4 Aturan dalam Pekerjaan yang Tak Perlu Diikuti
wolipop
Selasa, 10 Jan 2012 14:36 WIB
Jakarta
-
Kebanyakan orang berpikir mereka tahu kunci mendapatkan karir yang sukses: menundukkan kepala pada atasan dan menghindari topik pembicaraan pribadi, sensitif dan 'tabu'. Namun pada kenyataannya, sedikit melanggar aturan tersebut dan menantang diri sendiri untuk berani keluar dari hal-hal yang baku justru bisa membuat Anda lebih berkembang.
Seperti dikutip dari Real Simple, berikut ini empat aturan non-lisan di kantor yang bisa, atau sebaiknya tak Anda ikuti.
1. Dilarang Membicarakan Topik yang Sensitif
Menurut Sean O'Neil, manajemen konsultan di Pelham, New York, setiap ada masalah harus dihadapi secara terbuka. Jika itu masalah pribadi, jangan sampai Anda sulit dan canggung untuk membicarakannya di kantor. Misalnya, Anda mempunyai perbedaan pendapat dengan seorang rekan kerja, ada baiknya hal tersebut dibicarakan meskipun isu tersebut mungkin bisa memengaruhi produktivitas kerja Anda.
Tapi pertimbangkanlah, jika masalah tersebut dibicarakan dan bisa dihadapi dengan baik, maka hasilnya akan membawa keseimbangan di lingkungan kerja. Dengan begitu Anda dan rekan kerja bisa saling tahu kekurangan masing-masing.
2. Bekerja Itu Harus Naik Pangkat
Di dalam budaya kerja, biasanya kesuksesan karir seseorang diukur dari seberapa tinggi jabatannya di perusahaan tempat dia bekerja. Karena dengan pangkat yang lebih tinggi, dapat menghasilkan uang yang lebih banyak.
Akan tetapi, menurut Michelle Goodman dalam bukunya "The Anti 9-to-5 Guide", tidak semua orang menginginkan kekuasaan dan tanggung jawab lebih dalam perusahaan. Dengan tidak memikul tanggung jawab yang besar di kantor, seseorang dapat lebih leluasa menentukan masa depannya sendiri, misalnya resign dari kantor untuk membuka usaha sendiri dan menjadi bos besar untuk dirinya sendiri di masa depan.
3. Hanya Kerjakan Tugas yang Diminta
Atasan Anda memiliki banyak tugas dan tanggung jawab di kantor setiap saat, jadi biasanya dia hanya menilai performa Anda hanya dari hasil kerja yang ia bebankan pada Anda. Tapi Anda sebaiknya juga mempelajari bidang pekerjaan rekan-rekan yang lainnya. Hal ini berguna sebagai penambah nilai plus bagi Anda. Bukan menyarankan untuk menjegal rekan kerja dan mengambil posisinya, tapi lebih kepada mengembangkan kemampuan Anda sendiri agar tidak stagnan.
4. Hidup untuk Bekerja
Bagi sebagian orang, karir ataupun pekerjaan bukanlah bagian dari semangat hidupnya. Namun sebagiannya lagi, senang untuk melakukan aktivitas sehari-harinya di kantor. Jadi, penting untuk Anda mengejar kepentingan, baik di luar untuk kebahagiaan dan untuk memfasilitasi kreativitas di tempat kerja. Pada dasarnya yang patut dilakukan yaitu Anda harus bisa menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan Anda.
(hst/hst)
Seperti dikutip dari Real Simple, berikut ini empat aturan non-lisan di kantor yang bisa, atau sebaiknya tak Anda ikuti.
1. Dilarang Membicarakan Topik yang Sensitif
Menurut Sean O'Neil, manajemen konsultan di Pelham, New York, setiap ada masalah harus dihadapi secara terbuka. Jika itu masalah pribadi, jangan sampai Anda sulit dan canggung untuk membicarakannya di kantor. Misalnya, Anda mempunyai perbedaan pendapat dengan seorang rekan kerja, ada baiknya hal tersebut dibicarakan meskipun isu tersebut mungkin bisa memengaruhi produktivitas kerja Anda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Bekerja Itu Harus Naik Pangkat
Di dalam budaya kerja, biasanya kesuksesan karir seseorang diukur dari seberapa tinggi jabatannya di perusahaan tempat dia bekerja. Karena dengan pangkat yang lebih tinggi, dapat menghasilkan uang yang lebih banyak.
Akan tetapi, menurut Michelle Goodman dalam bukunya "The Anti 9-to-5 Guide", tidak semua orang menginginkan kekuasaan dan tanggung jawab lebih dalam perusahaan. Dengan tidak memikul tanggung jawab yang besar di kantor, seseorang dapat lebih leluasa menentukan masa depannya sendiri, misalnya resign dari kantor untuk membuka usaha sendiri dan menjadi bos besar untuk dirinya sendiri di masa depan.
3. Hanya Kerjakan Tugas yang Diminta
Atasan Anda memiliki banyak tugas dan tanggung jawab di kantor setiap saat, jadi biasanya dia hanya menilai performa Anda hanya dari hasil kerja yang ia bebankan pada Anda. Tapi Anda sebaiknya juga mempelajari bidang pekerjaan rekan-rekan yang lainnya. Hal ini berguna sebagai penambah nilai plus bagi Anda. Bukan menyarankan untuk menjegal rekan kerja dan mengambil posisinya, tapi lebih kepada mengembangkan kemampuan Anda sendiri agar tidak stagnan.
4. Hidup untuk Bekerja
Bagi sebagian orang, karir ataupun pekerjaan bukanlah bagian dari semangat hidupnya. Namun sebagiannya lagi, senang untuk melakukan aktivitas sehari-harinya di kantor. Jadi, penting untuk Anda mengejar kepentingan, baik di luar untuk kebahagiaan dan untuk memfasilitasi kreativitas di tempat kerja. Pada dasarnya yang patut dilakukan yaitu Anda harus bisa menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan Anda.
(hst/hst)
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Lembut Berkilau Saat Mudik Lebaran dengan MO.RA Keratin Intensive Hair Repair Mask!
Elektronik & Gadget
Ide Hadiah Lebaran untuk yang Aktif, Xiaomi Smart Band 10, Stylish, dan Siap Temani Olahraga!
Olahraga
Golfer Wajib Coba! 2 Sepatu Golf yang Nyaman Dipakai dan Bikin Swing Lebih Mantap
Olahraga
Main Padel Pertama Kali? Coba 2 Raket Ini yang Ramah untuk Pemula
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Intip Momen Mesra Katy Perry & Justin Trudeau, Cium Pipi hingga Selfie Kocak
2
Vic Chou Tampil Perdana di Depan Anak & Istri di Konser F3, Beri Fanservice
3
Ramalan Zodiak 16 Maret: Capricorn Jangan Terburu Emosi, Pisces Lebih Sabar
4
6 Cara Reapply Sunscreen Saat Mudik, Makeup Tetap Rapi
5
Potret Prewedding El Rumi & Syifa Hadju, Memukau Dengan Gaya Tradisional
MOST COMMENTED











































