Dear Suami, Lakukan 4 Hal Ini Saat Mendengarkan Curhat Istri
Pernahkah Anda merasa kesal saat sedang mengajak pasangan mengobrol namun dia seperti tidak benar-benar mendengarkan? Hal ini biasa dialami pasangan karena mereka belum memahami resep mengobrol yang efektif sehingga satu sama lain terpuaskan kebutuhannya untuk curhat dan merasa diperhatikan.
Aktivitas mengobrol atau berkomunikasi ini memang jadi bagian penting dalam sebuah hubungan jika ingin langgeng. Jika pasangan tidak pernah atau jarang saling bicara, menurut psikolog Anna Surti Ariani, S. Psi., M.Si. kedekatan di antara mereka bisa berkurang.
"Dengan saling bercerita, bisa lebih mengenal, kedekatan antara keluarga juga semakin bagus," ujar psikolog yang akrab disapa Nina itu saat ditemui di Restoran Blue Jasmine, Jl. Kyai Maya, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Jangan Ada Interupsi
Pada masa sekarang ini ketika teknologi semakin canggih, gadget tidak bisa lepas dari tangan Anda. Begitupun ketika sedang bersama pasangan. Kehadiran gadget ini disebut Nina sebagai salah satu hal yang bisa menginterupsi obrolan sehingga merusak suasana yang sudah terbangun.
"Kalau sedang mengobrol terus ada bunyi-bunyian, bisa mengganggu kualitas obrolan. Tiba-tiba mendapat interupsi seperti itu, orang yang sedang bicara bisa langsung blank," ujarnya.
2. Perhatikan Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh saat menjadi pendengar ikut mempengaruhi suasana hati orang yang sudah curhat. Ketika si pendengar menunjukkan bahasa tubuh tidak antusias, seperti duduk dengan posisi malas-malasan, mood orang yang sedang bicara bisa berubah ikut menjadi tidak semangat.
"Akan berbeda kalau lawan bicara menunjukkan sikap mau mendengarkan," kata Nina. Bahasa tubuh yang tak boleh dilupakan, menurut psikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu adalah kontak mata. Pastikan ada kontak mata dengan lawan bicara agar dia merasa didengarkan.
3. Hear Vs Listen
Dalam bahasa Inggris dan dunia psikologi, dua bahasa ini bisa berarti berbeda. Hear, menurut Nina, hanya berarti mendengar namun tidak benar-benar menyimak. Sedangkan listen, baru benar-benar menyimak. Kemudian ada juga active listener yaitu menyimak dan memberikan bahasa tubuh yang mengesankan antusias untuk menjadi pendengar. Idealnya, pasangan menjadi active listener sehingga lawan bicara merasa pembicaraannya benar-benar didengarkan.
4. Mindset
Satu hal lagi yang juga bisa mempengaruhi kualitas obrolan pasangan adalah mindset atau pikiran. Meskipun posisi tubuh sudah menunjukkan Anda ingin menjadi pendengar yang baik, kondisi otak belum tentu sejalan. "Terkadang kita sudah memikirkan yang nggak-nggak. Kalau mindset tertutup, cerita baru yang mau disampaikan pun nggak akan keluar," ucap Nina. Agar pasangan merasa benar-benar didengarkan, satu lagi saran Nina adalah dengan mengajukan pertanyaan yang relevan.
(eny/hst)
Hobbies & Activities
Upgrade Raket Padel Andalan! 4 Rekomendasi Produk Biar Makin Semangat Latihan!
Hobbies & Activities
Nggak Cuma untuk Anak! Ini Rekomendasi Mainan Anti Stres untuk Dewasa, Bikin Pikiran Lebih Rileks
Hobbies & Activities
Berkendara Lebih Aman dan Tenang dengan Dashcam Retouch Riding System Sprite S2
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Most Pop: Pernikahan Viral Roboh Diterjang Badai, Resepsi Tetap Jalan
Viral Verificator
Bukan Mobil Mewah, Viral Pengantin Ini Sunmori Naik Vespa Usai Akad Nikah
Viral Verificator
Viral! Pria Australia Nikahi Wanita Sumsel, Mahar Fantastis Rp 10 Miliar
Tragis, Ibu Tega Racuni Anak Sendiri Usai Perselingkuhannya Terungkap
Dipaksa Hemat, Istri Syok Tahu Suami Diam-diam Punya Tabungan Ratusan Juta
Perampok Gugat Balik Nana eks After School, Kini Ngaku Diimingi 40 Juta Won
Most Pop: Pernikahan Viral Roboh Diterjang Badai, Resepsi Tetap Jalan
Gantengnya Park Bo Gum Pakai Hanbok, Cetak Rekor Dilihat 22 Juta Kali
7 Rekomendasi Drama Korea tentang Musuh Jadi Cinta yang Bikin Baper











































