Seperti Ini Pernikahan Drive-Thru yang Dilakukan di Masa Pandemi Virus Corona
Pemerintah Kabupaten (pemkab) Boyolali melakukan simulasi pelaksanaan hajatan di masa pandemi COVID-19. Simulasi ini sekaligus pembuatan video yang nantinya menjadi panduan bagi masyarakat dalam menggelar hajatan sesuai protokol kesehatan.
"Ini (simulasi) menjadi bagian tak terpisahkan dari surat edaran (Forkopimda) yang nantinya akan segera diterbitkan dan Insya Allah diberlakukan pada awal bulan November 2020," ujar Kepala Kesbangpol Boyolali, Suratno, di sela-sela acara simulasi di halaman kantor Kesbangpol, Komplek Kantor Terpadu Pemkab Boyolali, Selasa (27/10/2020).
Simulasi ini dibuat semirip mungkin dengan pelaksanaan hajatan pernikahan drive-thru sesungguhnya. Ada sepasang pengantin, among tamu hingga hiburan musik. Mereka juga mengenakan pakaian pengantin layaknya di sebuah acara pernikahan. Simulasi yang dilaksanakan yakni hajatan model drive-thru atau banyu mili.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkab Boyolali mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 49 tahun 2020. Perbup itu mengatur kegiatan masyarakat termasuk hajatan di masa pandemi virus Corona ini. Perbup tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan surat edaran Forkopimda.
Simulasi Hajatan Drive Thru Ditengah Pandemi Corona. Foto: dok. Ragil Ajiyanto |
"Ini sekaligus juga sebagai bentuk solusi alternatif dari Pemkab dalam rangka mewujudkan masyarakat yang tetap produktif dan memulihkan ekonomi masyarakat, tetapi tetap dalam koridor aman COVID-19," katanya.
Surat Edaran Forkopimda dan video simulasi yang akan segera diterbitkan, menurut Suratno, juga menjawab aspirasi dari para pekerja seni. Sehingga mereka dapat kembali beraktivitas meskipun belum maksimal seperti di kondisi normal.
"Nah untuk itu, harapannya jika video simulasi ini sudah kami terbitkan untuk disebarluaskan kepada masyarakat, ini dapat menjadi pedoman (pelaksanaan hajatan)," imbuhnya.
Menurut dia, ada empat bagian dalam pembuatan video simulasi hajatan ini. Masing-masing video adalah kegiatan rewangan sebelum hajatan sesuai dengan rekomendasi. Kemudian terkait dengan pelaksanaan ijab qobul dan upacara pernikahan yang dilaksanakan sebelum jadwal tamu undangan mulai hadir. Selanjutnya video penyelenggaraan hajatan sesuai protokol kesehatan dan contoh hajatan yang dilarang karena tidak sesuai protokol kesehatan.
"Harapannya ini dapat menjadi panduan bagi masyarakat di dalam menyelenggarakan hajatan di tengah keprihatinan adanya pandemi COVID-19," kata Suratno.
Menurut dia, dalam penyelenggaraan hajatan di masa pandemi ini ada batasan-batasannya. Antara lain, hajatan tidak boleh digelar pada malam hari. Kemudian dilaksanakan dengan model banyu mili.
Simulasi Hajatan Drive Thru Ditengah Pandemi Corona. Foto: dok. Ragil Ajiyanto |
"Tidak ada resepsi, tidak ada standing party," tegasnya.
Tamu yang hadir sebelum masuk dicek suhu tubuh, kemudian menggunakan hand sanitizer, berlanjut memasukkan angpau dan pemberian souvenir (jika ada). Selanjutnya menuju panggung pelaminan untuk memberikan ucapan selamat namun tetap jaga jarak dan tidak salaman. Tamu kemudian diberikan konsumsi dalam kemasan dan pulang.
"Jadi tidak ada makan di tempat, tidak ada sesi foto, karena sesi foto dikawatirkan akan menimbulkan antrean," terangnya.
Lebih lanjut Suratno mengatakan, penyelenggara hajatan juga harus mengajukan proposal ke Satgas Penanganan COVID-19 tingkat kecamatan dan sebelumnya juga disetujui oleh Jogo Tonggo dan Satgas tingkat desa. Nantinya Satgas kecamatan akan melakukan verifikasi.
Simulasi Hajatan Drive Thru Ditengah Pandemi Corona. Foto: dok. Ragil Ajiyanto |
"Disetujui atau tidak akan sangat tergantung kondisi di lapangan yang dihadapi oleh masing-masing satuan tugas tingkat kecamatan. Jadi soal batas maksimal (jumlah undangan), tentu akan sangat relatif dan tergantung kepada kondisi di lapangan di masing-masing kecamatan," ungkapnya.
Proposal tersebut harus disampaikan ke Satgas paling lama 30 hari sebelum hari hari hajatan. Pelaksanaan hajatan yang diperbolehkan, selain model banyu mili atau pernikahan drive-thru, juga ijab qobul dan upacara adat perkawinan dilaksanakan sebelum jadwal tamu hadir. Kemudian juga harus membentuk pengawas internal penerapan protokol kesehatan. Mendapat persetujuan satgas jogo tonggo dan Satgas tingkat desa.
(hst/hst)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
Kisah Cinta Viral: Wanita 50 Tahun Nikahi Pria 23 Tahun, Kenalan dari TikTok
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
Most Pop: Pernikahan Viral Roboh Diterjang Badai, Resepsi Tetap Jalan
Viral Verificator
Bukan Mobil Mewah, Viral Pengantin Ini Sunmori Naik Vespa Usai Akad Nikah
7 Potret Ratu Kecantikan yang Kerja Paruh Waktu Jadi SPG Dior
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Ramalan Zodiak 6 Januari: Cancer Jangan Terburu-buru, Virgo Lebih Tegas
Potret George Clooney dan Istri yang Kini Jadi WN Prancis, Disindir Trump














































