Liputan Khusus
49% Orang Berpendapat Bos Galak Bisa Turunkan Kinerja Karyawan
Kiki Oktaviani dan Hestianingsih - wolipop
Jumat, 13 Jul 2012 08:05 WIB
Jakarta
-
Bos galak, lebih banyak membawa dampak positif atau negatif terhadap kinerja karyawan? Dalam survei wolipop pada Selasa (10/07/2012) yang diikuti sebanyak 120 responden lewat situs jejaring sosial Twitter, sebanyak 49 persen menjawab bos yang galak lebih memberi dampak negatif.
Salah satu responden menyatakan, "(Bos galak) justru membuat kerja jadi nggak konsen."
Sedangkan responden lainnya yang berpendapat sama menulis di akun Twitter, "Bos galak justru malah bikin stres."
Namun tak sedikit juga responden yang beranggapan kalau bos galak memiliki dampak positif pada pekerjaan bawahan. Ada 37 persen yang setuju jika seorang pemimpin memiliki sifat yang galak atau tegas, karena bisa memicu karyawan untuk bekerja lebih baik. Sementara 14 persen menyatakan ada sisi positif maupun negatif.
"Kadang iya! Terkadang ada karyawan harus dipecut dulu, baru bisa terdorong dan mau kerja lebih keras! Padahal itu (kerja keras) kewajiban," tutur Irwan (bukan nama sebenarnya).
Jika demi kebaikan, seorang responden lainnya juga setuju seorang atasan harus galak. Dan sebagian lagi mengaku bekerja lebih keras karena punya bos killer.
Menurut Cherry Zulviyanti Riadi Lukman, seorang chief consultant, bos yang galak memang bisa mendorong karyawan untuk bekerja lebih cepat dan gesit. Namun ia tak menampik bahwa ada pula dampak negatif yang ditimbulkan jika bos selalu berperangai keras.
"Karyawan jadi memiliki rasa kurang percaya diri untuk mengungkapkan pendapat pada bos atau siapapun. Takut dimarahi, takut bos menampilkan sikap-sikap yang lebih galak lagi. Sehingga menjadi sangat patuh," urai Cherry yang bekerja di Experd, perusahaan yang bergerak di pengembangan sumber daya manusia saat berbincang dengan wolipop lewat telepon, Kamis (12/07/2012).
Dia menambahkan, "Ini bagus, tapi ada kalanya diperlukan juga perbedaan pendapat yang bisa mempertajam tindakan kerja."
Cherry menjelaskan, bos yang terlalu galak bisa mematikan kreativitas dan kepercayaan diri anggota tim. Karyawan juga bisa menjadi stres dan tidak semangat sehingga motivasi kerjanya menurun serta tidak nyaman berada di lingkungan kerja.
(hst/eya)
Salah satu responden menyatakan, "(Bos galak) justru membuat kerja jadi nggak konsen."
Sedangkan responden lainnya yang berpendapat sama menulis di akun Twitter, "Bos galak justru malah bikin stres."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kadang iya! Terkadang ada karyawan harus dipecut dulu, baru bisa terdorong dan mau kerja lebih keras! Padahal itu (kerja keras) kewajiban," tutur Irwan (bukan nama sebenarnya).
Jika demi kebaikan, seorang responden lainnya juga setuju seorang atasan harus galak. Dan sebagian lagi mengaku bekerja lebih keras karena punya bos killer.
Menurut Cherry Zulviyanti Riadi Lukman, seorang chief consultant, bos yang galak memang bisa mendorong karyawan untuk bekerja lebih cepat dan gesit. Namun ia tak menampik bahwa ada pula dampak negatif yang ditimbulkan jika bos selalu berperangai keras.
"Karyawan jadi memiliki rasa kurang percaya diri untuk mengungkapkan pendapat pada bos atau siapapun. Takut dimarahi, takut bos menampilkan sikap-sikap yang lebih galak lagi. Sehingga menjadi sangat patuh," urai Cherry yang bekerja di Experd, perusahaan yang bergerak di pengembangan sumber daya manusia saat berbincang dengan wolipop lewat telepon, Kamis (12/07/2012).
Dia menambahkan, "Ini bagus, tapi ada kalanya diperlukan juga perbedaan pendapat yang bisa mempertajam tindakan kerja."
Cherry menjelaskan, bos yang terlalu galak bisa mematikan kreativitas dan kepercayaan diri anggota tim. Karyawan juga bisa menjadi stres dan tidak semangat sehingga motivasi kerjanya menurun serta tidak nyaman berada di lingkungan kerja.
(hst/eya)











































