Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Perawat Baik Hati Ini Buatkan Pesta Pernikahan untuk Pasien yang Sakit Parah

Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 12 Mei 2016 18:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Bobbi Wiseman/Memorial Medical Center
Jakarta - Seorang perawat di Illinois, Amerika Serikat melakukan hal luar biasa yang melebihi tugasnya demi membantu pasiennya yang sakit kanker stadium empat. Sang perawat membuatkan sebuah pesta pernikahan yang sudah diimpikan pasiennya itu sebelum dia jatuh sakit.

Ashley Shipley-Lovekamp melakukan tindakan mulia tersebut karena merasa iba pada pasiennya Destini Schafer. Seharusnya pada Mei 2016 ini, dia akan dinikahi pasangannya, Brandon Thomas dalam sebuah pesta pernikahan di Jamaika. Namun ternyata setelah merasakan sakit cukup lama pada perutnya, dia pun memeriksakan diri ke dokter. Dia kemudian dinyatakan menderita kanker perut stadium empat.

Penyakitnya itu yang sudah parah membuat Destini tidak bisa melangsungkan pernikahan di Jamaika. Bahkan untuk melakukan kemoterapi pun wanita 24 tahun itu terlalu lemah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi Destini itulah yang membuat Ashley tergerak untuk menolong. "Semua orang seharusnya mendapatkan pernikahan yang mereka pantas dapatkan," kata perawat itu kepada The State Journal-Register.

Semua hal yang berkaitan dengan pernikahan pun dipersiapkan Ashley. Untuk lokasi, dia meminta bantuan dari pihak Memorial Medican Center di Illinois, Springfield. Halaman rumah sakit itu pun diizinkan menjadi tempat pernikahan yang digelar pada 6 Mei 2016 kemarin.



Hanya dalam waktu lima hari, Ashley berhasil mempersiapkan segala sesuatunya termasuk gaun pengantin yang dipilih sendiri oleh Destini. Untuk tuxedo, cincin dan busana pengiring pengantin, Ashley mendapat bantuan dari  Jim Herron, Ltd. custom suits, Candice's Bridal dan Denney Jewelers yang bersedia memberikan donasi.

Pernikahan Destini dan Brandon akhirnya bisa terlaksana dengan baik. Sang mempelai pria mengaku momen favoritnya adalah ketika dia mengucapkan janji pernikahan. Sedangkan Destini merasa bahagia karena dia bisa cukup kuat untuk berjalan ke pelaminan dan mengucap janji pernikahan.

"Rasa terimakasihku tidak cukup untuk semua kebaikan yang mereka berikan dan lakukan padaku," kata Destini. Dia semakin bersyukur karena setelah pernikahan kondisi kesehatannya lebih baik. Dia kini sudah dua kali menjalani kemo. (eny/dng)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads