Viral! Pasangan Ini Pilih Menikah Sambil Terjun Payung Bersama Penghulu
Bagi sebagian besar pasangan, gaun pengantin anggun dan alunan musik klasik menjadi pembuka momen pernikahan. Namun, bagi Mike Missroon dan Megan Walsh, pernikahan impian mereka harus dimulai dengan cara yang jauh lebih menantang, terjun bebas dari ketinggian 14.000 kaki (sekitar 4.200 meter) dengan kecepatan 120 mil per jam.
Pasangan pengantin yang mengelola pusat terjun payung Skydive Seneca Lake di New York ini menggelar aksi terjun payung unik pada 26 Juli 2026. Tak sendiri, aksi mereka juga diikuti oleh penghulu, pengiring pengantin pria (groomsmen), dan pengiring pengantin wanita (bridesmaids).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah cinta mereka memang tak bisa dilepaskan dari olahraga ekstrem ini. Mike (38 tahun) pertama kali bertemu Megan (34 tahun) saat menjadi instruktur terjun payung tandemnya. Cinta mereka bersemi di udara hingga akhirnya berlanjut ke jenjang pernikahan.
"Saat tiba waktunya untuk menikah, kami tahu tempatnya harus di Skydive Seneca Lake: tempat kami pertama kali bertemu, jatuh cinta, membangun bisnis bersama, dan tempat saya melakukan terjun solo pertama bersama Mike sebagai instruktur," ungkap Megan Walsh, dilansir dari People.
"Pertanyaannya bukan lagi bagaimana memasukkan unsur terjun payung ke dalam pernikahan kami, melainkan bagaimana agar keluarga dan teman-teman yang tidak terjun payung bisa merasakannya bersama kami," kisahnya lagi.
Demi kelancaran aksi terjun payung dengan busana pengantin, Megan memodifikasi sendiri gaun pengantin yang ia beli dari toko barang bekas. Ia melubangi gaunnya agar tali pengaman paha bisa terpasang rapi di bagian dalam, serta menambahkan tali penarik khusus di bagian bawah agar gaun tidak terangkat dan menutupi tuas parasut saat meluncur di udara.
Setelah mendarat dengan selamat di daratan, prosesi sakral dimulai. Sang penghulu bahkan membacakan kutipan dari buku panduan resminya penerjun payung Amerika Serikat (United States Parachute Association's Skydiver's Information Manual) sebelum meresmikan mereka sebagai suami istri.
Momen lamaran mereka pada musim gugur 2024 pun tak kalah spektakuler. Saat itu Mike melamar Megan di udara di atas Danau Seneca saat matahari terbenam.
"Sesuai gaya khas penerjun payung, saya berteriak, 'Akhirnya aku dapat cincin!' lalu mencium helmnya di udara. Saya bahkan tidak pernah mengucapkan kata 'ya' secara resmi sampai saya menerbangkan parasut saya mendekati parasutnya dan memekikkan jawaban itu di udara," kenang Megan.
(gaf/eny)











































