Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Chef Cantik Karen Carlotta Pernah Depresi Saat Kerja di Bank

Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 04 Mei 2012 14:23 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. pribadi
Jakarta -

Merasa depresi karena bekerja tak sesuai passion? Anda tak sendiri. Chef cantik Karen Carlotta juga pernah merasakannya. Namun ia kemudian berhasil mengatasi depresinya itu dan kini sukses di dunia kerja yang sesuai passionnya.

Dalam wawancara melalui email kepada wolipop, Karen berbagi kisah bagaimana ia akhirnya bisa menemukan pekerjaan yang sesuai passionnya tersebut. Berikut wawancara dengan wanita kelahiran 1 Agustus 1982 itu:

Bagaimana awal karirnya sebelum menjadi chef?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum menjadi chef, setelah lulus SMU, saya kebingungan mau masuk jurusan apa karena memang dari dasarnya jiwa saya lebih ke arah art. Karena kebetulan saya masuk sekolah kecepatan dua tahun dari seharusnya, saya coba meminta orang tua untuk undur masuk universitas untuk mencari bidang apa yang benar benar menjadi passion saya. Sayangnya, pikiran orang tua tentu saja berbeda, mereka menyayangkan waktu terbuang satu tahun dan mereka menyarankan bagaimana kalau saya mengambil manajemen yang bisa dipakai dalam bisnis apapun. Walaupun bukan dari IPS, akhirnya saya menyetujui dan lulus sebagai sarjana ekonomi. Sempat mengikuti ODP Panin hampir empat bulan.

Kapan memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sebelumnya dan kemudian menjadi chef?

Sejak kecil memang saya suka dunia dapur dan mulai SMU sering membuat kue dan memasak. Kegagalan tentu saja banyak tapi pantang menyerah. Tanggapan positif pertama saya terima saat berada di bangku kuliah semester satu. Saya membuat cinnamon moist cake dan ibu saya menghidangkan untuk tamunya. Eh, tamunya suka, lalu mulai memesan. Sejak saat itu, saya sering sekali berinovasi dan otodidak belajar tentang dunia dapur, baik memasak ataupun membuat kue dan menerima pesanan.

Setelah empat bulan mengikuti program ODP Panin, saya benar benar merasa jiwa saya tidak di situ. Di saat hampir lulus ODP, hanya tinggal dua departemen saja, walau nilainya bagus, ternyata jiwa seni dunia dapur saya berbicara. Saya jatuh sakit hingga masuk rumah sakit dan menurut diagnosa dokter ahli dikarenakan bidang yang saya ambil sangat bertentangan dengan passion saya. Oleh karena itu, kita mengadakan rapat keluarga dan akhirnya diperbolehkan mengambil bidang yang saya suka yaitu menjadi chef.

(Karen kemudian sekolah jurusan Pastry & Baking di SHATEC (Singapore International Hotel and Tourism College) pada 2005. Selama di sana, dia setahun belajar di sekolah dan setahun praktek di hotel. Setelah lulus dari sekolah tersebut, karirnya sebagai chef mulai berkembang. Selama setahun putri dari pasangan Aaron Suryajaya Setijono dan Charlotte Sari Dewi itu bekerja pada seorang chef asal Prancis dan kemudian menjabat sebagai Executive Pastry Chef. Namun baru tiga bulan menyandang jabatan tersebut, kedua orangtuanya memintanya kembali ke Indonesia)

Adakah orang-orang yang menjadi inspirasi atau mendorong Karen untuk akhirnya memantapkan diri menjadi chef dan keluar dari pekerjaan sebelumnya?

Nope. Its pure just a calling from my heart. Just know that kitchen is my world. Saat di dapur, saya merasa bisa menjadi diri saya yang sebenarnya. Tidak ada batasan dalam imajinasi dan ruang lingkupnya. Kalau di dapur, mau bergadang, badan capek, tapi seperti tidak terasa..happy dengan resultnya. Bagi saya, proses memasak dan membuat kue dari berbagai macam bahan adalah proses yang magical.
 
Saat memutuskan berhenti dari pekerjaan sebelumnya, apakah ada hambatan? Kalau iya, apakah hambatan tersebut?

Hambatannya hanya masalah kesehatan, sempat dinyatakan depresi hingga menyerang syaraf dan penyempitan saluran pernafasan. Jiwa saya terlalu bebas untuk menjadi karyawan kantoran tetap. Tetapi tanpa masalah ini, mungkin saya tidak menjadi chef. Hal ini justru saya anggap menjadi bantuan dalam mewujudkan passion saya.

(Setelah keluar dari pekerjaannya di sebuah bank, Karen sekolah masak di Singapura. Pulang ke Jakarta, ia berkenalan dengan pemilik Bakerzin dan Rakuzen Kusnadi dan Chef Andika Maxi. Mereka kemudian berpatner membuat private dining untuk perusahaan, sosialita atau pejabat. Ia pun dipercaya menjadi chef untuk sebuah acara masak-memasak di televisi dan didapuk sebagai bintang iklan bumbu masak. Wanita yang akrab disapa KC itu kini juga mengelola restoran Union di Plaza Senayan khusus untuk hidangan pastry)

Achievement apa saja yang pernah diraih selama berkarir baik sebelum dan sesudah menjadi chef?

- Saat di sekolah pastry di SHATEC Singapura, saya dipilih menjadi wakil skolah untuk berkompetisi dalam Wedding Cake Competition dalam Food Hotel Asia 2006, dan berhasil mebawa Bronze Medal.

- Saat training di Swissotel The Stamford, saya dipilih mewakili berkompetisi dalam California Raisins Competition dan berhasil membawa Silver Plate.

- Tahun 2008, saya memenangkan scholarship di Lenotre dan Cacao Barry Academy ke Prancis setelah berhasil meraih kemenangan di World Gourmet Summit .

- Tahun 2010, saya mendapatkan Young Chef Award setelah memenangkan kompetisi memasak di Pantry Magic.

Selama berkarir, pernahkah merasakan comfort zone? Apa yang dilakukan Karen ketika mengatasi hal itu?

Yes, tentu saja. Sewaktu di Singapura, saya haus akan terus belajar. Setelah beberapa bulan bekerja dan menguasai semua ilmu di tempat kerja, merasa di dalam comfort zone. Yang saya lakukan, mecari pekerjaan baru untuk belajar lebih banyak dan mendapat karir yang lebih besar tentunya. Sangat ambisius.
 
Sekarang setelah menjadi chef, apakah sudah merasa menemukan passionnya di dunia kerja?

Definitely!! Can't ask for more. Tapi belajar tak ada batasnya. Kalau ada waktu saya mau belajar lagi.
 
Adakah pesan untuk orang-orang yang ingin mengejar pekerjaan impiannya yang memang sesuai passion mereka?

Follow your heart. Do not waste your time. If you are persistent and give 100% hard work, success will come by itself. Prove yourself with your work.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads