6 dari 10 Pekerja Mengalami Insomnia Akibat Lembur
Menjadi bos dengan gaji yang lebih tinggi dan fasilitas yang lebih baik membuat banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan jabatan menjadi seorang pemimpin. Tapi tahukah Anda bahwa menjadi bos bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan?
Dikutip dari situs Times of India, survei yang dilakukan oleh Chartered Management Institute terhadap 1.333 manajer dan direktur, menunjukan bahwa tidak semuanya dari mereka merasa bahagia dengan perannya sebagai pemimpin.
Satu dari tiga manager mengatakan akan mengundurkan diri bila mereka bisa mendapatkan pekerjaan lain. Hal ini disebabkan kurangnya waktu bersama keluarga. Banyak dari mereka yang bersedia mengundurkan diri karena tidak bisa bertemu dengan keluarga khususnya anak-anak tercinta.
Walaupun penghasilan menjadi lebih banyak dengan uang lembur, tetapi tidak dapat membuat para pemimpin tersebut merasa bahagia.
Dari hasil survei itu juga didapatkan fakta bahwa 1 dari 5 manager dan direktur mengalami stres dan depresi berkelanjutan. Tidak hanya itu saja, 6 dari 10 responden mengakui bahwa mereka selalu mengalami insomnia dalam tiga bulan terakhir.
Penelitian ini juga mengungkapkan dampak yang mengkhawatirkan terhadap fisik dan mental pada responden. Didapatkan data, sebanyak 61% responden pernah mengalami 'kelelahan konstan'. 60 persennya lagi mengalami insomnia dan kurang tidur, sementara 47% partisipan lainnya mengalami peningkatan atau penurunan nafsu makan, dan 45% responden lagi mengakui bahwa mereka sulit untuk berkonsentrasi.
Dalam lima tahun belakangan ini jumlah manager yang menderita masalah kesehatan seperti hal di atas meningkat dengan tajam. Bahkan ada manajer yang mengakui telah menderita stres bekelanjutan dalam 12 bulan terakhir.
Profesor Cary Cooper dari Lancaster University Management School, salah satu penulis laporan survei ini mengatakan, bahwa orang yang mengalami stres dapat terlihat dari perubahan perilakunya. Biasanya ciri-ciri yang terlihat adalah kehilangan rasa humor, cepat marah, sulit berkonsentrasi, makan berlebihan atau tidak nafsu makan, merokok dan mengkonsumsi alkohol berlebihan.
Stres yang berkelanjutan dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih fatal, seperti gangguan pada perut dan usus bahkan dapat menyebabkan sakit jantung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































