Ciri-ciri Workaholic & Cara Mengatasinya (Bag. 2)
Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 03 Mei 2012 18:10 WIB
Jakarta
-
Pertama, seorang workaholic harus mengenali dan menerima masalah yang ada dalam diri mereka. Cara untuk mengenali dan menerimanya bisa dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut ini dalam skala satu sampai lima (jawaban lima berarti yang paling memuaskan): bagaimana anda menilai kepuasan dan kebahagiaan anda dalam tiap area kehidupan pribadi anda? Berapa poin Anda berikan untuk keluarga, sahabat, kesehatan, hobi dan spiritual.
Jika total poin yang diberikan tidak lebih dari 12, itu artinya anda harus berkaca kepada diri Anda. Mungkin ini waktunya untuk mempertimbangkan kembali prioritas Anda dan mengganti beberapa waktu kerja dengan waktu untuk kehidupan personal.
Untuk lebih memahami apakah Anda benar-benar seorang workaholic atau tidak, situs Workaholics Anonymous memberikan 20 pertanyaan yang bisa Anda jawab, di antaranya:
Apakah Anda membawa pekerjaan ke tempat tidur?
Apakah pekerjaan adalah aktifitas yang paling Anda sukai dan sering pula Anda bicarakan?
Apakah keluarga atau teman selalu mengharapkan Anda tepat waktu?
Apakah Anda menjadi tidak sabaran kepada orang yang memiliki prioritas lain selain pekerjaan?
Apakah waktu panjang Anda dalam bekerja pernah melukai keluarga atau hubungan sosial lainnya?
Apakah pernah berpikir mengenai pekerjaan selagi Anda mengemudi, tidur atau ketika orang lain sedang berbicara dengan Anda?
Jawaban 'ya' untuk satu atau dua pertanyaan di atas mungkin bukan tanda kecanduan. Tetapi jika jawaban 'ya' diberikan untuk tiga atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan di atas, berarti inilah waktunya untuk melakukan perubahan.
Tapi tentu saja, untuk semua orang yang pernah kecanduan, membuat perubahan-perubahan ini sangat sulit dilakukan dibandingkan sekadar mengucapkan. Jangan khawatir atau menyerah dulu, ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk mengatasi workaholic:
Luangkan waktu untuk rileks
Buat batasan waktu dalam hal urusan pekerjaan. Ingatlah, hidup Anda tidak hanya untuk bekerja. Gunakan waktu untuk membantu Anda menemukan kebahagiaan dan kepuasan di luar pekerjaan. Carilah tolok ukur lain untuk mengukur keseluruhan kesejahteraan Anda seperti memenuhi hubungan pribadi anda, - menjadi hebat, mitra terpercaya, orang tua, dan / atau teman - atau bahkan mencoba hobi baru.
Belajarlah untuk mendelegasikan.
Mengakui bahwa tidak satupun dari kita yang bisa sukses atau produktif di tempat kerja hanya dengan kemampuan sendiri. Hal ini sulit bagi para perfeksionis, sehingga mereka dapat memulai dari yang kecil, seperti berbagi tugas-tugas kecil dengan rekan kerja. Perlahan-lahan, seorang workaholic dapat menyadari bahwa ia mulai bisa untuk melepaskan dan tetap bisa menyelesaikan pekerjaannya.
(eny/eny)
Di bagian pertama artikel ini sudah dijelaskan apa saja ciri-ciri seorang workaholic. Sekarang di bagian kedua, Anda bisa mencari tahu bagaimana cara mengatasi kecanduan tersebut.
Dipaparkan ABC News, seperti alcoholic, workaholic juga kecanduan yang tidak sehat. Orang yang workaholic, kecanduan kerja mengejar karir dan mengangggap dirinya adalah satu-satunya orang yang bisa mengerjakan pekerjaan dengan benar.
Tentunya menjadi suatu tantangan tersendiri untuk bisa mengatasi kecanduan kerja tersebut. Diperlukannya suatu sistem pendukung untuk membantu menghentikan kebiasaan seorang workaholic. Bagaimana caranya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika total poin yang diberikan tidak lebih dari 12, itu artinya anda harus berkaca kepada diri Anda. Mungkin ini waktunya untuk mempertimbangkan kembali prioritas Anda dan mengganti beberapa waktu kerja dengan waktu untuk kehidupan personal.
Untuk lebih memahami apakah Anda benar-benar seorang workaholic atau tidak, situs Workaholics Anonymous memberikan 20 pertanyaan yang bisa Anda jawab, di antaranya:
Apakah Anda membawa pekerjaan ke tempat tidur?
Apakah pekerjaan adalah aktifitas yang paling Anda sukai dan sering pula Anda bicarakan?
Apakah keluarga atau teman selalu mengharapkan Anda tepat waktu?
Apakah Anda menjadi tidak sabaran kepada orang yang memiliki prioritas lain selain pekerjaan?
Apakah waktu panjang Anda dalam bekerja pernah melukai keluarga atau hubungan sosial lainnya?
Apakah pernah berpikir mengenai pekerjaan selagi Anda mengemudi, tidur atau ketika orang lain sedang berbicara dengan Anda?
Jawaban 'ya' untuk satu atau dua pertanyaan di atas mungkin bukan tanda kecanduan. Tetapi jika jawaban 'ya' diberikan untuk tiga atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan di atas, berarti inilah waktunya untuk melakukan perubahan.
Tapi tentu saja, untuk semua orang yang pernah kecanduan, membuat perubahan-perubahan ini sangat sulit dilakukan dibandingkan sekadar mengucapkan. Jangan khawatir atau menyerah dulu, ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk mengatasi workaholic:
Luangkan waktu untuk rileks
Buat batasan waktu dalam hal urusan pekerjaan. Ingatlah, hidup Anda tidak hanya untuk bekerja. Gunakan waktu untuk membantu Anda menemukan kebahagiaan dan kepuasan di luar pekerjaan. Carilah tolok ukur lain untuk mengukur keseluruhan kesejahteraan Anda seperti memenuhi hubungan pribadi anda, - menjadi hebat, mitra terpercaya, orang tua, dan / atau teman - atau bahkan mencoba hobi baru.
Belajarlah untuk mendelegasikan.
Mengakui bahwa tidak satupun dari kita yang bisa sukses atau produktif di tempat kerja hanya dengan kemampuan sendiri. Hal ini sulit bagi para perfeksionis, sehingga mereka dapat memulai dari yang kecil, seperti berbagi tugas-tugas kecil dengan rekan kerja. Perlahan-lahan, seorang workaholic dapat menyadari bahwa ia mulai bisa untuk melepaskan dan tetap bisa menyelesaikan pekerjaannya.
(eny/eny)











































