Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Serba-serbi Kondangan

Perilaku Tamu Undangan yang Mengganggu Pesta Pernikahan

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 02 Sep 2016 13:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Resepsi pernikahan selalu memiliki kesan tersendiri di mata para keluarga, sahabat, dan tamu undangan yang datang. Acara tersebut seakan menjadi kesempatan untuk bertemu kawan lama ataupun saling bertemu beberapa orang baru di pesta. Namun bagaimana jika ada tamu lainnya yang datang dan justru mengganggu jalannya acara?

Dituturkan oleh Anindhitya selaku perwakilan dari wedding organizer Ayodya Wedding, hal tersebut seringkali terjadi pada beberapa resepsi pernikahan. Ia mengatakan, ada beberapa pernikahan dengan tema 'intimate wedding table party' sehingga membutuhkan konfirmasi kehadiran atau RSVP. Namun sayangnya, hal itu sering disepelekan oleh para tamu.

"Kalau untuk intimate wedding kan harus pakai RSVP, bisa datang atau nggak. Kalau datang jumlahnya berapa orang itu harus didata. Di Indonesia RSVP kadang masih disepelekan jadi ada yang bilang nggak bisa, tiba-tiba datang. Atau dia RSVP untuk 2 orang, tapi yang datang 3 orang," ujarnya saat dihubungi Wolipop, Selasa (30/8/2016)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perilaku tersebut kelihatannya sepele, namun sebenarnya justru membuat wedding organizer mengubah kembali sususan tempat yang sudah diatur. "Misalnya satu meja isinya 10 kursi, ada tamu yang sudah RSVP untuk 2 orang ternyata datangnya 3 orang, kami jadi bingung satu orang lain harus ditaruh di mana," lanjut wanita yang biasa disapa Dhitya itu.

Perilaku tamu undangan lainnya yang dirasa cukup mengganggu adalah saat mengantre makanan. Dhitya kerap menemukan tamu undangan yang suka menyelak antrean makanan dan membuat tamu lainnya merasa tidak nyaman.

Hal lainnya adalah ketika para tamu undangan membentuk 'kelompok' dengan jumlah yang besar di dalam pesta yang cukup menarik atensi tamu lainnya. "Misalnya hadir ke pesta nikahan teman, banyak teman lama yang datang jadi seperti reuni kecil yang secara nggak sadar mungkin dia menghalangi tamu lain yang mau lewat, atau terlalu ramai jadi steal the spot nya si pengantin," tutur wanita kelahiran 23 Februari itu.

Dhitya mengatakan, selama dirinya menjadi wedding organizer, belum ada perilaku tamu yang memang benar-benar merusak acara. Namun yang sering ditemuinya, ada tamu tak diundang yang menyusup ke pesta pernikahan kliennya.

"Kadang ada tamu yang datang tapi si pengantinnya nggak kenal. Mereka mikirnya mungkin itu teman orangtuanya, tapi ternyata orangtuanya juga nggak kenal. Ada beberapa tamu 'tak diundang' yang datang di luar kontrol kami dan itu agak mengganggu," tutupnya. (itn/itn)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads