?
WT: Selain bekerja, saya ikut beberapa organisasi. Sebetulnya, berorganisasi bukan my favorite part, kadang terlalu banyak birokrasi yang bikin pusing, tapi sekarang part of my job. Aku ikut Kadin, IWAPI, PERKOSMI. Tapi yang udah terjun cukup lama itu di Tiara Kusuma. Tiara Kusuma merupakan kumpulan orang yang berprofesi dalam kecantikan, mulai dari hairdresser dan lain-lain. Yang baru banget itu Kadin, PERKOSMI. Aku juga involve ke sekolah anakku, ngurusin dia sekolah. Saya juga ikut kelompok wayang orang, Mitra Barata. Di sana kita mentas wayang orang dengan wayang orang barata. Aku ikut itu karena saya ingin menjiwai. Di situ kita bisa mengalami dan menghargai orang-orang di situ yang turun temurun melestarikan budaya. Ada yang bapaknya penabuh gendang, ibunya sinden dan penari, anaknya penari juga dengan bayaran yang sangat minim. Buat saya mereka luar biasa banget. Di pementasan itu, saya menari nanti dapat uang. uangnya itu untuk Mitra Barata.
W: Tips Sukses yang Bisa di bagi ke Pembaca Wolipop?
WT: Saya banyak belajar dari ibu saya, paling mudah diaplikasikan adalah DJITU itu, disiplin, jujur, iman, tekun dan ulet. Kesuksesan nggak ada yang instan. Jika kita menjalani DJITU itu dengan bener, pasti kita bisa jadi wanita karir. Terus set your priority untuk suami dan anak.
W: Apakah memiliki rencana untuk membangun perusahaan sendiri?
WT: Aku masih banyak belajar di sini. aku pengennya punya toko yang semuanya personalise things. Toko kayak 'TULISAN', dia desain sendiri. Aku pengen punya toko yang semuanya personalise tapi yang Indonesia banget. Misalnya enam bulan kedepannya pengen bikin dengan tema Borneo, lebih ke art dan craft, kaya taplak atau sarung bantal.
W: Tips Cantik ala Wulan Tilaar?
WT: Kecantikan rupa sampat wahyu biantara, kecantikan luar dan dalam. Kecantikan luar gampanglah, bisa dengan operasi atau make-up. Tapi dari dalam itu susah. Kita punya sosok idola yakni Dewi Saraswati, dewi ilmu pengetahuan yang punya empat tangan. Tangan pertama dia memegang bunga yang melambangkan wanita harus wangi, dandan dan cantik. Tangan kedua dia megang tasbih, itu artinya iman. Dia juga memegang sitar yang melambangkan berkomunikasi yang baik, bertutur kata yang baik. yang terakhir daun lontar, di mana perempuan harus punya skill dan pengetahuan, supaya mereka bisa mandiri. Itulah yang bisa mengasah inner beauty kamu. Aku juga masih minum jamu. Untuk kolestrol, aku minum jamu dari daun salam, laos, lengkuas setiap malam.
W: Dalam berbusana, style Wulan seperti apa?
WT: Aku orangnya gak mau ribet, nggak harus latest fashion, yang penting nyaman. Style ku klasik tapi nggak out of date. Im not fashionista. Fashion is all about comfort dan percaya diri.
W: Siapa desainer favorit Wulan?
WT: Kalau dalam negri yang etnik, saya suka Ghea Panggabean. Rancangan Ghea, Indonesianya keluar, simple dan long lasting. Aku juga suka Deden Siswanto. Yang aku suka tapi susah aku pakai adalah Biyan karena aku jarang bisa pakai karena warnanya yang terlalu muda, soalnya aku suka warna hitam. Priyo juga aku suka, cuttingnya bagus yang mengkombinasikan dengan kain indonesia. Untuk luar, saya suka valentino, Elie Saab karena desiannya simple. trus Alaxander mcqueen, dengan sisi darkness tapi tetap feminin.
(kik/kik)
Home & Living
Rekomendasi Vacuum Cleaner Praktis untuk Rumah Bersih Selama Ramadan
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Make Up Ringan yang Tetap Bikin Wajah Glowing
Kesehatan
Mau Mulut Tetap Fresh Saat Puasa? 3 Oral Care Ini Bisa Jadi Penyelamat Bau Mulut dan Sariawan
Kesehatan
Kulit Kusam Padahal Sudah Pakai Skincare? Ini Rahasia yang Banyak Orang Lewatkan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Foto Song Hye Kyo Bikin Fans Salfok, Pria di Belakangnya Diduga Lee Min Ho
2
Gaya Glamor Kate Middleton di BAFTAs 2026, Perdana Setelah Andrew Ditangkap
3
6 Artis Indonesia Raih Beasiswa LPDP, Kuliah di Monash hingga Stanford
4
Ramalan Zodiak 23 Februari: Libra Lebih Peduli, Sagitarius Jaga Hatinya
5
Viral Verificator
Tanpa Sewa Ruko, Viral Pria Buka Usaha Laundry di Kamar Sempit Jadi Cuan
MOST COMMENTED











































