Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

3 Penyebab Acara TV Bisa Berdampak Buruk Pada Pernikahan Anda

Eny Kartikawati - wolipop
Sabtu, 12 Des 2015 16:21 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Menonton televisi bagi beberapa orang menjadi me time atau waktu sendiri yang menyenangkan. Apalagi jika yang ditonton adalah acara favorit seperti serial kriminal, percintaan atau musikal hingga pertandingan olahraga. Namun tahukah Anda kalau acara-acara televisi tersebut bisa berdampak buruk pada pernikahan?

Seperti yang dikutip dari ehow, menonton televisi tanpa kenal batas dan aturan dapat berpotensi merusak keharmonisan rumah tangga. Berikut tiga alasan mengapa program televisi bisa berdampak negatif pada kehidupan pernikahan.

1. Hilangnya Waktu
Kebiasaan menonton televisi yang berlebihan bisa membuat waktu bersama orang tersayang jadi berkurang. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Elisabeth Jones dan dua rekannya dari University of Delaware, Newark, Amerika Serikat, menunjukkan adanya hubungan negatif antara keluarga yang menghabiskan waktu dengan menonton televisi dengan keluarga yang sering mengobrol. Hubungan negatif tersebut bisa terjadi baik pada pasangan menikah yang belum ataupun sudah memiliki anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menonton televisi bisa menciptakan suasana yang nyaman dengan adanya kedekatan fisik. Namun dalam pernikahan, kedekatan fisik saja tidaklah cukup. Komunikasi lancar adalah salah satu yang terpenting. Jadi, terlalu sering menonton televisi seringkali mengurangi waktu berkualitas untuk berkomunikasi dan fokus terhadap pasangan.

Baca Juga: 25 Selebriti Wanita yang Sukses Berbisnis


2. Presepsi yang Salah
Banyak program televisi yang tidak menggambarkan kehidupan pernikahan secara akurat. Reality show merupakan acara televisi yang paling memberikan pemahaman serta pandangan yang tidak tepat dan bahkan beberapa pakar pernikahan menentang acara-acara tersebut.

Diane Thurlow, pakar 'Healthy Marriage Counseling' mengatakan bahwa reality show seperti 'The Bachelor' atau 'Who Wants to Marry a Millionare?' membuat pernikahan tampak seperti permainan yang mengabaikan langkah penting dalam membangun hubungan.

Pernyataan itu pun disetujui oleh pakar perkawinan, Marlin Shultz. Ia mengatakan bahwa kurangnya waktu dalam acara tersebut membuat pasangan sulit membangun hubungan asmara dengan pondasi yang kuat. Menurut Marlin, hubungan pernikahan yang bahagia dibangun oleh kerja keras serta komitmen antara kedua belah pihak.

3. Adanya Penurunan Nilai
Acara televisi seringkali menyajikan tayangan yang tidak memiliki nilai baik terhadap kehidupan. Sekitar tahun 1990-an, komedi situasi, drama sinetron dan acara lainnya menekankan pada kehidupan keluarga yang disfungsional atau orangtua tunggal. Terlepas dari keyakinan seseorang, pernikahan membutuhkan nilai-nilai dasar yang dapat berfungsi dengan baik.

Acara televisi yang memperlihatkan kekasaran emosional, kritik berlebihan, keras kepala, egois, ketidakjujuran, tak setia dan sifat terlalu mengontrol dapat merusak pemahaman orang mengenai nilai dalam sebuah kehidupan rumah tangga yang sehat dan bahagia.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads