Liputan Khusus

Agar Tidak Menyesal Setelah Resign dari Kantor

- wolipop Jumat, 04 Mei 2012 15:36 WIB
Dok. pribadi, detikfoto Dok. pribadi, detikfoto

Jakarta - Tidak sedikit orang yang setelah resign dari pekerjaan justru merasa menyesal. Bagaimana agar hal itu tidak terjadi? Berikut pengalaman Tina Talisa dan Ligwina Hananto yang setelah resign tetap punya passion pada pekerjaannya.

Ligwina Hananto mengatakan dukungan keluarga terutama suami sangat penting ketika Anda memutuskan resign. Dukungan penting karena dengan hal itu, Anda bisa lebih percaya diri untuk melangkah ke karir berikutnya.

Dukungan itu pun dimiliki oleh wanita yang akrab disapa Wina itu. Malah suaminya lah, Dondi Hananto yang memintanya untuk keluar dari pekerjaannya saat itu di biro iklan.

Selain dukungan, yang juga harus dipertimbangkan ketika akan resign adalah alasan Anda keluar dari pekerjaan sekarang. Setelah tahu alasannya, Anda juga harus siap menerima konsekuensi dari penyebab Anda mengundurkan diri tersebut.

"Misalnya resign karena mau buka bisnis. Harus tahu konsekuensinya kalau bisnis nggak selalu berhasil. Harus siapin mental, yang mana yang mau dijalanin," ujar Wina saat berbincang dengan wolipop melalui telepon Rabu (2/5/2012).

Mempertimbangkan konsekuensi juga dilakukan Tina Talisa sebelum keluar dari pekerjaannya. Tina tercatat beberapa kali pindah kerja seperti dari sebuah radio ke TVRI Bandung, kemudian TVRI ke Trans TV, Trans TV ke Lativi/TV One dan kini di Indosiar.

"Harus selalu bisa mengukur, setiap keputusan harus ada konsekuensinya. Konsekuensinya apa sih kalau kita pindah dan nggak pindah. Tantangan kerjanya bagaimana, bisa nggak kita memenuhi ekspektasi kantor baru. Kemudian yang paling penting kemampuan kita beradaptasi dengan kondisi perusahaan baru, rekan kerja dan sistem kerja yang berbeda," tutur wanita yang kini tengah menuntut ilmu di Program Magister Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung itu.

Tina sendiri merasa setiap resign dan masuk ke tempat kerja baru, dia selalu menemukan passion baru. Pekerjaannya itu pun meski sama-sama di dunia media, memiliki tantangan yang berbeda-beda.

"Saya pernah bekerja di televisi publik TVRI, Trans TV televisi general entertainment yang segmennya menengah, TV One televisi pemberitaan, dan sekarang Indosiar, general entertainment juga tapi segmennya menengah ke bawah," jelas wanita berusia 32 tahun itu.




(eny/eny)