Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

'You Stay or You Quit untuk Berkarya? Itu Keren!'

wolipop
Jumat, 04 Mei 2012 17:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Sukses tidak diukur dari berhenti atau tidaknya Anda dari pekerjaan. Sukses adalah ketika Anda mampu memilih untuk tetap bekerja atau berhenti.

"Karena sukses itu bukan pencapaian tapi proses untuk menjadikan diri sendiri dalam versi yang lebih asik dan lebih baik," papar career coach Rene Suhardono, saat ditemui wolipop di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (2/5/2012).

Seseorang terkadang terpenjara oleh keadaan. Misalnya keadaan harus tetap bekerja karena tak punya alternatif sumber penghasilan lain. Ketika seseorang bisa keluar dari penjara keadaan, satu poin kesuksesan telah berhasil ia kantongi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin kesuksesan berikutnya adalah ketika seseorang bisa menghasilkan karya yang bermanfaat untuk orang lain. "Kalau dia stay karena ingin berkarya, itu keren. Kalau dia keluar dari pekerjaan untuk berkarya lebih, itu lebih keren," ujar penulis buku 'Your Job is Not Your Career' itu.

Untuk seseorang yang bergonta-ganti tempat kerja, label kutu loncat yang berkonotasi negatif kerap diberikan. Rene yang dulunya berkarir di dunia perbankan menyayangkan hal tersebut.

"Jangan pernah melihat segala sesuatu sebagaimana yang tampak. Pahami esensi. Pada saat orang keluar, kalau bisa mengungkapkan alasannya dengan benar, itu jauh lebih bagus. Lebih bagus daripada memaksa bertahan tapi tidak memberikan apa-apa." tambahnya.

Seberapa sering seseorang pindah tempat kerja bukanlah masalah. Yang terpenting adalah alasan kenapa ia mau tetap bekerja atau berhenti.

Rene juga menjelaskan ada kondisi yang bernama 'interim Role'. Yaitu kondisi dimana seseorang secara sadar tidak mau menjadi karyawan tetap. Biasanya mereka bekerja di suatu perusahaan hanya untuk 2 tahun. Setelah itu ia akan pindah lagi ke perusahaan yang lain.

Rene menjelaskan, "Kalau ada orang yang menganggap tidak loyal karena pindah-pindah tempat kerja, itu salah. Justru kepindahan seorang interim role itu didasari atas loyalitas dia pada perusahaan. Setelah tugas terpenuhi dan tidak bisa melakukan hal yang lain, akhirnya dia keluar. Mereka sangat tahu apa yang mereka bisa kontribusikan." tutup pria jebolan Universitas Indonesia itu.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads