Orang Berwajah Jelek Kini Bisa Sulit Dapat Kerja
wolipop
Senin, 05 Sep 2011 13:10 WIB
Jakarta
-
Apakah Anda tidak kunjung mendapatkan pekerjaan idaman? Kini, Anda bisa menyalahkan bentuk diskriminasi baru. 'Lookism' adalah sebuah bentuk rasisme yang baru, dimana orang tidak menerima penampilan atau rupa wajah orang yang jelek, seperti dikutip dari Dailymail.
Beberapa menganggap ini hanya kecenderungan dimana orang yang memiliki wajah dan penampilan atraktif lebih sukses daripada mereka yang tidak diberkahi dengan wajah rupawan. Hal ini juga dianggap sebagai bentuk diskriminasi baru dalam dunia karir yang harus segera dibasmi.
Di Amerika, hal ini telah menjadi beberapa kasus hukum, dan para ahli pun mulai banyak mempelajari subyek ini. Ahli ekonomi, Daniel Hamermesh, berpendapat bahwa orang yang tidak rupawan harus dilindungi oleh hukum. Ia berujar, "Riset yang saya lakukan menunjukkan memiliki wajah menarik membantu Anda mendapatkan penghasilan lebih, mendapat jodoh kaya hingga mendapat penawaran yang lebih baik dalam transaksi, sedangkan orang jelek tidak bisa berbuat apa-apa."
Namun menurut Lawrence Davies dari firma hukum Equal, hal ini akan berdampak kurang baik bagi sistem kerja. "Bagaimanapun, melindungi orang-orang yang dianggap 'jelek' sebagai salah satu bentuk kecacatan akan membawa masyarakat ke arah yang salah," ujarnya. Ia menekankan bahwa masayarakat harus lebih fokus terhadap kesamaan hukum yang telah ditetapkan di lingkungan kerja.
Kasus ini semakin diperkuat oleh kasus Shirley Ivey, 61 tahun. Ia menuntut perusahaannya di Washington karena 'lookism'. Ia meninggalkan posisinya karena merasa stres berkepanjangan karena atasannya selalu mengatakan pada dirinya bahwa ia akan lebih disukai jika dirinya lebih cantik.
(fer/kik)
Beberapa menganggap ini hanya kecenderungan dimana orang yang memiliki wajah dan penampilan atraktif lebih sukses daripada mereka yang tidak diberkahi dengan wajah rupawan. Hal ini juga dianggap sebagai bentuk diskriminasi baru dalam dunia karir yang harus segera dibasmi.
Di Amerika, hal ini telah menjadi beberapa kasus hukum, dan para ahli pun mulai banyak mempelajari subyek ini. Ahli ekonomi, Daniel Hamermesh, berpendapat bahwa orang yang tidak rupawan harus dilindungi oleh hukum. Ia berujar, "Riset yang saya lakukan menunjukkan memiliki wajah menarik membantu Anda mendapatkan penghasilan lebih, mendapat jodoh kaya hingga mendapat penawaran yang lebih baik dalam transaksi, sedangkan orang jelek tidak bisa berbuat apa-apa."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini semakin diperkuat oleh kasus Shirley Ivey, 61 tahun. Ia menuntut perusahaannya di Washington karena 'lookism'. Ia meninggalkan posisinya karena merasa stres berkepanjangan karena atasannya selalu mengatakan pada dirinya bahwa ia akan lebih disukai jika dirinya lebih cantik.
(fer/kik)
Olahraga
Sering Repot Bawa HP Saat Lari? Tas Pinggang Running Belt Ini Bikin Jogging Lebih Praktis!
Olahraga
2 Alat Gym dan Yoga Murah Bikin Latihan di Rumah Lebih Efektif, Ada Favorit Ibu Hamil!
Olahraga
3 Alat Yoga Simpel Ini Bisa Bikin Latihan di Rumah Lebih Maksimal!
Olahraga
Olahraga Tanpa Gerah! 2 Atasan Wanita Ini Nyaman untuk Gym, Yoga, dan Jogging
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Demi Moore Tampil Super Ramping di Red Carpet, Netizen Ramai Bahas Ozempic
2
Most Pop: Istri Walkot New York Rama Duwaji Disindir Pakai Crop Top Saat Bukber
3
Tren 'Cute Female Lead' di Drachin, Zhao Lusi Jadi Ikonnya
4
Sinopsis Phantom Lawyer, Drakor Yoo Yeon Seok Jadi Pengacara Spesialis Hantu
5
Harper Beckham Siap Rilis Brand Kosmetik di Usia 14, Jadi Saingan Kylie Jenner
MOST COMMENTED











































