Drama Melabrak Pelakor

Saran Psikolog Agar Bisa Melabrak Pelakor Tanpa Drama

Kiki Oktaviani - wolipop Sabtu, 11 Jan 2020 16:13 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa

Jakarta - Pada umunya wanita akan merasa marah ketika tahu dikhianati dan pernikahannya diganggu pelakor. Rasa marah ini pun dilampiaskan dengan melakukan aksi melabrak pasangan dengan wanita yang menjadi selingkuhannya.

Dari berbagai kisah melabrak pelakor yang viral, sebagian besar aksi pelabrakan dilakukan dengan drama. Misalnya dengan marah-marah pada si pelakor hingga menjambak rambut atau menamparnya, bahkan lebih parahnya ada yang sampai menelanjangi pasangan bersama pelakor.


Aksi melabrak pelakor dengan penuh drama ini menurut psikolog Ratih Zulhaqqi sebenarnya sama sekali tidak bermanfaat. Kalaupun memang ingin menyalurkan emosi, ada cara-cara lain yang bisa dilakukan. Menyalurkan energi negatif menjadi positif misalnya dengan berolahraga.

Saat seorang istri ingin melakukan konfrontasi demi mendapatkan kebenaran atau bukti perselingkuhan pasangannya, Ratih menyarankan lakukanlah aksi melabrak dengan tanpa drama dan mengontrol emosi. Bagaimana melakukannya?

"Yang pertama caranya melabraknya jangan sendirian, ajaklah orang yang bisa menjadi penengah, lalu pesanlah ke orang yang mendampingi itu untuk mengingatkan bahwa tujuan pertamanya kan untuk apa? Jadi jangan sampai tujuannya apa, malah terbawa emosi akhirnya terjadinya apa. Jangan sampai yang tadinya ingin klarifikasi malah berujung di kantor polisi, misalnya karena malah menganiaya orang lain. Tetap ingat bahwa orang yang dihadapi adalah orang yang mempunyai hak asasi. Dia juga berhak jatuh cinta dengan siapapun dan menjalin interaksi dengan siapa pun," kata Ratih saat dihubungi oleh Wolipop, Kamis (9/1/2020).

Menurut Ratih ada banyak hal yang sebaiknya dipertimbangkan sebelum melakukan melabrak pelakor atau selingkuhan suami. Misalnya saja apakah suami nanti akan memihak istri atau jangan-jangan membela pelakor. Pertimbangan berikutnya, pastikan istri sudah menetapkan tujuan apa yang ingin dicapainya dari aksi melabrak tersebut.


Setelah itu, Ratih mengungkapkan bahwa bagian yang terpenting, Anda harus memastikan terlebih dahulu apakah pasangangan Anda akan ada pada posisi Anda atau tidak.

"Kalau pasangan Anda tidak mementingkan kita kan sama aja kayak mempermalukan diri kita sendiri. Ada baiknya kalau mau melabrak, Anda harus bertanya lagi ke diri sendiri apa yang mau Anda inginkan dari labrak ini. Tetapkan tujuannya Anda dari melabrak itu apa? Untuk memenuhi apa? Dan untuk mencari apa? Jadi kalau kita balik lagi ke tujuan, biasanya kita menjadi lebih tau apa yang mau kita lakukan dan di situlah kontrol secara emosinya bisa terbentuk," urai Ratih.




Simak Video "Wah! Ramai Dijual Kaus dan Parfum Anti Pelakor "
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)