Riset: Lulusan Kuliah Banyak yang Tidak Siap Kerja
wolipop
Rabu, 12 Okt 2011 13:10 WIB
Jakarta
-
Di Inggris, tiga dari empat atasan mengatakan bahwa lulusan universitas tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan di lingkungan kerja. Data yang dikumpulkan dari bisnis terbesar di Inggris seperti HSBC, Santander, KPMG hingga Procter & Gamble, menemukan kualitas yang mengecewakan dari para pelamar kerja.
Kita bisa memaklumi urusan tidak adanya pengalaman kerja, namun bukan hal tersebut yang dimaksud. Datang terlambat saat wawancara, hingga kurangnya sikap patuh adalah hal mendasar yang diabaikan para lulusan ini, seperti dikutip dari riset oleh Young Enterprise Charity.
Riset yang dipimpin oleh pimpinan perusahaan Ian Smith, mengakui bahwa hal ini diperparah oleh kinerja Departemen Pendidikan yang tidak mempersiapkan kemampuan tersebut. Hasilnya, banyak atasan lebih memilih untuk merekrut orang dari luar negeri atau ekspat.
Umumnya, mereka yang lulus sekolah atau kuliah di umur 16 hingga 20 tahun dikategorikan belum siap untuk terjun ke dunia kerja. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari The British Chambers of Commerce, bahwa banyak dari mereka yang sulit mendapat pekerjaan karena mereka melupakan kemampuan dasar seperti kemampuan angka, riset, fokus, hingga baca dan tulis yang baik.
Menanggapi hal ini, pihak dari Departemen pendidikan di Inggris menyampaikan bahwa mereka juga prihatin akan banyaknya anak muda yang tidak memiliki cukup kemampuan dasar di dunia kerja, seperti bahasa Inggris dan matematika. "Itulah sebabnya kami memprioritaskan mereka," ujarnya.
(fer/kik)
Kita bisa memaklumi urusan tidak adanya pengalaman kerja, namun bukan hal tersebut yang dimaksud. Datang terlambat saat wawancara, hingga kurangnya sikap patuh adalah hal mendasar yang diabaikan para lulusan ini, seperti dikutip dari riset oleh Young Enterprise Charity.
Riset yang dipimpin oleh pimpinan perusahaan Ian Smith, mengakui bahwa hal ini diperparah oleh kinerja Departemen Pendidikan yang tidak mempersiapkan kemampuan tersebut. Hasilnya, banyak atasan lebih memilih untuk merekrut orang dari luar negeri atau ekspat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal ini, pihak dari Departemen pendidikan di Inggris menyampaikan bahwa mereka juga prihatin akan banyaknya anak muda yang tidak memiliki cukup kemampuan dasar di dunia kerja, seperti bahasa Inggris dan matematika. "Itulah sebabnya kami memprioritaskan mereka," ujarnya.
(fer/kik)
Home & Living
Oven Toaster Mini dari Azko Kris yang Praktis untuk Sahur & Ngemil, Bikin Masak Lebih Simpel
Home & Living
Masak Sahur & Buka Lebih Sat Set, Kompor Listrik Ini Praktis Tanpa Ribet Pasang Gas
Home & Living
Ganti Suasana Meja Makan Jadi Lebih Hangat Saat Ramadan dengan 3 Taplak Meja Cantik Ini!
Home & Living
Ganti Gorden Jelang Lebaran? 3 Gorden Blackout Ini Bikin Rumah Terlihat Lebih Rapi & Adem
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Potret Gisella Anastasia-Cinta Brian Liburan Bareng ke Roma, Serasi & Kompak
2
Sakit Tapi Tak Berdarah: Arti di Balik Chat yang Cuma Di-Read Tanpa Dibalas
3
Momen Viral Wajah Asli Beauty Influencer Terkespos Setelah Filter Error
4
Potret Zalina Putri Raisa-Hamish Ultah ke-7, Wajahnya Mulai Terungkap
5
Mantan Influencer Ini Ungkap Sisi Gelap Gerakan Body Positivity
MOST COMMENTED











































