Jokowi Mantu
Arti Kehadiran Penari Edan-edanan di Pernikahan Gibran dan Selvi
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 11 Jun 2015 12:30 WIB
Jakarta
-
Dua penari dengan dandanan seperti badut ikut meramaikan pernikahan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda. Penari tersebut mengiringi Gibran yang berjalan kaki menuju tempat ijab kabul pernikahannya dengan Selvi. Kehadiran penari ini rupanya bukan hanya sekadar sebagai pengiring atau hiburan, melainkan ada makna lain yang lebih mendalam.
Hari Mulyanto dan Sri Setyowasih, itulah nama dua orang yang membawakan tarian edan-edanan saat mendampingi Gibran ke Graha Saba Buana, Solo, Kamis (11/6/2015). Keduanya merupakan pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.
Keduanya berdandan seperti badut, dengan bedak tebal dan lipstik yang pemakaiannya melewati bibir. Sesuai dandanan, mereka pun menari tidak mengikuti irama seperti orang edan atau gila.
Menurut Hari, tujuan tarian edan-edanan ini adalah untuk menolak bala atau menghilangkan segala rintangan. "Penari ada di depan kereta kuda sebagai pembuka jalan karena pengantin mau jalan, jadi dihilangkan dulu semua halangan yang buruk," ujarnya saat berbincang dengan Wolipop.
Baca Juga: 25 Pernikahan Keluarga Kerajaan Termegah di Dunia
Hari menjelaskan lagi, dua karakter pasangan penari yang diperankannya bersama Sri bernama loro blonyo yang berarti patung yang ditaruh di depan lumbung padi sebagai lambang kesuburan. Loro blonyo juga bisa berarti sebagai penunjuk jalan berupa doa.
Saat menari, Hari dan Sri tampak memakai mahkota dari daun pandan yang dibentuk menjadi ulat, burung dan bintang. Ketiga bentuk tersebut memiliki makna tersendiri. Bentuk ulat melambangkan doa untuk mempelai pria yang bermetamorfosis dari ulat menjadi kepompong kemudian kupu-kupu. "Melambangkan dari seorang lajang, berkeluarga kemudian bermasyarakat," jelas Hari.
Sedangkan bentuk burung, dibuat sebagai doa agar Gibran dan Selvi bisa cepat memiliki momongan. Dan bentuk bintang, menjadi doa agar kedua mempelai bisa menjadi bintang di negaranya.
Untuk membawakan tarian edan-edanan ini, Hari dan Sri sudah bersiap-siap sejak pukul 05.00 pagi. Mereka mengaku awalnya berniat sebagai simpatisan atau secara sukarela ikut meramaikan pernikahan putra presiden. Ternyata keinginan mereka disetujui oleh pihak Jokowi.
(eny/eny)
Hari Mulyanto dan Sri Setyowasih, itulah nama dua orang yang membawakan tarian edan-edanan saat mendampingi Gibran ke Graha Saba Buana, Solo, Kamis (11/6/2015). Keduanya merupakan pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.
Keduanya berdandan seperti badut, dengan bedak tebal dan lipstik yang pemakaiannya melewati bibir. Sesuai dandanan, mereka pun menari tidak mengikuti irama seperti orang edan atau gila.
Menurut Hari, tujuan tarian edan-edanan ini adalah untuk menolak bala atau menghilangkan segala rintangan. "Penari ada di depan kereta kuda sebagai pembuka jalan karena pengantin mau jalan, jadi dihilangkan dulu semua halangan yang buruk," ujarnya saat berbincang dengan Wolipop.
Baca Juga: 25 Pernikahan Keluarga Kerajaan Termegah di Dunia
Hari menjelaskan lagi, dua karakter pasangan penari yang diperankannya bersama Sri bernama loro blonyo yang berarti patung yang ditaruh di depan lumbung padi sebagai lambang kesuburan. Loro blonyo juga bisa berarti sebagai penunjuk jalan berupa doa.
Saat menari, Hari dan Sri tampak memakai mahkota dari daun pandan yang dibentuk menjadi ulat, burung dan bintang. Ketiga bentuk tersebut memiliki makna tersendiri. Bentuk ulat melambangkan doa untuk mempelai pria yang bermetamorfosis dari ulat menjadi kepompong kemudian kupu-kupu. "Melambangkan dari seorang lajang, berkeluarga kemudian bermasyarakat," jelas Hari.
Sedangkan bentuk burung, dibuat sebagai doa agar Gibran dan Selvi bisa cepat memiliki momongan. Dan bentuk bintang, menjadi doa agar kedua mempelai bisa menjadi bintang di negaranya.
Untuk membawakan tarian edan-edanan ini, Hari dan Sri sudah bersiap-siap sejak pukul 05.00 pagi. Mereka mengaku awalnya berniat sebagai simpatisan atau secara sukarela ikut meramaikan pernikahan putra presiden. Ternyata keinginan mereka disetujui oleh pihak Jokowi.
(eny/eny)











































