Jelang Pernikahan Kahiyang, Intip Isi Graha Saba Buana Sebelum Bersolek
Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 02 Nov 2017 15:44 WIB
Solo
-
Resepsi pernikahan Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dan kekasihnya, Bobby Nasution, akan berlangsung di Graha Saba Buana, Surakarta, 8 November mendatang. Penasaran seperti apa gedung pertemuan milik keluarga Jokowi itu?
Dibangun pada 2002 silam, Graha Saba Buana berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi, tepatnya di di Jalan Letjen Suprapto nomor 80B, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo. Lokasinya tak jauh dari kediaman Jokowi, hanya berjarak 200 meter.
Saat detikcom berkunjung belum lama ini, belum ada persiapan khusus jelang hari besar Kahiyang. Graha Saba Buana belum bersolek karena memang masih digunakan untuk acara lain.
Karpet merah tampak membelah ruangan yang dapat menampung hingga 2.000 orang ini. Sisi kiri dan kanannya diisi barisan ratusan bangku yang diatur saling berhadapan.
Unsur kayu mendominasi interior gedung ini dengan nuansa Jawa Klasik yang begitu kental. Tampak gebyok khas Jawa dengan ukiran-ukirannya yang cantik menjadi latar panggung.
Kursi untuk pengantin tertata rapi di atas panggung, menandakan bahwa gedung ini memang biasa digunakan untuk resepsi pernikahan.
Sentuhan Jawa klasik juga hadir lewat ukiran-ukiran yang menghiasi plafon. Tidak ketinggalan satu lampu gantung berukuran besar yang langsung menarik atensi ketika menginjakkan kaki di gedung ini.
Selain mengandalkan lampu, ruangan juga diterangi oleh pencahayaan sinar matahari yang masuk lewat barisan jendela di sekelilingnya.
Ikuti perkembangan liputan Jokowi Mantu, klik di sini.
(dtg/dtg)
Foto: Odilia WS/detikcom |
Dibangun pada 2002 silam, Graha Saba Buana berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi, tepatnya di di Jalan Letjen Suprapto nomor 80B, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo. Lokasinya tak jauh dari kediaman Jokowi, hanya berjarak 200 meter.
Saat detikcom berkunjung belum lama ini, belum ada persiapan khusus jelang hari besar Kahiyang. Graha Saba Buana belum bersolek karena memang masih digunakan untuk acara lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Odilia WS |
Karpet merah tampak membelah ruangan yang dapat menampung hingga 2.000 orang ini. Sisi kiri dan kanannya diisi barisan ratusan bangku yang diatur saling berhadapan.
Unsur kayu mendominasi interior gedung ini dengan nuansa Jawa Klasik yang begitu kental. Tampak gebyok khas Jawa dengan ukiran-ukirannya yang cantik menjadi latar panggung.
Foto: Odilia WS |
Kursi untuk pengantin tertata rapi di atas panggung, menandakan bahwa gedung ini memang biasa digunakan untuk resepsi pernikahan.
Foto: Odilia WS |
Sentuhan Jawa klasik juga hadir lewat ukiran-ukiran yang menghiasi plafon. Tidak ketinggalan satu lampu gantung berukuran besar yang langsung menarik atensi ketika menginjakkan kaki di gedung ini.
Foto: Odilia WS |
Selain mengandalkan lampu, ruangan juga diterangi oleh pencahayaan sinar matahari yang masuk lewat barisan jendela di sekelilingnya.
Ikuti perkembangan liputan Jokowi Mantu, klik di sini.
(dtg/dtg)












































Foto: Odilia WS/detikcom
Foto: Odilia WS
Foto: Odilia WS
Foto: Odilia WS
Foto: Odilia WS