Viral Pria Hobi Lari Rekam Momen Pernikahan Pakai Strava, Ini Hasilnya
Bagi para pencinta olahraga lari atau bersepeda, aplikasi Strava sudah seperti buku harian wajib untuk mencatat setiap pencapaian terbaik atau personal best. Namun, seorang pengantin pria bernama Alex Predhome membawa obsesi sehat ini ke pelaminan.
Ia memutuskan untuk merekam hari pernikahannya sebagai pencapaian terbaik dalam hidupnya. Alex merekam seluruh prosesi upacara pernikahannya yang berlangsung pada Oktober 2023 lalu melalui Strava.
Seorang pria rekam pernikahan 38 menit di Strava. Aksi unik pelari ini berbuah pelajaran Foto: Dok. Alex Predhome & People. |
Dalam esai yang ia tulis untuk Runner's World, Alex membagikan tangkapan layar aktivitas Strava-nya yang unik tersebut dengan judul "Evening Wedding".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya mulai dengan santai, hampir kehabisan tenaga di tengah pengucapan janji," tulis Alex dalam keterangan di aplikasi Strava-nya dilansir dari People.
"Tapi saya bangkit dan menyelesaikannya dengan kuat di akhir. Bibir saya gemetar hebat. Sepertinya saya kurang hidrasi. Ternyata itu bukan sekadar prosesi sepuluh menit," tulisnya lagi.
Berdasarkan data statistik dari Strava miliknya, Alex menempuh 'jarak' sejauh 0,32 mil (sekitar 500 meter), dengan waktu bergerak (moving time) sekitar 10 menit, membakar 154 kalori, dan mencatat 442 langkah kaki.
Bagi sebagian orang, tindakan ini mungkin terasa berlebihan atau sekadar cari perhatian. Namun bagi Alex, ini adalah cara personal untuk mengabadikan momen sakral.
"Benar sekali, saya mencatat pernikahan saya di Strava. Dan saya tidak hanya mencatat saat berjalan menuju altar; saya merekam seluruh 38 menit jalannya upacara," ungkap Alex.
"Jika kamu menyewa fotografer untuk mengabadikan momen-momen kecil, mengapa tidak sekadar mengingat jarak yang kamu tempuh, kecepatan langkah (pacing), dan detak jantung Anda juga?" katanya.
Alex menambahkan, dia selalu mencatat dan merayakan pencapaian lari terbaiknya. Oleh karena itu menurutnya, sudah sepatutnya ia juga merekam pencapaian terbaik dalam hubungan asmaranya.
Menariknya, sebelum melancarkan aksi unik ini, Alex sempat ragu dan mengira idenya akan ditolak oleh sang calon istri, Caitlin. Namun, reaksi Caitlin justru di luar dugaan.
"Tidak, kamu justru benar-benar harus melakukannya," tiru Alex menirukan jawaban Caitlin saat pertama kali mendengar ide tersebut.
Meskipun Caitlin bukan seorang pelari aktif, ia sangat memahami betapa pentingnya dunia lari bagi Alex. Dari hubungan inilah, Alex memetik pelajaran berharga tentang pernikahan, bahwa gaya hidupnya sebagai pelari dan kehidupannya di luar olahraga tidak perlu saling bertentangan, melainkan bisa berjalan beriringan dengan harmonis.
"Caitlin telah menunjukkan kepada saya bagaimana cara menghargai waktu, baik saat saya sedang berlari maupun saat saya sedang tidak berlari," kata Alex.
Pasangan ini selalu menemukan cara kreatif untuk menyatukan minat mereka yang berbeda. Sebagai contoh, pada tahun 2022, mereka berlibur ke Jerman dan Portugal yang jadwalnya disesuaikan dengan keikutsertaan Alex dalam ajang Berlin Marathon.
Tahu bahwa Caitlin suka berjalan kaki menjelajahi tempat baru, Alex dengan senang hati menemaninya melakukan tur jalan kaki, baik sebelum maupun sesudah ia berlari sejauh 42 kilometer. Padahal, biasanya pelari akan membatasi aktivitas fisik demi menghemat energi sebelum maraton. Nyatanya, hal itu justru berdampak positif bagi mental Alex.
"Saya jadi bisa menikmati setiap hari kami di sana. Kemudian, saat hari balapan tiba, saya menjalaninya dengan kondisi yang segar dan penuh energi," jelasnya.
Di akhir esainya, Alex menyadari bahwa mungkin akan ada orang menganggap keputusannya aneh. Namun, ia bersikeras bahwa setiap pasangan yang menikah pasti akan senang mengenang kembali detail pernikahan mereka.
(gaf/eny)












































