Saat Suami Direbut Wanita Lain, Perlukah Marah-marah?
Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 23 Nov 2016 19:10 WIB
Jakarta
-
Orang ketiga seringkali menjadi akar masalah dalam pernikahan. Saat hal tersebut terjadi, emosi yang meledak-ledak menjadi tidak terkontrol hingga menimbulkan pertengkaran hebat. Ketika suami Anda digoda hingga direbut wanita lain, haruskah marah-marah?
Psikolog Anna Surti Ariani menuturkan bahwa saat hati Anda terluka karena mengetahui suami dekat dengan wanita lain akan ada dorongan untuk terus bertanya atau menyalahkan pasangan. Wajar saja bila Anda melakukannya karena terpancing emosi. Namun yang perlu diperhatikan tidak menghabiskan waktu setiap hari dengan marah-marah kepada suami.
"Anda bisa membatasi misalnya maksimal 1 jam (atau kurang) untuk membicarakan pada hari itu, lalu berhenti dan melanjutkan di hari lain. Terlalu banyak bertanya seringkali efeknya kurang baik untuk hubungan Anda ke depannya," saran Anna kepada Wolipop beberapa waktu lalu.
Baca juga: 5 Tips Agar Terhindar dari Perselingkuhan
Kemudian coba alihkan pikiran ke hal-hal baik dalam keluarga. Misalnya saja dengan fokus mengurus anak agar perasaan marah campur kecewa mereda sehingga bisa berpikir menggunakan kepala dingin bukan emosi sesaat.
Psikolog di Klinik Terpadu Universitas Indonesia itu juga menyarankan untuk menenangkan diri sesaat. Jangan biarkan emosi mengendalikan diri Anda. Hindari mengambil keputusan sepihak hanya karena terpengaruh emosi.
"Selama masih mudah menangis atau merasa hampa, dan belum bisa bicara dengan tenang bersama pasangan, jangan mengambil keputusan besar apapun tentang perkawinan Anda. Carilah teman berbagi duka. Jika tidak ada maka Anda perlu mencari cara untuk bisa mengekspresikan berbagai emosi negatif Anda secara sehat," tambah Anna.
Lalu apa yang harus dilakukan terhadap wanita si pengganggu? Tak sedikit para istri ingin melabrak wanita pengganggu dalam pernikahannya. Jangan dulu, Anna tidak menyarankan untuk meneror atau melabrak wanita penggoda tersebut karena justru bisa membuat Anda kurang fokus dalam memperbaiki hubungan pernikahan kalian.
"Jika sang istri meneror balik, kadang justru sang istri yang dianggap bermasalah, sampai-sampai suaminya mencari wanita lain. Daripada dituduh demikian masih jauh lebih baik Anda menyikapi wanita itu dengan elegan," jelas pendiri situs Pranikah itu.
Salah satu trik yang cukup efektif untuk menghambat orang ketiga mengganggu adalah dengan memperlihatkan betapa bahagianya Anda berdua sebagai pasangan. Anda bisa lebih aktif posting foto berdua atau foto keluarga di media sosial.
Ini dapat memberikan pesan yang jelas kepada si pengganggu bahwa suami sudah tak membutuhkan dia karena bahagia dengan Anda dan keluarganya.
Tentu saja akan jauh lebih baik kalau ini bukan posting-an semata tapi memang menunjukkan betapa bahagianya Anda berdua. Anna kemudian menyarankan untuk evaluasi diri dan hubungan demi bisa memperkuat pondasi ke depannya.
"Apakah komunikasi dan kerja sama Anda berdua sudah lancar? Apakah ketika bertengkar sudah dapat menyelesaikan masalah dengan memuaskan kedua pihak? Apakah sudah saling menikmati kehadiran masing-masing? Apakah hubungan seksual sudah sesuai dengan harapan bersama? Jika masih banyak masalah dalam hal-hal ini, hubungan Anda berdua lebih rentan terpecah oleh berbagai isu. Saat hubungan Anda berdua lebih menyenangkan, kesempatan lebih besar untuk mempertahankan pernikahan bahagia," pungkasnya.
Baca juga: Viral, Wanita Ketahuan Selingkuh karena Koper Selingkuhan Ngintip di Foto
(ays/ays)
Psikolog Anna Surti Ariani menuturkan bahwa saat hati Anda terluka karena mengetahui suami dekat dengan wanita lain akan ada dorongan untuk terus bertanya atau menyalahkan pasangan. Wajar saja bila Anda melakukannya karena terpancing emosi. Namun yang perlu diperhatikan tidak menghabiskan waktu setiap hari dengan marah-marah kepada suami.
"Anda bisa membatasi misalnya maksimal 1 jam (atau kurang) untuk membicarakan pada hari itu, lalu berhenti dan melanjutkan di hari lain. Terlalu banyak bertanya seringkali efeknya kurang baik untuk hubungan Anda ke depannya," saran Anna kepada Wolipop beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian coba alihkan pikiran ke hal-hal baik dalam keluarga. Misalnya saja dengan fokus mengurus anak agar perasaan marah campur kecewa mereda sehingga bisa berpikir menggunakan kepala dingin bukan emosi sesaat.
Psikolog di Klinik Terpadu Universitas Indonesia itu juga menyarankan untuk menenangkan diri sesaat. Jangan biarkan emosi mengendalikan diri Anda. Hindari mengambil keputusan sepihak hanya karena terpengaruh emosi.
"Selama masih mudah menangis atau merasa hampa, dan belum bisa bicara dengan tenang bersama pasangan, jangan mengambil keputusan besar apapun tentang perkawinan Anda. Carilah teman berbagi duka. Jika tidak ada maka Anda perlu mencari cara untuk bisa mengekspresikan berbagai emosi negatif Anda secara sehat," tambah Anna.
Lalu apa yang harus dilakukan terhadap wanita si pengganggu? Tak sedikit para istri ingin melabrak wanita pengganggu dalam pernikahannya. Jangan dulu, Anna tidak menyarankan untuk meneror atau melabrak wanita penggoda tersebut karena justru bisa membuat Anda kurang fokus dalam memperbaiki hubungan pernikahan kalian.
"Jika sang istri meneror balik, kadang justru sang istri yang dianggap bermasalah, sampai-sampai suaminya mencari wanita lain. Daripada dituduh demikian masih jauh lebih baik Anda menyikapi wanita itu dengan elegan," jelas pendiri situs Pranikah itu.
Salah satu trik yang cukup efektif untuk menghambat orang ketiga mengganggu adalah dengan memperlihatkan betapa bahagianya Anda berdua sebagai pasangan. Anda bisa lebih aktif posting foto berdua atau foto keluarga di media sosial.
Ini dapat memberikan pesan yang jelas kepada si pengganggu bahwa suami sudah tak membutuhkan dia karena bahagia dengan Anda dan keluarganya.
Tentu saja akan jauh lebih baik kalau ini bukan posting-an semata tapi memang menunjukkan betapa bahagianya Anda berdua. Anna kemudian menyarankan untuk evaluasi diri dan hubungan demi bisa memperkuat pondasi ke depannya.
"Apakah komunikasi dan kerja sama Anda berdua sudah lancar? Apakah ketika bertengkar sudah dapat menyelesaikan masalah dengan memuaskan kedua pihak? Apakah sudah saling menikmati kehadiran masing-masing? Apakah hubungan seksual sudah sesuai dengan harapan bersama? Jika masih banyak masalah dalam hal-hal ini, hubungan Anda berdua lebih rentan terpecah oleh berbagai isu. Saat hubungan Anda berdua lebih menyenangkan, kesempatan lebih besar untuk mempertahankan pernikahan bahagia," pungkasnya.
Baca juga: Viral, Wanita Ketahuan Selingkuh karena Koper Selingkuhan Ngintip di Foto
(ays/ays)
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Lebih Fresh dalam 15 Menit, Rahasia Glow Alami dengan SKINFOOD Food Mask!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Bebas Jerawat Saat Lebaran dengan Numbuzin No.1 Pantothenic B5 Active Soothing Cream, Skincare Favorit dari Korea!
Elektronik & Gadget
Lari, Gowes, atau Workout? Tetap Dengar Sekitar dengan JOVITECH Wireless BC61 Bone Conduction Runfree Earphone!
Perawatan dan Kecantikan
Review Cushion Lokal Favorit untuk Makeup Lebaran yang Flawless dan Tahan Seharian!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Wanita Ini Kaget, Ibunya yang Sudah Wafat Tercatat Menikah dengan Pamannya
TikTok Viral Verificator
Viral Souvenir Pernikahan Unik Berisi Sayur Segar, Tamu Pulang Bawa Labu Siam
TikTok Viral Verificator
Tidak Gengsi! Viral Pasangan Gen Z yang Pilih Nikah Sederhana di KUA Malang
Most Pop: Viral Pernikahan Tak Biasa, Wanita Nikahi 2 Pria Sekaligus
TikTok Viral Verificator
Viral Pasangan Nikah di KUA, Demi Investasi Masa Depan Cuma Gelar Syukuran
Most Popular
1
Gaya Effortless Sherina Munaf di Acara One Piece Live Action, Banjir Pujian
2
Pramugari Ungkap Kelakuan Miliuner di Superyacht: Cincin Kawin Hanya Dekorasi
3
Gaya Fuji & Felicya Angelista Kompak Tampil Bak Artis Bollywood Pakai Lehenga
4
Potret Gaya Paula Verhoeven Bercadar Saat Umrah di Bulan Ramadhan
5
Wajah Aktris Cantik Ini Terbakar Gara-gara Tren Tiup Kue Ulang Tahun TikTok
MOST COMMENTED











































