Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Cara Menghadapi Ibu Mertua yang Terlalu Campuri Urusan Rumah Tangga

Alissa Safiera - wolipop
Sabtu, 28 Mar 2015 11:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Menikah tak hanya menyatukan dua insan, namun juga dua keluarga dengan budaya yang berbeda. Apalagi bagi pengantin baru yang belum bisa sepenuhnya lepas dari masing-masing keluarga. Mengingat masing-masing keluarga memiliki kebudayaan dan perilaku berbeda, maka akan selalu ada 'benturan' pemikiran yang tak jarang menimbulkan konflik.

Umumnya masalah pun datang dari hubungan menantu dan mertua. Yang tak jarang masih mengintervensi kehidupan Anda dan suami yang tengah membentuk keluarga kecil.

Cara paling baik ketika ibu mertua dirasa terlalu mencampuri kehidupan rumah tangga, tentu dengan komunikasi. Lantas, komunikasi seperti apa yang bisa dilakukan agar hubungan tetap baik untuk kedua belah pihak?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsultan cinta Wolipop yang juga seorang psikolog Ratih Ibrahim menyarankan untuk berani mengungkapkan pendapat, pikiran, dan perasaan terhadap pasangan. Termasuk alasan mengapa Anda tidak ingin melibatkan ibunya dalam hubungan kalian.

Bicarakan juga batasan sejauh mana Anda tidak ingin melibatkan ibunya dalam hubungan pernikahan Anda dan suami. Dengan demikian, Anda juga dapat mendengarkan pendapat, pikiran, dan perasaan pasangan, sehingga lebih mengetahui alasannya melibatkan ibu dalam hubungan.

Tak ada salahnya juga jika Anda bicara langsung pada sang ibu mertua. Karena bisa saja ia tak merasa perilakunya terlalu mengganggu dan mencampuri masalah pribadi Anda dengan suami.

Luangkan waktu dan ajak ibu mertua untuk membicarakan masalah ini secara baik-baik. Utarakan apa yang Anda rasakan secara terbuka dan jujur untuk menghindari kesalahpahaman. Keterbukaan dalam komunikasi adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah. Kemudian diskusikan bersama solusi terbaik untuk Anda dan ibu mertua dalam menyelesaikan masalah ini, sehingga hubungan dengan ibu mertua tetap terjalin dengan baik.

"Kamu juga dapat belajar untuk memahami bahwa tanpa ibunya, tidak akan ada pria yang menjadi pasanganmu saat ini, dan demikian pula sebaliknya. Oleh karenanya, kamu dapat mencoba untuk mendekatkan diri dengan ibunya," tutur Ratih.

(asf/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads