Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Langkah Penting dalam Investasi Saham Bagi Pemula

wolipop
Selasa, 17 Jul 2012 10:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Investasi saham kini tak hanya menarik bagi kalangan profesional. Orang awam, khususnya kalangan muda pun mulai tertarik dengan perencanaan keuangan ini.

Tak jarang dari mereka yang masih berusia muda, bahkan di bawah 25 tahun yang sudah menggeluti dunia investasi. Apakah Anda juga termasuk yang tertarik terjun di bidang yang satu ini? Maka ada beberapa hal dasar yang harus dicermati bagi para pemula investasi.

Pertama, jangan hanya terpaku pada harga saham karena di setiap lembar ada perusahaan di baliknya. Yang harus Anda lakukan adalah memeriksa perusahaannya. Apakah perusahaan tersebut semakin besar? Dipimpin oleh orang yang baik dan berkompeten atau tidak? Dan yang terpenting lagi, apakah perusahaan itu berkembang atau malah mengalami penurunan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau perusahaan itu berkembang, berada dalam keadaan ekonomi yang baik dan pada sektor yang baik pula, maka cepat atau lambat harga saham juga akan mengikuti performa dari perusahaan tersebut," jelas Kepala Divisi Riset dari Bursa Efek Indonesia Poltak Hotradero, saat diskusi bertema 'Smart Investing, Everyone Can' bersama Mandiri Sekuritas dan Bursa Efek Indonesia, Kamis (12/07/2012) di The Only One Club, FX Center, Sudirman, Jakarta.

Kedua, adalah negara di mana perusahaan tersebut berada. Poltak menjelaskan, di dunia ini ada negara yang pertumbuhan ekonominya baik, kurang baik dan buruk. Jika suatu negara pertumbuhan ekonominya buruk, otomatis perusahaan di dalamnya juga tidak akan bertumbuh dengan baik dan pergerakan sahamnya pun akan jalan di tempat.

"Jadi kita harus melihat, di balik setiap lembar saham ada perusahaan dan di balik perusahaan ada negara," ujar pengamat pasar modal ini.

Poltak menganjurkan, sebaiknya pilih perusahaan dari negara yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi. Tak perlu jauh-jauh, Indonesia adalah salah satunya. Diuraikan Poltak, Indonesia menempati ranking 15 dalam daftar 19 negara terbesar secara ekonomi di dunia. Sebagai ilustrasi, jika ke-19 negara tersebut digabungkan, maka bisa menguasai 76,32 persen dari total ekonomi global.

"Apa istimewanya Indonesia? Jika diurutkan dari 19 daftar tersebut, negara ini ternyata masuk urutan nomor tiga yang paling cepat pertumbuhan ekonominya. Ekonomi Indonesia bisa dibilang baik dan dalam 10 tahun terakhir, bertambah sekitar 5,8 persen," jelasnya lagi.

Kesimpulannya, pilihlah saham dari perusahaan di negara yang ekonominya masih akan terus tumbuh. Lalu kerucutkan lagi kategorinya dan pilih apa industri yang paling maju saat ini? (misalnya di Thailand, industri pertanian cukup bagus). Di antara industri pertanian, periksa mana yang laporan keuangannya paling bagus? Setelah itu baru Anda bisa memutuskan untuk membeli sahamnya.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads