Menikah Tanpa Pacaran
Bermodalkan Tes Kepribadian, Pasangan Ini Menikah Tanpa Pacaran
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 21 Agu 2015 10:43 WIB
Jakarta
-
Setiap orang yang ingin menikah biasanya menjalani masa perkenalan yang sering disebut dengan berpacaran. Tujuannya adalah ingin mengenal satu sama lain dan memahami karakter masing-masing.
Tetapi ada pula pasangan yang memutuskan untuk menikah tanpa menjalani hubungan asmara, salah satunya adalah Nina. Wanita 25 tahun ini mantap menikah dengan seorang pria yang sama sekali belum pernah dikenal sebelumnya.
Kepada Wolipop, Nina menceritakan bahwa ia adalah seseorang yang sangat menjujung tinggi nilai-nilai dan prinsip hidupnya. Maka dari itu, ia ingin mendapatkan pendamping yang juga memiliki nilai serta prinsip hidup yang sama dengannya.
Terlebih lagi dari pihak keluarganya juga sudah mendukung Nina untuk segera menikah. Atas bantuan sang ibu, ia akhirnya berkenalan dengan seorang pria yang seusia dengannya.
Perkenalan pertamakali tidak dilakukan dengan bertatap muka. Baik Nina maupun calon pasangannya, Zaky, hanya memberikan riwayat dan biodata singkat masing-masing untuk dibaca dan dipertimbangkan.
"Akhirnya kita memutuskan bertemu. Dari awal saya sudah bilang bahwa perkenalan ini tidak main-main. Saya tidak ingin pacaran, maunya langsung menikah saja. Untungnya dia juga satu pemikiran dengan saya," ceritanya saat berbincang dengan Wolipop, Rabu, (19/8/2015).
Tidak lama setelahnya, wanita yang hobi membaca ini mengajak sang pria untuk melakukan serangkaian tes kepribadian dan psikotes. Hal itu dilakukan untuk meyakinkan kembali dirinya sekaligus mengetahui apakah ia dan sang calon suami memang benar-benar cocok secara sifat, karakter, dan perilakunya.
"Saya sebetulnya penasaran, apakah orang yang sama sekali belum pernah berkenalan atau pacaran tetap bisa menikah, karena kalau hanya membaca biodatanya saja tanpa tahu kepribadian aslinya rasanya kurang akurat. Ternyata hasil tes membuktikan bahwa kadar kecocokan saya dan pasangan mencapai 98 persen," lanjut wanita berambut sebahu itu.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, mereka berdua sepakat memutuskan untuk menikah. Namun rupanya, serangkaian tes masih harus dilakukan, salah satunya adalah tes kesehatan. Tes ini adalah permintaan dari sang ibu yang menginginkan bahwa setelah menikah nantinya, Nina dan Zaky bisa segera mendapatkan keturunan.
"Ibu saya bilang, kalau kita sudah sama-sama cocok tapi tidak bisa dapat keturunan kan sayang sekali. Makanya sebelum menikah kita berdua sama-sama tes kesehatan dulu," katanya.
Meski baru mengenal dari bulan Januari lalu, akhirnya Nina dan Zaky resmi menikah pada bulan Mei lalu. Walaupun keduanya dinyatakan sehat secara biologis, namun Nina mengaku ia ingin menunda untuk memiliki momongan dengan alasan pendidikan.
"Saya dan suami sekarang lagi persiapan kuliah S2 di luar negeri jadi mau fokus untuk belajar dulu. Mungkin dua atau tiga tahun lagi kalau sudah siap baru direncanakan untuk punya momongan," tutupnya.
(itn/itn)
Tetapi ada pula pasangan yang memutuskan untuk menikah tanpa menjalani hubungan asmara, salah satunya adalah Nina. Wanita 25 tahun ini mantap menikah dengan seorang pria yang sama sekali belum pernah dikenal sebelumnya.
Kepada Wolipop, Nina menceritakan bahwa ia adalah seseorang yang sangat menjujung tinggi nilai-nilai dan prinsip hidupnya. Maka dari itu, ia ingin mendapatkan pendamping yang juga memiliki nilai serta prinsip hidup yang sama dengannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkenalan pertamakali tidak dilakukan dengan bertatap muka. Baik Nina maupun calon pasangannya, Zaky, hanya memberikan riwayat dan biodata singkat masing-masing untuk dibaca dan dipertimbangkan.
"Akhirnya kita memutuskan bertemu. Dari awal saya sudah bilang bahwa perkenalan ini tidak main-main. Saya tidak ingin pacaran, maunya langsung menikah saja. Untungnya dia juga satu pemikiran dengan saya," ceritanya saat berbincang dengan Wolipop, Rabu, (19/8/2015).
Tidak lama setelahnya, wanita yang hobi membaca ini mengajak sang pria untuk melakukan serangkaian tes kepribadian dan psikotes. Hal itu dilakukan untuk meyakinkan kembali dirinya sekaligus mengetahui apakah ia dan sang calon suami memang benar-benar cocok secara sifat, karakter, dan perilakunya.
"Saya sebetulnya penasaran, apakah orang yang sama sekali belum pernah berkenalan atau pacaran tetap bisa menikah, karena kalau hanya membaca biodatanya saja tanpa tahu kepribadian aslinya rasanya kurang akurat. Ternyata hasil tes membuktikan bahwa kadar kecocokan saya dan pasangan mencapai 98 persen," lanjut wanita berambut sebahu itu.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, mereka berdua sepakat memutuskan untuk menikah. Namun rupanya, serangkaian tes masih harus dilakukan, salah satunya adalah tes kesehatan. Tes ini adalah permintaan dari sang ibu yang menginginkan bahwa setelah menikah nantinya, Nina dan Zaky bisa segera mendapatkan keturunan.
"Ibu saya bilang, kalau kita sudah sama-sama cocok tapi tidak bisa dapat keturunan kan sayang sekali. Makanya sebelum menikah kita berdua sama-sama tes kesehatan dulu," katanya.
Meski baru mengenal dari bulan Januari lalu, akhirnya Nina dan Zaky resmi menikah pada bulan Mei lalu. Walaupun keduanya dinyatakan sehat secara biologis, namun Nina mengaku ia ingin menunda untuk memiliki momongan dengan alasan pendidikan.
"Saya dan suami sekarang lagi persiapan kuliah S2 di luar negeri jadi mau fokus untuk belajar dulu. Mungkin dua atau tiga tahun lagi kalau sudah siap baru direncanakan untuk punya momongan," tutupnya.
(itn/itn)











































